Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 49


__ADS_3

andre pun mengabari bosnya setelah beberapa menit william dan yang lain sampai di RS ivan william langsung berlari menuju ke ruangan yui


"Brak" suara pintu terbuka dengan keras


"yui" william


yui yang tadi melihat jendela tiba² terkejut karena mendengar suara pintu terbuka dengan keras, ia langsung menatap siapa membuka pintu itu dengan sangat keras, william langsung menuju ke arah yui dan langsung memeluknya dengan erat, yui yang tampak kebingungan ia sama sekali tak membalas pelukan dari william


"siapa" yui


william yang mendengar ucapan dari yui seperti kesambar petir ia baru ingat perkataan dari ivan, kalo yui hilang ingatan sepenuhnya, ia langsung melepaskan pelukannya


"aku adalah suamimu yui" william


"suami?" yui


"kapan aku menikah" gumam yui


william yang mendengar gumam yui ia langsung menjawab


"1 tahun yang lalu kita sudah menikah sayang" william


yui yang menatap yui, dengan tatapan tak percaya kalo ia sudah menikah


"kau tidak percaya" william langsung mengambil ponselnya dan menunjukkan poto pernikahan mereka


"lihat, kau sudah percaya" william


yui pun hanya mengganggukkan kepalanya, yui langsung menatap 3 pria yang berapa di belakang william, william yang melihat itu langsung mengode kepada 3 anak buahnya


"saya adalah alex, seketaris pribada tuan william nyonya" alex


"saya andre nyonya, anak buah dari tuan william" andre


"dan saya adalah kaizo nyonya, saya juga anak buah dari tuan william" kaizo


"william?" yui


"itu adalah aku sayang, suamimu William Devano" william


yui langsung mengangguk


"kaizo kabarilah michel, kalo yui sudah sadar" william


"baik tuan" kaizo


kaizo pun keluar dari ruangan, dan langsung menelpon michel


"hallo michel apa aku mengganggumu, maaf mengganggu waktumu" kaizo


"ahh.. tentu tidak, aku baru saja selesai rapat, ini mau makan siang, ada apa?" miche


"ada kabar baik, nyonya yui sudah sadar" kaizo


"HAH, BENERAN, syukurlah hiks.. hiks.." michel


"ehh..kenapa kau menangis" kaizo


"tidak, aku cuman sangking bahagia mendengar kalo yui sudah sadar" michel


"oh.. baiklah" kaizo

__ADS_1


"terimakasih sudah mengabari berita bahagia ini kai" michel


"iya, sama² chel" kaizo


"baikalh, kalo begitu aku akan mengabari keluarga yui bye²" michel


"bye²" kaizo langsung menutup telponnya


michel pun mengabari keluarga yui, michel dan keluarga yui memutuskan besok mereka akan pergi ke kota M


keesokan paginya jam 08.00 am michel dan keluarga yui berngkat


di RS ivan


william yang sedang menyuapi yui makan


"sudah will" yui yang menahan sendok makan yang berada di tangan william


"tinggal satu suap lagi, ayolah" william


"tidak" yui


"ayolah sayang ini tinggal satu loh, kasihan makananya kalo kebuangkan" william yang menyodorkan sendok ke arah yui


"AKU BILANG TIDAK MAU" teriak yui


"baikah², kenapa harus marah hah" william


"kau yang membuatku marah" yui dengan muka yang cemberut


william yang melihat wajah istrinya yang sedang marah membuatnya semakin gemas


"hemm" yui


"kau memaafkan ku sayang" william


"hemm" yui


"hmm.. baiklah kalo begitu aku akan pergi sebentar kau istirahatlah" william


"kau akan kemana" yui


"aku akan kekantor sebentar" william sambil mengelus kepala yui


"hemm.. hati²" yui sambil terseyum kepada william


william pun membalas seyuman yui, ia langsung keluar dari ruangan yui dan memasang wajah datarnya lagi


jam 5 sore, yui yang berada di taman RS ditemani oleh arin, william pun pulang dari kantor dan langsung menuju ke RS sesampai di RS william langsung menuju keruangan yui, saat dia masuk ia tak melihat istrinya di sana ia langsung panik, ia pun menghampiri kedua anak buahnya yang menjaga di depan ruangan VVIP yui


"dimana istriku" william


"di taman RS tuan" ucap salah satu penjaga


william langsung menuju ke taman RS, ia melihat yui yang sedang berbicara dengan arin


"arin, apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu" yui


"tentu nyonya, katakanlah" arin


"apa perkerjaan suamiku" yui

__ADS_1


"tuan william adalah pemilik perusahaan terbesar di kota M, dan juga ada perkerjaan lain yang dimiliki oleh tuan william" arin


"sebaiknya aku tak menjawab kalo tuan adalah seorang pemimpin dunia bawah, kalo aku bicara pasti nyonya akan kenapa²" batin arin


"apa itu" yui


"saya tidak bisa mengatakannya nyonya, nanti suatu saat nyonya pasti akan tau" arin


"ah..ayolah arin beritau aku" yui dengan muka memelas


"maaf nyonya saya tak bisa" arin


"yui" william


"will" yui


william langsung mengkode kepada arin, arin pun langsung pergi


"kenapa lama, katanya tadi sebentar" yui


"maaf tadi ada urusan mendadak, apa yang kau bicarakan dengan arin" william


"tidak ada" yui


"benarkah, sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku" william


"tidak ada william" yui


"benarkah?" william


"kau tak mempercayai ku" yui


"percaya sayang" william sambil mengelus kepala yui dengan lembut


"will" panggil yui


"ada apa sayang" william


"apa kau memiliki wanita lain selain aku" yui


"hahahah.. tentu saja tidak, aku sangat mencintaimu yui" william sambil mencium punggung tangan yui


"benarkah" yui


"ya sayang, kenapa kau bicara seperti itu, kau curiga kepadaku" william


"hemm tidak" yui


"hmm baiklah, ohh.. ya keluargamu hari ini akan mengunjungimu, sepertinya mereka dalam perjalanan menuju kesini" william


"keluarga" yui


"iya, kau tak senang" william


"siapa yang tak senang, jika seseorang bertemu dengan keluarganya" yui sambil menatap langit yang akan menjelang malam


"yui ayo masuk, hawanya disini sudah mulai dingin" william


"hmm" yui


jam 7 malam keluaga yui baru sampai di bandara kota M ,dan langsung di jemput oleh andre dan kaizo, jam 8 malam mereka langsung kerumah sakit menemui yui

__ADS_1


__ADS_2