Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 105


__ADS_3

kini para murid pun di perbolehkan pulang


di mansion William


"KAMI PULANG" teriak Yeri


"anak² ibu sudah pulang, pasti kalian lapar makanlah dulu" Yui


"kami mau istirahat dulu Bu" Yeri dan Hendry bersamaan


kini mereka pun langsung saling menatap dengan tatapan tajam dan langsung memalingkan wajah secara bersamaan dan langsung menuju ke kamar masing², tak terasa sudah jam 6 sore


di kamar Yeri, kini terbangun dan langsung melihat hpnya


"huh, sudah jam 6" Yeri ia pun bergegas menuju ke kamar mandi, selesai mandi, ia pun turun, di meja makan kini sudah ia melihat ibu, kakak, dan ayahnya, kecuali kembarannya, yaitu Hendry


"Yeri, tolong bangunkan adikmu" Yeri


"ya Bu" yeri, ia pun balik menuju ke tangga lagi dengan malas, saat membuka pintu kamar Hendry, kini ia melihat Hendry yang sedang menari² seperti orang gila, sambil menggunakan earphone sambil menyanyi memegang hpnya sebagai mic


jeongdabeun mutji maigo


geudaero badadeullyeo


neukkimdaero ga ALRIGHT


haneureul majuhago du soneul da Wiro


jeo Wiro naittwigo shipeo OH

__ADS_1


nanananana nanananana


WOW FANTASTIC BABY


DANCE I WANNA DAN DAN DAN


DANCE FANTASTIC BABY


DANCE I WANNA DAN DAN DAN


song: fantastic baby (BigBang)


"apa dia gak tau, kalo suara nya itu sangat jelek" gumam Yeri sambil mencibir kan bibirnya


"dasar gila, WOIII" Teriak Yeri


kini Hendry masih saja bernyanyi dan tak mendengarkan teriakan Yeri


kini Hendry langsung melepaskan earphone nya


"apa" Hendry


"ayo makan" Yeri dengan ekspresi datarnya


"hmm" Hendry


kini mereka pun berkumpul di meja makan


"bagaimana perkemahan kalian" Yui

__ADS_1


"menyenangkan" Yeri dan Hendry secara bersamaan


"apa lagi Yeri nekat untuk" ucapan Hendry pun terpotong karena, kaki nya di tendang oleh Yeri


kini Yeri pun menatap tajam ke arah Hendry


"nekat untuk apa" William


"ahh..itu maksud Hendry dia bilang aku nekat mencari kayu bakar sendiri saat perkemahan begitu kan maksud mu hen" Yeri sambil mengambil garpu dan menusuk daging ayam yang berada di piringnya dengan keras, sambil menatap Hendry dengan tatapan tajam dan sambil tersenyum


"ah..iya, itu maksud ku" Hendry


"seperti nya ada yang di sembunyikan oleh kedua bocah ini" batin Rey sambil mengamati kedua adiknya itu


keesokan harinya, disekolah Yeri dan yang lainnya sedang duduk di kursi kantin sekolah dan masih jam istirahat


"ingat nanti jam 6 ke sekolah" ellisa yang baru saja menguyah makanannya


"ya Bu ketua kelas" Dean


jam 6 sore mereka akan ada kelas tambahan untuk kelas mereka saja, karena sebentar lagi akan ada ulangan, jadi wali kelas mereka tak ingin nilai kelas murid²nya hancur seperti tahun kemarin, waktu berjalan dengan cepat kini sudah jam 6 sore dan semua murid di kelas Yeri pun sudah berada di kelas, saat pertengahan pelajaran tiba² saja terjadi pemadaman, semua murid pun menjadi gaduh


"yer, Yeri" Hendry yang memanggil Yeri yang berada di depannya


"hmm" Yeri, ia pun menghadap kearah Hendry


"perasaan gw gak enak nih" Hendry


"alahh biasa aja kali, jugaan cuman pemadaman biasa aja, gak usah di bawa panik, santai aja" Yeri

__ADS_1


"diam semua, diam², lanjutkan belajar kalian" ucap pak guru sambil memukul² penggaris ke meja


tiba² saja lampu pun hidup kembali, setelah beberapa menit lampu mati lagi, beberapa jam kemudian kelas pun selesai lampu pun masih mati, semua murid sudah pulang kecuali Yeri, Hendry, ellisa, dean,Deanda, dan Ken. mereka masih di dalam kelas sambil bermain kartu uno


__ADS_2