Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 108


__ADS_3

"aku ingin, Hendry dan Ken menyamar menjadi anak yang kabur dari rumah" Yeri


"APA" teriak Hendry


Ken yang baru minum langsung menyemburkan minumannya, karena terkejut mendengar perkataan dari Yeri


"kecilkan suaramu hen, orang² melihat kita gara² kau" Yeri


"entah nih, Hendry" Deanda


"kenapa harus aku" Hendry


"kau tak mau, membantu temanmu" Yeri


"bukan begitu, mau tapiii" Hendry


"ayolah, kalian tinggal menyamar saja" Yeri


"lalu, bagaimana" Ken


"kalian tinggal mencari informasi kemana perginya anak² yang kabur dari rumah, setelah mendapat kan informasi yang lengkap, kalian langsung kabur saja, lalu aku dan yang lainnya akan menjemput kalian, bagaimana" Yeri


kini Hendry langsung menatap Ken, dan Ken langsung menatap Hendry dan tatapan mereka pun langsung berpaling kearah Yeri


"bagaimana" Yeri


"baiklah" Hendry dan Ken bersamaan


"hmm,baiklah kita akan mulai 2 hari lagi" Yeri


"huh, kenapa begitu cepat" Hendry

__ADS_1


"bukankah lebih cepat lebih baik" Yeri


"ahh..iya" Hendry


"tapii, bagaimana dengan orang tua kita" Deanda


"tenang, itu belakangan saja, bukankah bisa kalo bilang ada kelas tambahan, atau kerja kelompok dirumah teman kita yang lainnya" Yeri


"hmm, baiklah" Deanda


selesai berdiskusi kini mereka pulang kerumah masing²


di mansion William, kini Yeri dan Hendry baru masuk, saat di ruang utama, kini ia melihat ibunya dan seorang wanita cantik dengan rambut hitam yang terurai


"si kembar sudah pulang" Yui


"Bu, dia siapa" Yeri


"huh tutor, bukankah aku sudah mendapatkan kelas tambahan dari wali kelasku, mengapa ibu menyewakan tutor untuk ku dan hendry" Yeri


"Yeri dengarkan ibu dulu, ini hanya beberapa hari saja, bukankah seminggu lagi kau akan ulangan" yui


"hmm" Yeri


"sekarang kalian bersiap lah" Yui


"hmm, Hendry ayo" Yeri ia pun menuju ke kamarnya, saat akan menuju ke kamar nya, ia melihat Anna dengan tatapan tajam, Anna yang melihat itu hanya diam dan tenang tapi di dalam hatinya sangat lah takut


mereka pun masuk ke kamar masing², selesai siap² mereka langsung menuju ke ruang belajar


di ruang belajar, disana sudah ada, Yeri, Hendry, dan Anna

__ADS_1


"tak ku sangka, aku menjadi tutor dari anak tuan Devano, semoga saja aku tak melakukan kesalahan, kalo tidak, tamatlah riwayat ku" batin Anna


"ahh, menyebalkan sekali" Yeri dengan suara pelan, kini Yeri pun langsung mengambil hpnya


"Yeri, bisakah taruh hpmu dulu" Anna


"kenapa" jawab Yeri santai tanpa melihat kearah Anna


"ini masih jam belajar" Anna


"ck, terserah ku" Yeri, yang masih lanjut bermain hp


"Yeri, apa kau tak mendengar kan aku" Anna


Yeri pun emosi ketika ia di bantah oleh orang asing, ia pun langsung memukul meja dengan keras


BRAK


"YAA, berani sekali kau huh, memangnya kau ini siapa huh, seenak mu untuk mengaturku, sekarang kau pergi dari rumahku, AKU BILANG PERGI SI*LAN" bentak yeri, sambil menyeret Anna dengan kasar


kini Yeri menyeret Anna sampai di pintu utama mansion, mendengar keributan, kini William dan Yui pun keluar dari kamarnya


"ada apa ini" William


"apa ayah tak tau, orang ini sungguh membuatku ingin muntah" Yeri


"Yeri sudah" Hendry sambil memegang lengan Yeri


"LEPASKAN" bentak Yeri sambil melepaskan tangan Hendry


"mulai hari ini, aku tak ingin melihat wajah wanita ini lagi, rasanya ingin membuatku muntah" Yeri dengan tatapan tajam ke arah Anna yang terduduk di lantai

__ADS_1


__ADS_2