
"mulai hari ini, aku tak ingin melihat wajah wanita ini lagi, rasanya ingin membuatku muntah" Yeri dengan tatapan tajam ke arah Anna yang terduduk di lantai
"yerii" Yui
Yeri pun langsung menuju ke kamarnya dan diikuti oleh Hendry, Yeri pun langsung menutup pintu dengan keras yang membuat Hendry terkejut
"yeri, aku masuk yah" Hendry yang sambil mengetuk pintu kamar kakaknya itu
"hmm" Yeri
Hendry pun masuk ke kamar Yeri dan duduk di ujung ranjang Yeri
"Yeri, kenapa kau mengusir tutor itu, dia kan hanya melarang mu bermain hp saat jam pelajaran" Hendry
"jika kau membelanya, sekarang keluar dari kamarku" Yeri
"ehh..maksudku bukan begitu, aku cuman ingin bertanya denganmu mengapa kau tak suka dengan tutor itu"
"aku tau tak tahu sekarang banyak para wanita murahan yang sedang mengejar² kakak, apa kau tak lihat apa yang dia lakukan, dia hanya mencari muka saja di keluarga kita hen, dan pastinya ia berencana menggoda kakak, tak akan kubiarkan jal*ng itu kembali lagi ke rumahku" Yeri
"aku tau itu, tapi perlakuan mu sangat tidak" ucapan Hendry pun terpotong
"pergi, sekarang pergi dari kamarku, apa kau tidak mendengarkan ku hen" Yeri
"iya², slow aja kali neng" Hendry pun langsung berlari menuju keluar dari kamar Yeri
"Hendry keparat" Yeri
keesokan harinya kini Yeri sedang dalam pelajaran
"yer" Hendry yang sambil menendang² kursi Yeri yang berada di depannya
__ADS_1
"apaan sih" Yeri dengan suara pelan sambil menoleh ke belakang
"no 23 apa" Hendry
kini Yeri pun menjulurkan lidahnya ke arah Hendry
"Yeri si*lan, cepat kasih tau" Hendry sambil menendang² kursi Yeri, yang membuat Yeri semakin geram dengan tingkah laku Hendry
"heii, yang di belakang ngapain" pak guru
"Hendry kentut pak, bauk banget" Yeri sambil mengkibas² kan tanganya yang tepat di hidung
kini semua murid yang berada di kelas pun tertawa
"dasar Yeri, awas saja kau nanti" Hendry
"DIAM SEMUANYA, sudah bapak bilang berkali², kalo ingin buang angin di luar agar konsentrasi tak terganggu" pak guru
kini ellisa, Deanda, Ken, dan Dean sedang berada di rumah Yeri
diruang belajar
"ingat besok, kita akan melakukan misinya" Yeri
"hmm" Ken
"kenapa aku deg degan yah" Hendry
"lebay ihh.. Hendry" Deanda
"tenang saja, kau tinggal merekam pembicaraan dengan orang yang telah mengambil anak² yang kabur dari rumah, perekam suara itu akan menyambung ke ponselku" Yeri
__ADS_1
"hmm, baiklah" Hendry
"ohh..ya apa kalian kenal dengan yang namanya Anna, tutor ku dan hendry" Yeri
"Anna, dia juga tutor ku" ellisa
"huh, benarkah" Yeri
'hmm, memangnya ada apa" ellisa
"dia itu sungguh menyebalkan, aku muak sekali melihat wajahnya" Yeri
"asal kau tau Yeri, aku juga tak suka dengannya" Deanda
"benarkah" Yeri
"iyaa" Deanda
tok², kini ada seseorang yang mengetuk pintu ruang belajar mereka, orang itu pun masuk, ternyata ia adalah Anna
"Anna" ellisa
"ahh, ternyata kalian semua berada disini" Anna
"cihh, menyebalkan" Yeri yang tak suka dengan keberadaan Anna
kini Anna hanya diam saja dengan tingkah laku Yeri, ia masih sabar menghadapi sikap anak itu
"wahh..lihat wanita ini, masih berani masuk ke rumahku, bukankah kau lebih baik masuk ke bar" Yeri sambil tertawa
"pfftt" Deanda tertawa kecil yang masih terdengar dengan semua orang yang ada di sana
__ADS_1