Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 22


__ADS_3

Di kediaman william


"Alex jangan sampek ada kendala dalam pernikahan ini" ucap william kepada alex


"Baik Bos" ucap alex


Di kediaman Bran


"michel apa gaun ini bagus untuk ku" yui


"hmm jelek" michel


"yang ini bagus yui" michel


"aku tidak suka modelnya" yui


"heii yui nih ku bawakan gaun dari ibu" yuri


"owh bagus banget" yui dan michel kagum dengan model gaunnya yang indah


"yaudah sana cepat lah siap²" yuri


"baiklah" yui


"chel bantu yui ya kakak akan ke kamar dulu" yuri


"baiklah kak" michel


yui dan yuri pun bersiap² dengan hari pernikahan mereka



yuri



yui


di pesta pernikahan


semua tamu pun berkumpul


acara pernikahan pun di mulai

__ADS_1


selesai mereka mengucapkan janji pernihakan mereka pun berciuman


saat william mencium yui, ia menciumnya sangat dalam hingga yui kehabisan napas akhirnya pun william melepaskannya


"apa apan laki laki ini" batin yui


semua tamu dan keluarga pun mengucapkan selamat atas pernikahan yui dan yuri yang di adakan secara bersamaan


"yui" panggil michel sambil menyenggol lengannya


"kenapa?" yui


"di sini gak ada cogan ya" michel


"adeh chel diluar loh banyak kenapa kamu malah nyarik disini" yui


"ya siapa tau kakak iparmu atau suamimu mempunyai teman atau saudara yang cogan² haha" michel


yui yang mendengar perkataan sahabatnya hanya bisa mengeluarkan napas kasar


"duhh.. knp aku harus punyak shbt kayak gini" batin yui sambil memutarkan bola matanya


acara pernikahan pun selesai


"yuri sdh bersama jackson menuju ke kediamannya dan begitu pula dengan yui, ia langsung menuju ke kediaman william


sampai di pintu utama Mansion yui dan William disambut oleh para pelayan di mansion nya


"selamat datang Tuan Nyonya silakan" ucap kepala pelayan yaitu bibi wati dan juga para pelayan lainnya


bibi wati langsung menunjukan arah kamar william


"nyonya silakan lewat sini"bibi wati


yui yang memberikam seyum manisnya kepada bibi wati


yui langsung masuk ke kamar william dan membaringkan tubuhnya, yui mendengar suara pintu terbuka ia langsung mendudukan tubuhnya di ranjang


"yui beristirahatlah besok kita akan pergi ke kota M" ucap william dan langsung menutup pintu kamarnya dan pergi begitu saja


"iya" ucap yui dengan dingin


"mengapa dia tadi menciumnya sangat dalam, apa dia ingin membunuhku sampai ke habisan napas dasar pria gila" batin yui

__ADS_1


"duhh lelahnya" yui


"mengapa aku harus menikah dengan orang yang telah membunuh lia" batin yui


tiba tiba yui pun mengeluarkan air matanya tanpa dia sadari


"ahh..kenapa aku menangis" gumam yui


"ah, sudahlah aku mandi saja" yui


selesai yui membersihkan dirinya ia pun lansung tidur ,dan tak peduli kemana william pergi


.............................


dimarkas william disana sudah ada andre kaizo dan alex


"bos, mengapa anda merayakan acara pernikahan di depan publik seperti ini, ini malah membahayakan nyawa anda dan nyonya yui" alex


"apa urusan mu mengaturku lex" ucap william dengan tatapan dingin sambil merokok


"nyonya akan menjadi kelemahan anda bos" jwb alex


william yang mendengar itu langsung marah dan memukul meja di depannya sampai terbelah menjadi dua


alex dan yang lain melihat itu langsung tak berani menatap bosnya dan ia langsung merinding


"apakah kau meremehkan William Devano" ucap william sambil mengisap rokoknya


"tidak bos" jwb alex, andre, dan kaizo sambil menundukan kepala mereka


william denavo pernah menjadi pembicaraan publik saat dia di sidang karena kasus menjual barang ilegal dan menjual organ dalam manusia, para anak buah william pun menembak semua yang ada di sidang itu sampai mati dan membakarnya, sampai sekarang ia di katakan menjadi mafia yang paling kejam didunia dan tak ada yang berani bermain main dengannya dan ia juga pernah membantai semua polisi yang ada di negara S


"sekarang kalian awasi yui dan jaga dia jika dia terluka sedikit pun atau diculik kalian tidak akan melihat matahari lagi, apakah kalian mengerti" ucap william dengan tatapan tajam ke arah arah seketarisnya dan anak buahnya


"ba baik bos" ucap alex, andre, dan kaizo bersamaan


"kalian besok akan pindah ke markas dikota M, atur juga anak buah mu andre" william dan meninggalkam markas


"baik bos" andre dan yg lain


"aaa.. rasanya aku ingin mati bunuh diri saja dari pada mati di tangan bos" kaizo


"jangan ngarang lo kai" andra

__ADS_1


"udahlah kalian bubar besok kita akan berangkat ke kota M" alex


"iya" andre dan kaizo pun langsung pergi dari ruangan itu


__ADS_2