Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 84


__ADS_3

"aku sedang tidak mood" Yui, seketika Yui melihat seseorang yang begitu familiar dikehidupannya


"dia, dia ada disini" gumam yui, Namum gumamannya itu terdengar sampai telinga Adam


"siapa" Adam


"William" Yui


"dimana" Adam


"itu" Yui sambil mengarahkan pandangannya ke William


Adam pun melihat arah pandangan Yui


"muak sekali aku melihat dirinya" Yui sambil mencibir kan mulutnya


"ya sudah jangan di lihat" Adam


"aku ingin pulang....." Yui


"sebentar lagi acaranya akan selesai" Adam


"hmm.. sebentar aku ingin ke toilet" Yui


"baiklah" Adam


selesai dari kamar mandi yui pun langsung menuju ke Adam, Namum ia tak sengaja menabrak seorang laki laki


"ahh, maap" yui ia pun langsung pergi menuju ke Adam


laki laki itu adalah William, kini saat ia melihat orang yang menabrak nya, ia seperti mengenali orang itu, namun ia hanya bisa melihat mata cantik dari orang itu, karena wajah dari wanita itu tak terlalu jelas dikarenakan cahaya lampu hanya tertuju kepada seseorang yang sedang berdansa


"siapa wanita itu, tampak dari matanya sangat familiar" batin William


kini Yui pun langsung duduk di sebelah Adam, setelah beberapa jam, kini acaranya pun selesai. Adam dan Yui pun langsung pulang, sampai di villa mereka berdua langsung masuk ke kamar masing²

__ADS_1


di pagi hari, di kota A


bandara kota A


"haiss..kenapa kota A ini panas sekali sihh" ucap seorang gadis cantik dengan mata coklat dan rambut pirang indahnya sambil melepaskan kaca mata hitamnya


gadis itu itu pun langsung mengambil hp nya yang berada di tasnya dan menelpon seseorang


"hallo kakak, cepat jemput aku di bandara, cepatt lahh di sini aku kepanasan" gadis itu pun langsung mematikan telpon nya tanpa menunggu jawaban dari sang kakak


.......................................


di kota M, di kantor William


"Alex, kau pergilah ke kota A, urus transaksi obat²tan itu, kirim dulu ke markas utama, lalu malamnya kau kirim kelokasi yang telah si siapkan oleh klien, biar aku yang mengurus kantor" William


"baik tuan" Alex pun langsung pergi dari ruangan bos


tiba² saja Ivan menelpon William


"apa" William


"tuan Willson telah tiada" Ivan


"APA" William


"tuan cepatlah kerumah rumah sakit" Ivan


"aku akan kesana" William


dirumah sakit, kini Ivan dan William berada di kamar jenazah dari mendiang ayah William


"bagaimana bisa" William


"beliau mengalami serangan jantung" Ivan

__ADS_1


"ck, kau uruslah semuanya" William sambil memijat keningnya, ia pun keluar dari RS dan langsung menuju ke kantor


..........................................


dikota A kini Michel sedang menjumput adik perempuannya


di bandara kota A


"kenapa sihh lama sekali, kelama² an kulitku jadi seperti kopi tanpa susu" ucap seorang gadis yang dari tadi menunggu jemputan dari sang kakak


"Tasya, ayo" Michel


"haiss, dia baru datang" Tasya, gadis itu adalah adik kandung dari Michel, ia pun langsung masuk ke dalam mobil kakaknya dan menutup pintu mobil dengan keras


"kau ini kenapa sih" Michel


"kenapa kakak lama sekali sih, aku hampir gosong tau" Tasya


"masih syukur kau di jemput, dasar bawel" Michel


"haiss terserahlah" Tasya


kini Michel dan Tasya pun sampai di apartemen Michel, Tasya pun langsung menuju ke dapur untuk minum, dari tadi tenggorokan nya rasanya sangat kering


"kak bagaimana kabar kak Yui" Tasya


Michel pun mendengar perkataan adiknya itu membuatnya terdiam sejenak


"kau tak melihat berita yah" Michel


"hah, maksud Kakak apa, aku menanyakan soal kak yui, kenapa nyambung keberita aneh lah kakak ini" Tasya, ia pun melanjutkan minumannya


"kau ini tak tau, kalo yui sudah meninggal" Michel


seketika air yang berada di mulut Tasya pun menyembur kemana²

__ADS_1


__ADS_2