Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 41


__ADS_3

"tolong, tolong" yui sambil melambaikan tangannya badannya yang sudah terkena arus sungai


ia pun tenggelam, tiba² ada sosok seorang pria menyelamatkannya


"siapa" batin yui dengan penggelihatan yang buram


pria itu langsung mencium yui, pria itu pun membawa yui kedaratan, ia langsung membawa yui ke rumah sakit


beberapa jam kemudian ia pun melihat ruangan yang asing dan serba putih


"dimana aku" yui dengan suara lemas


"bagaimana aku bisa sampai di rumah sakit" gumam yui


yui pun berusaha untuk mengingat kenapa ia bisa di rumah sakit


"ohh.. ya aku kan melompat dari jembatan "yui"


"aaaaaa apakah aku sudah mati" yui sambil mencubit dirinya sendiri


"sakit" gumam yui


"ehh anda sudah sadar nona" suster


"suster bagaimana aku bisa sampai kesini" yui


"apakah air sungai membawa ku sampai ke sini, itu tidak mungkin bodo sekali aku" batin yui


"tadi ada seorang pria mambawa anda kesini, katanya anda tenggelam" suster


"seorang pria, siapa dia" yui


"kalo tidak salah namanya adamsion nona" suster


"ngomong² bagaimana anda bisa sampai tenggelam, apakah anda bunuh diri" suster


"hmmm..iya" Yui dengan ragu menjawabnya


"apakah anda ada masalah nona" suster


"hmm" yui


"ehh.. maafkan aku nona membahas kehidupan pribadi nona" suster


"ahh..tidak apa²" yui


"jika anda ada masalah jangan lakukan hal itu lagi nona, apakah bunuh diri akan memperbaiki semua masalah, di dunia ini tak ada yang namanya rintangan, semuanya pasti akan mengalami masa² yang sulit, jika kita menjalaninya pasti akan membaik, karena tuhan tak ingin melihat hambanya cepat menyerah, ia ingin melihat hambanya tidak pantang menyerah dalam masalah apapun itu, jadi kita harus menjalaninya dengan semangat jangan menyerah nona" suster

__ADS_1


"ahh.. kau benar, betapa bodonya aku, mengambil jalan yang salah, terimakasih, siapa namamu?" yui


"lily nona, kalo anda" lily


"yui" yui


"ahh..apakah anda istri dari tuan Devano" lily


"ehh, bagaimana kau tau" yui


"karena tuan Devano saat hari pernikahannya ditanyangkan di layar lebar di area alun² kota nyonya" lily


"ahh.. tidak usah memanggilku nyonya, panggil saja yui" yui


"ehh, saya tidak enak nyonya" lily


"ahh.. baiklah" yui


"ohh.. ya nyonya tuan adamsion juga sudah membayar biaya rumah sakit anda" lily


"dimana dia sekarang" yui


"dia sudah pergi nyonya" lily


"ahh.. aku belum mengucapkan terimakasih kepadanya" yui


"baiklah, terimakasih lily" yui


......................................


"kalo boleh tau siapa tadi yang telpon, ada masalah kah" carren


"hanya seketaris" william


"ada hal yang mendesak kah" carren


"tidak ada" william


"ohh.. baiklah" carren


"william ini sudah jam 10 aku harus pulang, takutnya nanti kemalaman" carren


"ohh.. baiklah, apakah kau menyetir sendirian" william


"ya will" carren


"ohh.. kalo begitu mau aku antar tidak" william

__ADS_1


"ahh..tidak usah, terimakasih" carren


"hmm.. baiklah" william


"hati² carren" william


"iya kau juga will" carren


william pun pulang


"selamat malam tuan" pak sam


"malam" william


"tuan seketaris alex menunggu anda di ruang kerja" pak sam


"baiklah" william


william langsung menuju ke ruangan kerjanya


di ruang kerja


"ada apa alex" william


"tuan, nyonya yui dia" william


"lupakan saja dia, dia sudah mati" william


"apakah tuan tidak akan menyesal" alex


"untuk apa aku menyesal" william


"tuan anda harus baca ini" alex sambil memberikan sebuah map


william pun mengambil dan membacanya


"apa, tidak, ini tidak mungkin, ini bohong kan alex" william


"tidak tuan itu, sudah menjadi kenyataannya" alex


"selama ini yang mendonorkan ginjal padaku adalah yui, mengapa aku mengusirnya" gumam william


"aku, aku sudah membuatnya menderita" william


"alex cepat cari dia, cepat" william yang mengacak² rambutnya


william yang tampak frustasi dengan keputusannya sendiri

__ADS_1


"yui ternyata kau adalah wanita itu, komohon jangan tinggalkan aku, aku mohon kembali lah" gumam william


__ADS_2