Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 86


__ADS_3

"lezat" pria itu sambil memegang bibir kecil dan pink milik Tasya


"KURANG AJAR KAU BAJ*NGAN, LEPASKAN AKU.., AKU INGIN PULANG........" teriak Tasya


"baiklah², aku akan melepaskan mu, tapi dengan satu syarat" ucap laki² itu


"apa" Tasya


"kau harus mengikuti kata²ku" ucap laki² itu


"kata² apa" Tasya


"aku" ucap laki² itu


"cepat ikuti kata² ku" ucap laki² itu


"aku" Tasya


"akan diam" ucap laki² itu


"akan diam" Tasya


"tentang kejadian hari ini" ucap laki² itu


"tentang kejadian hari ini" Tasya


"jika aku buka mulut" ucap laki² itu


"jika aku buka mulut" Tasya


"tentang kejadian ini" ucap laki² ini


"tentang kejadian ini" Tasya


"aku akan menikahi mu" ucap laki² itu

__ADS_1


"aku akan menika, APA" Tasya


"ayoo, cepat katakan" ucap pria itu sambil tersenyum smirk


"tidak, tidak, dan tidak" Tasya


"ohh baiklah, jika tidak, 1 peluru ini akan mendarat di kepalamu itu" ucap pria itu sambil menempelkan pistolnya dikepala Tasya


"baiklah" Tasya


"hmm sekarang ulangi perkataan ku itu" ucap pria itu


"aku akan diam tentang kejadian hari ini, jika aku buka mulut tentang kejadian ini, ak aku akan menikahi mu" Tasya dengan nada yang tertekan


"sialan, bajingan seperti kau patut di bunuh saja" Tasya dengan tatapan tajam


"hahahhaah, kau kan sudah berjanji gadisku" tawa laki² itu


"baiklah², aku akan tutup mulut, sekarang lepaskan aku, CEPAT" Tasya


"terserah" Tasya


Tasya pun langsung pergi, tapi tiba² ia di tahan oleh pria itu


"biarku antar pulang" ucap pria itu


"tidak usah, terimakasih" Tasya


"aduhh bagaimana ini, seperti nya serigala² yang berada di hutan ini tidak makan selama 5 hari, tapi tak apa, karena sudah ada santapan yang lezat yang akan keluar dari bangunan ini" ucap pria itu sambil tersenyum smirk


kini Tasya pun langsung menghentikan langkahnya


"ck, sial dia ini mau mempermainkan ku atau gimana sih" gumam Tasya


"baiklah antar aku pulang" Tasya, dengan wajah yang datar

__ADS_1


"hmm², baiklah" ucap laki² itu


kini Tasya pun masuk ke dalam mobil laki² itu


di mobil


"tuan, bisakah kau mengantar ku dulu ke swalayan" Tasya


"untuk apa" laki² itu


"berenang, ya berbelanja lah, aneh sekali tuan ini" Tasya sambil mencibir kan bibirnya


"baiklah²" laki² itu


setelah beberapa menit berbelanja di swalayan kini mereka sudah sampai di depan apartemen Tasya


"terimakasih tuan pembunuh" Tasya, ia pun langsung keluar dari mobil laki² itu dan langsung menuju ke apartemen nya


"dasar gadis itu, jika di lihat² dia sangat imut, kapan aku bisa bertemu dengan gadis itu lagi" laki² itu sambil tersenyum melihat kearah Tasya yang sedang berjalan


kini pria itu mengambil hpnya dan menelpon seseorang


"hallo tuan, berita buruk" laki² itu


"ada apa" ucap seseorang dalam telpon


"klien kita ternyata seorang pengkhianat tuan, mereka langsung menyerang kami saat kami sampai di lokasi yang mereka berikan, tapi saya sudah membereskan semuanya dengan sangat rapi" laki² itu


"bagus Alex, kau ini memang selalu bisa di andalkan yah" William


"terimakasih tuan" Alex


"tapi mengapa mereka ingin mencari masalah dengan dengan kita" William


"seperti nya mereka menginginkan informasi tentang Black Wolf" Alex

__ADS_1


"ck, kroco² seperti mereka memandang rendah kita" William


__ADS_2