Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 73


__ADS_3

Di mansion


kini William marah besar karena anak buahnya tak becus mencari keberadaan istri dan anaknya


"suruh markas pertama menelusuri kota A dan markas² lainnya yang berada di kota lain, CEPAT" titah William


"baik" Andre, kaizo


setelah 2 hari William mendapatkan info bahwa Yui berada di kota A, dan ia tinggal disebuah Villa mewah, dekat dengan pantai, William pun berangkat ke kota A, setelah beberapa jam William pun sampai di kota A dan ia langsung menuju dimana istrinya berada, sampai pun William disebuah Villa yang dimana Yui tinggal di Villa tersebut, William sampai di villa sekitar jam 12 malam, kini Yui hanya berdua saja ia dan anaknya, kini Michel kembali ke apartemen dan bibi yang bersih² disana juga sudah pulang karena tugasnya hanya bersih² dan selesai membersihkan villa ia langsung pulang


"Villa siapa ini, apa jangan² yui bersama seorang laki² lain, tapi tak mungkin di dalam Villa ini tak ada kendaraan sama sekali, dan bagaimana caraku masuk" gumam William


"bos, lihat ada tangga di jendela itu" Andre sambil menunjuk tangga itu


"ya kau benar juga, tapi aku harus memanjat pagar ini dulu, kau kembali lah ke markas utama" William


"baik bos" Andre


"ohh ya sisakan 2 anak buah untuk menjaga di depan gerbang" William


"baik, akan saya siapkan" Andre


William pun memanjat pagar yang tinggalnya sekitar 3 meter, selesai memanjat pager gini William langsung menaiki tangga yang menempel di tembok yang akan mengarah ke lantai 2 dari villa tersebut, sampai di jendela ia pun membuka jendela secara perlahan, ia melihat istrinya yang cantik kini tertidur pulas, William pun langsung masuk ke dalam, ia berjalan secara perlahan menuju ke istrinya, dan langsung mengusap wajah cantik Yui


"kau pasti sangat marah denganku kan sayang, kau pastinya tak ingin melihatku berada disisi mu" William


merasa ada sesuatu di wajah yui kini ia terbangun, dan ia terkejut dan ingin teriak tapi mulutnya dibungkam oleh tangan kekar suaminya


"tenang Yui ini aku, tenanglah" William sambil melepaskan tangannya yang berada di mulut istrinya

__ADS_1


"kau, kenapa kau kesini hah" Yui dengan tatapan tak suka


"ssstttt, kecilkan suaramu Rey sedang tidur, aku kesini, karena aku ingin menjelaskan permasalahan yang waktu itu, agar kau tak salah paham" William


"sudahlah diam, sekarang kau pergi dari sini, sekarang" Yui dengan nada yang tertekan dalam setiap katanya kepada William


"tapi, aku" William


"apa kau tak mendengar perkataan ku, setelah kau pergi aku hanya ingin memberi tau sesuatu kepada mu" Yui


"sesuatu, apa" William


"aku ingin, bercerai" Yui


"mengapa hah" William


"kenapa, kau tak senang, seharusnya kau senang bukan, kau bisa menikahi wanita yang memelukmu itu" Yui


"kenapa diam tampar saja, ayo tampar" Yui


mendengar perkataan Yui membuat William semakin emosi, ia pun akan mencium paksa b*bir yui, tapi tak berhasil kini tangan Yui berada di mulut William, kini William melepaskan tangan Yui dan menggenggam dengan erat, itu membuat Yui kesakitan


"jangan berani² menyentuhku, kau paham" Yui sambil melepaskan tangan William yang berada di pergelangan tangannya


kini mata mereka saling bertatapan, William yang melihat mata Yui ia tau matanya menunjukkan kebencian dan kemarahan yang mendalam


"mengapa hah, aku tak boleh menyentuh mu, kenapa, bukannya aku suamimu" William langsung membuka bajunya


"kau, apa yang akan kau lakukan, jika kau macam² tak segan² aku akan membunuhmu dengan cara apapun itu" Yui

__ADS_1


William pun langsung mencengkeram rahang Yui dengan erat


"ka kau, kau menyakiti ku william" Yui yang berusaha untuk melepaskan tangan kekar itu yang berada di rahangnya


"sepertinya aku harus menggunakan kekerasan, agar kau menurut kepadaku yah, seperti dulu apa kau ingat, kau langsung menurut kepadaku, dan hasilnya sangatlah memuaskan kini kita mendapatkan putra yang tampan seperti ku, apa aku harus melakukan nya seperti dulu" William yang semakin akan melakukan aksinya


"Lepas, LEPASKAN AKU" Yui sambil meraih vas bunga yang berada di nakas, setelah berhasil meraih vas itu Yui pun langsung memukul kepala William menggunakan vas itu, tapi tak membuat William berhenti


"apa kau ingin membunuhku dengan vas, kecil itu, itu tak akan mempan sayang hahahaha" William dengan tawanya yang menyeramkan


"baiklah, siksalah aku semau mu" Yui yang pasrah dalam keadaannya yang sekarang


mendengar perkataan Yui, William pun langsung memberhentikan aksinya, ia pun langsung turun dari ranjang Yui dan memakai bajunya kembali, kini darah yang berada di kepalanya bercucuran kemana², tapi bagi dia hanyalah luka kecil


"kau akan kemana, apa kau akan meninggalkan aku"


"itu tak mungkin, aku tak ingin meninggalkan mu, ataupun bercerai denganmu, aku ingin selalu berada di sampingmu Yui, seumur hidupku" William


"ya sudah tinggal lah disini" Yui


William yang mendengar ucapan Yui dengan cepat melangkah kearah Yui sambil tersenyum bahagia


"benarkah, kau tak marah lagi denganku" William sambil memegang tangan Yui


"hmm..obatilah lukamu dan tidurlah di kamar sebelah" Yui


dengan cepat seyuman bahagia itu pun menghilang, dan menjadi muka datar lagi


"baiklah" william sambil menuju ke arah pintu

__ADS_1


"pfftt" Yui sambil tertawa kecil


HELLO GUYS SELAMAT MENJALANKAN PUASA YOO..SEMOGA PUASA KALIAN LANCAR DAN BERKAH AAMIIN, DI TUNGGU CHAPTER SELANJUTNYA YAHH DADAHHH, AUTHOR SAYANG KALIAN SEMUA


__ADS_2