
"kau itu akan kembali ke kehidupan ku Yui, dengan paksaan, aroma tubuhmu ini, sungguh membuatku menginginkannya" William sambil mencium ujung rambut Yui yang indah dan wangi itu
"ku mohon kepada mu Will, jangan melakukannya" Yui dengan mata yang berkaca²
kini William pun mematikan rokoknya dan membuka jas dan kemejanya, yang memperlihatkan badan kekarnya dan penuh dengan tatto itu, kini ia mendorong tubuh Yui ke ranjang, ia pun langsung menindih Yui
"kumohon jangan, Will" Yui dengan mata yang berkaca²
kini William pun langsung membungkam bibir Yui dengan bibirnya, dan menciumnya dengan sangat dalam, tangan Yui yang memukul² di dada kekar William, William pun melepaskan ciumannya dan pindah ke leher jenjang Yui
"hentikan will, akhh" Yui
saat William melihat air mata yang keluar dari wajah Yui, kini dia menghentikan aksinya, ia pun langsung turun dari badan Yui dan memakai kemejanya, ia pun langsung keluar dari kamar itu, tanpa memperdulikan Yui yang masih terantai
"Will, lepaskan aku, LEPASKAN AKU SI*LAN" Teriak Yui
....................................................
__ADS_1
di villa Adam, kini Adam yang sedang mencari keberadaan Yui, tapi tak di temukan, ia juga sudah menelpon Yui tapi tak ada jawaban
"dimana dia ini, atau jangan², ck si*lan" Adam sambil menelpon asisten nya, yaitu Steve
"hallo tuan" Steve dalam telpon
"lacak lokasi yui hari ini juga, jika sudah di temukan hubungi aku" Adam
"baik" Steve
kini Steve tak kunjung mendapatkan dimana keberadaan Yui, dikarenakan Yui disembunyikan di ruangan paling dalam, dan susah untuk jangkau
"jangan takut sayang, aku tak akan melakukan apapun" willi
"William, bisakah kau melepaskan aku" Yui
"tentu" William, ia pun mendekat kearah Yui dan berbisik
__ADS_1
"jika kau ingin keluar dari sini, puaskan aku dulu, selama beberapa tahun ini aku tak menyentuh wanita sama sekali sayang, aku hanya ingin melakukan hal itu hanya dengan dirimu saja" William sambil mencium leher Yui
"menjauh lah, aku tak Sudi" Yui kegelapan
kini William pun mengambil makanan yang berada di atas nakas, lalu ia pun menyuapi Yui
"buka mulut mu, ayo" William sambil menyodorkan sendok yang berisikan nasi dan lauk pauk
Yui pun membuka mulutnya, setelah selesai makan kini William pun melepaskan rantai yang berada di kedua tangan Yui
"jangan harap kau bisa keluar dari ruangan ini, sayang" William sambil tersenyum smirk, ia pun meninggalkan Yui
"Dia, dia benar² breng*ek" Yui sambil menggertak giginya
"bagaimana pun, aku harus bisa keluar dari sini" gumam Yui sambil menggaruk kepalanya, tiba² saja dia mempunyai ide, ia mengambil Bobby pun yang berada di rambutnya, ia akan membuka pintu kamar yang terkunci itu dengan Bobby pin
"semoga ini berhasil" Yui dengan berusaha sebisa mungkin
__ADS_1
"ohh ya, aku perlu peniti juga, tapi dimana, pasti ada di lemari" Yui sambil membuka laci yang berada di dalam lemari, akhirnya ia pun menemukan peniti
dengan berusaha keras menggunakan kedua benda itu untuk membuka pintu, akhirnya berhasil juga, kini Yui pun keluar dari kamar itu, setelah keluar ia kebingungan, lorong mana yang harus ia pilih, kanan atau kiri, lorong itu sangat gelap, sunyi, dan seram, kini ia pun memilih lorong bagian kanan, tiba² saja