
Ellisa dan Deanda pun langsung menutup mulut mereka dengan tangannya, karena terkejut apa yang mereka lihat hari ini
"benar² keji" Yeri
"mereka memperkerjakan anak di bawah umur di bar" Dean
"haa..tapi bukan hanya di bar, mereka juga di pekerjakan di Perusahaan lain milik WIT Grup, atau bisa di bilang cabang dari WIT Grup
"ini tak bisa dibiarkan, kita harus menghancurkan perusahaan itu" Yeri
"tapi bagaimana carinya" Deanda
"aku punya ide" Ellisa
"apa itu" Yeri
"terimalah pekerjaan itu" Ellisa
"tapi, bagaimana dengan kegiatan ku" Yeri
"bukankah sebentar lagi, sekolah akan libur panjang" Ellisa
"ahh iya, tapi bagaimana dengan ayah dan ibu, bagaimana kalo mereka tau" Yeri
"tak akan ketahuan, selagi kita menyembunyikan dengan rapat" Ellisa
__ADS_1
"lalu bagaimana" Yeri
"hancurkan perusahaan itu dari dalam" Ellisa
"tapi, bagaimana caranya" Yeri
keesokan harinya, kini Yeri sedang bertemu dengan seseorang, yaitu Dion, kini mereka saling bertemu di tempat pertama kali mereka bertemu, yaitu bar Lily
"ahh..bagaimana nona, apa anda berubah pikiran" Dion
"hmm, tujuan saya menemui anda karena saya menerima tawaran anda tuan dion, saya harap lowongan itu masih ada, dan maaf jika saya mengganggu waktu anda" Yeri
"ahh..tidak tidak sama sekali nona, dan lowongan kerjanya masih ada, tapi sebelum itu, bolehkah saya mengecek identitas anda terlebih dahulu" Dion sambil melipat kakinya dan memperbaiki kaca matanya
"tentu" Yeri sambil memberikan kartu identitas nya kepada Dion
"huff.. syukurlah Ellisa sudah memberikan identitas palsuku" batin Yeri
"ngomong² nona Aria, anda ini sangat mirip dengan anak dari seseorang yang paling terpengaruh di kota M ini, siapa nama anak itu yah, hmm..ahh..iya, namanya adalah Yeri Devano" Dion sambil tersenyum dan memperbaiki kaca matanya lagi
"ahh.. mungkin itu hanya kebetulan saja, saya hanyalah pendatang baru" Yeri
"ohh..begitu, jadi tujuan anda ke kota M ini, karena apa" Dion
"itu karena saya sedang mencari pekerjaan" Yeri
__ADS_1
"wahh.. kebetulan sekali yah, anda sekarang sudah mendapatkan pekerjaan" Dion
"iya tuan Dion, ngomong² berapa gajinya" Yeri dengan malu²
"ahh..tenang saja kalo soal gaji nona" Dion
"ahh..baiklah kalo begitu" Yeri
"kalo begitu besok bisakah anda ke kantor saya, yang berada di jalan xxx" Dion
"ahh.. tentu" Yeri
selesai pertemuan, Yeri pub langsung menuju ke villa, villa yang di belikan oleh ayahnya untuknya dan saudara²nya. di villa kini sudah ada Ellisa,Ken, Hendry, Dean,dan Deanda yang sedang menunggu ke datangan Yeri di ruang tengah, beberapa menit kemudian Yeri pun datang, dan langsung duduk di ruang tengah
"bagaimana" tanya Ellisa
semua orang pun penasaran untuk mendengar jawaban dari Yeri, kini Yeri langsung menundukkan kepalanya, semua orang yang melihat tingkah laku Yeri membuat mereka semakin penasaran
"ada apa, bicaralah" Ellisa
kini tak ada jawaban dari Yeri, tiba² saja Yeri langsung memberikan jempol
"Aiss, anak ini kebiasaan" Hendry sambil mencibir kan bibirnya
"jadi ell, bagaimana mana selanjutnya" Yeri
__ADS_1
"carilah informasi² yang mereka tutupi, saat itu Ailee memberitahu ku bahwa di bar Lily itu mereka menggunakan obat²tan terlarang, obat²tan itu di jadikan makanan ringan dan minuman yang lain, yang di buat oleh bar Lily sendiri" ellisa