Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 54


__ADS_3

dimansion


arin yang sudah lelah begitu juga dengan lawannya pertarungan mereka sangat seimbang dan sangat sengit


"ternyata kau lawan yang seimbang yah denganku" arin sambil memegangi lengannya karena terkena tendangan dari lawannya


"jangan mimpi bisa menang dariku" ucap wanita itu sambil melayangkan pukulan


"si*l, dia sangat cepat" arin sambil menutup matanya


"ehh.. kenapa, aku tak merasa kesakitan" batin arin sambil membuka matanya, ia melihat andre dan kaizo menahan gerakan dari wanita tersebut


"ka, kakak" arin


andre langsung membius wanita itu


"urus wanita itu kai" andre


"oke" kaizo


"kau tidak apa² arin" andre


"tidak kak, terimakasih, ehh.. bagaimana dengan nyonya yui" arin


"bos sudah menyelamatkannya" andre


"syukurlah" arin sambil mengeluarkan nafas kasarnya


dirumah sakit


william yang sedang menunggu diruangan yui, beberapa menit kemudian ivan pun keluar dari ruangan yui


"bagaimana keadaan istriku" william


"selamat boss" ivan


"hah, apa" william dengan ekspresi kebingungan


"istri anda sedang hamil" ivan


william yang mendengar perkataan dari ivan membuat dirinya mematung


"be benarkah" william sambil memegang lengan ivan


"ivan kau tak bercandakan" william


"tidak bos" ivan


"apa aku boleh melihat istriku" william


"tentu bos" ivan


william pun masuk keruangan VVIP yui, ia duduk di sebelah ranjang yui sambil mengelus wajah istrinya itu


"yui" william yang duduk di sebelah ranjang yui


"kita sudah dapat malaikat kecil disini" william sambil memegamg perut yui


"terimakasih tuhan" william sambil memejamkan matanya


"drrtt" suara telpon


"tuan anda dimana" andre dlm telpon


"di RS ivan" william


"hah, apakah anda terluka" andre

__ADS_1


"bukan, cepat kesini" william langsung mematikan telponnya


"sabar tuhan kau memberikanku bos seperti dia" batin andre sambil mengeluas dadanya


"bagaimana kak" arin


"kita disuruh ke RS ivan" andre


"apakah nyonya terluka, atau bos?" tanya kaizo


"entah, kalian semua bereskan sisanya" titah andre


"baik bos" ucap salah satu anak buah


beberapa menit kemudian mereka bertiga pun datang


di RS ivan


"Tok Tok"


"masuk" william


"bos" andre


"duduk" titah william


"baik" ucap ketiga org itu


mereka pun duduk di sofa ruangan yui


"aku mempunyai berita baik" william


"apa itu bos" kaizo


"istriku, sedang mengandung" william


"selamat bos" kaizo, andre


"terimakasih, kalo begitu kalian siapkanlah acara makan malam di mansion, ajak ivan dan alex juga" william


"baik bos" andre


beberapa menit kemudian yui pun sadar


"will, william" yui dengan suara lemas


"kau sudah bangun" william


"hmm" yui


"kenapa aku bisa ada disini" yui


"tadi kau pingsan, yui, aku, aku ada kabar baik" william


"kabar baik? apa" yui


"aku akan menjadi ayah" william


"hah, maksudmu aku, aku" yui


"hamil" william langsung melanjutkan kata² yui


yui yang mendengar perkataan william membuat dirinya tak percaya apa yang telah dikatakan oleh suaminya itu


"ak.. aku hami" gumam yui


"ya sayang" william sambil memeluk yui dengan erat

__ADS_1


"aku, aku akan menjadi seorang ibu, tapi... mengapa, perasaanku tidak senang mendengar kabar baik ini, semestinya seorang wanita akan senang jika mereka sudah menjadi ibu, dan akan memiliki buah hati , tapi aku.. mengapa jadi seperti ini tuhan" batin yui yang matanya sudah berkaca² tak bisa lagi matanya menampung air matanya itu ia pun mengeluarkannya


"terimakasih" bisik william, sambil melepaskan pelukannya


"kenapa kau menangis sayang" william sambil menghapus air mata istrinya yang mengalir di wajahnya


"tidak, ini air mata kebahagiannya will" ucap yui dengan berbohong


"aku sangat mencintaimu yui, sangatt" william sambil memegang wajah istrinya yang sangat menggemaskan itu


"hmm.. aku ingin pulang" yui


"iya, habis ini kita akan pulang ya" william sambil mengelus rambut istrinya


"hmm" yui sambil memberikan seyumannya


jam 7 malam yui dan william pun kembali ke mansion


saat yui sudah memasuki mansion tak ada lampu yang hidup sama sekali di dalam


"ehh mengapa gelap apakah pemadaman" gumam yui


tiba² "DUAR" suara balon meledak, lampu pun menyala


"surprise" kaizo dan ivan


"selamat nyonya Devano" ucap semua orang yang berada disana


"ahh.. terimakasih semua" yui dengan mata yang berkaca²


william langsung masuk ke mansion


"mengapa acara makan malamnnya seperti acara ulang tahun" william sambil menaikkan satu alisnya


"itu, itu ide kaizo bos" ivan


william langsung menatap ke kaizo, kaizo yang menundukkan kepalanya karena ketakutan badannya yang sudah gemetaran, william langsung mendekat kearahnya


"tuhan kumohon selamatkan aku" batin kaizo


william semakin dekat dengan kaizo william pun mengangkat tangannya dan tiba²........


"bagus" william sambil menepuk bahu kaizo dengan pelan


"te terimakasih bos" kaizo


william langsung menggandeng tangan yui dan menuju ke meja makan


"duduklah sayang" william sambil menarik kursi untuk yui


"terimakasih" yui


pak sam, andre, kaizo, ivan, alex, dan arin hanya menatap makanannya


"ada apa, ayo dimakan" yui


"ahh..ya nyonya" arin dan andre yang lain hanya mengangguk


"aku sangat suka jika makan bersama² seperti ini" yui


william yang mendengar perkataan dari istrinya itu dia langsung memutuskan sesuatu


"baiklah mulai sekarang kita semua akan makan bersama² seperti ini, tak ada penolakan" william


baru saja arin akan mengatakan sesuatu tuannya sudah memberi peringatan


"hmm..kalo kalian keberatan tidak usah di paksakan kok" yui

__ADS_1


"ya nyonya, kami tak masalah kok" arin dengan seyumannya


__ADS_2