
seperti ada aliran listrik di antara kedua laki² itu, kini mereka pun saling tarik menarik, yang membuat tangan Yui kesakitan
"LEPASKAN AKU, KALIAN KIRA AKU INI TALI APA HUH" Teriak Yui
"........maaf" Adam dan William secara bersamaan
"kau mengikuti ku pecundang" William
"heh, paling kau yang mengikuti ku" Adam sambil mencibir kan bibirnya
"kau" William dengan tatapan tajam ke arah Adam
"apa" Adam
kini William pun menodongkan kan pistolnya ke arah Adam, kini Yui pun langsung menghalangi William
"minggir Yui, akan ku bunuh baj*ngan ini" William
"bunuh aku dulu, kau baru akan" Yui, tiba² saja DOR..kini peluru William melayang dan meleset, ia hanya sengaja karena ingin memberi pelajaran kepada Adam
"ka kau, ingin membunuhku lagi will" Yui
"Yui, kau tidak apa²" Adam sambil memegang wajah Yui dengan kedua tangannya
"hmm" yui sambil menganggukkan kepalanya
kini Adam pun langsung membawa Yui menuju ke dalam villa, William yang melihatnya membuatnya geram, Namum ia bisa apa, ia hanya diam dan melihat sambil menahan emosinya
__ADS_1
"hmm, silakan saja kau pergi, Rey akan selalu berada bersamaku" batin William sambil tersenyum smrik
.................................................
keesokan harinya, kini di sore hari yang cerah, Yui sedang bersama Rey di pantai
"kenapa kak dhasa besok harus pergi, padahal Rey masih ingin bermain dengan kak dhasa" Rey dengan wajah yang menggemaskan
"Rey sayang, kakak ada urusan penting, kapan² kakak akan menemui Rey lagi, oke" yui sambil memeluk Rey, kini Yui yang menahan air mata yang membuatnya sangat sesak, kini Yui melepaskan
"apa kakak menangis" Rey
"ahh..tidak ini hanya kelilipan saja, anginnya sangat kencang disini" Yui sambil menghapus air mata nya
"kakak" Rey
"Rey ingin es krim rasa coklat" Rey
"hmm, baiklah, kakak akan belikan, Rey ikut" Rey
"tidak, Rey akan tunggu disini" Rey
"baiklah" Yui, ia pun pergi untuk membeli es krim
tiba² saja ada 2 laki² orang yang menghampiri Rey
"adik kecil, ayo ikut dengan kakak" ucap salah satu dari kedua orang itu
__ADS_1
"maaf, sayang sedang menunggu Kakak saya" Rey dengan tatapan datar, sama seperti ayahnya, yaitu William Devano
"kami tak berniat buruk dengan mu, sebentar saja" ucap orang itu
"ada perlu apa dengan saya" Rey dengan menatap tajam kearah orang tersebut
"iiikhhh..anak ini mirip sekali dengan ayahnya, menakutkan" batin orang tersebut sambil merinding melihat tatapan tajam dari Rendy
kini orang itu pun langsung membius Rey dan membawa Rey pergi, saat Yui yang melihat itu membuat dia mencurigai ke 2 orang tersebut
"siapa mereka, aku tak pernah melihat mereka, dan mengapa Rey di gendong seperti itu, atau jangan², ah si*l" Yui sambil berlari menuju ke 2 orang tersebut
kini Yui pun menelpon William
"hallo will Rey diculik cepat lakukan sesuatu" Yui sambil berlari
"hah bagaimana, sekarang kau aktifkan lokasimu, dan" William
"aku sekarang sedang mengikuti mereka" Yui, kini ia pun langsung memasuki mobil dan mengikuti mobil yang telah menculik Rey
kini Yui sedang mengejar mobil yang telah menculik Rey
"seperti nya mobil putih itu sedang mengikuti kita" ucap salah satu orang yang telah menculik Rey
"seperti nya iya, kalo begitu aku akan menambah kecepatan" ucap org itu
kini Yui dan orang² yang telah menculik Rey saling menyalip di jalan raya, hampir saja Yui kehilangan jejak mereka, tapi pada akhirnya ia menemukan lokasi kendaraan mereka yang telah di parkir kan di depan bangunan tua, dekat dengan perbatasan kota Z
__ADS_1