
di sisi lain kini Arin dan kaizo mereka mengunjungi swalayan dimana tuan dan nyonya mereka dalam bahaya...
"ayo kita cek CCTV saja" Arin sambil menunjuk CCTV yang berada di luar swalayan
"ayo" kaizo
"permisi, kami ingin melihat rekaman CCTV sekitar jam 3 sore diluar swalayan" Arin
"baik, sebentar ya nona" ucap panjaga CCTV
"ini nona" ucap penjaga itu sambil menunjukan sebuah rekaman
Arin dan kaizo mengamati rekaman CCTV itu dengan saksama
"coba berhentikan pak" Arin
"baik" ucap menjaga CCTV
"ini, pasti dia lihat dia mengalungkan sebuah kamera dan juga ia mempoto ke arah kasir, saat nyonya dan tuan masuk berita mereka berada di kasir bukan" sambil menunjuk sang pelaku
"iya, itu pasti dia" kaizo
"tolong copy rekamannya ini pak" Arin
"baik, akan saya copy" ucap menjaga CCTV
sambil menunggu copyan rekaman Arin dan kaizo menunggu di sebuah cafe yang tak jauh dari swalayan, sambil mengisi perut mereka sembari dari tadi berbunyi terus
"ehh..kira² pewaris dari keluarga Devano laki² atau perempuan ya" kaizo
"entahlah, menurutmu" Arin
"laki²" kaizo
__ADS_1
"jika dia laki², pastinya sifatnya seperti tuan William" Arin
"pastinya, dan jika perempuan sikapnya akan seperti nyonya Devano" kaizo
"tentunya" kaizo
"ayoo, pastinya rekaman copy itu sudah selesai" Arin sambil melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangan nya
selesai mereka mengambil rekaman, mereka pun langsung menuju ke markas besar, dan ingin meminta bantuan kepada Andre, untuk melacak orang yang telah menyebarkan berita tentang majikan mereka, dengan alat canggih milik Black wolf yang bisa mendeteksi keberadaan seseorang
..........................................
di mansion kini Yui sedang duduk di halaman belakang sambil menikmati angin yang sangat sejuk di sore hari, tiba² saja William mengagetkan nya dari belakang
"Will..kau mengagetkan ku tau" Yui sambil memukul tangan kekar suaminya itu
"hahaha..siapa suruh melamun" William
William pun mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya
"ada apa sayang" William sambil memegang dagu Yui
"menjauhlah" Yui sambil berdiri dan ingin meninggalkan suaminya itu, namun langkahnya itu di hentikan oleh William dengan memegang tangan istrinya, dan ia langsung memeluk badan istrinya itu dari belakang sambil mengelus perut istrinya yang sudah membesar
"kau tak akan bisa menjauh dariku atau pun kabur dariku sayang" William sambil memeluk Yui
"jika aku menjauh" Yui
"aku akan terus mendekat kepadamu" William
"hmm.. terserah kau saja lah, ada apa kau kesini" Yui
"aku akan pergi ke markas" William
__ADS_1
"aku ingin ikut" Yui
"ti.." ucapan William pun langsung dipotong oleh Yui
"pokokny aku akan ikut" Yui
"haisss..baiklah" William sambil mengeluarkan napasnya dengan kasar
tiba² saja Yui hampir oleng karena ia tak berdiri dengan seimbang, untung saja William langsung menahan tubuh istrinya itu
"tuh kan, kau lelah bukan" William
"tidak, pokoknya aku akan ikut titik tidak pakai koma" Yui
"ck, baiklah" William
"kenapa dia sangat keras kepala sih" batin William
sampailah mereka di markas Black wolf
William pun langsung membawa Yui menuju ke ruang pribadinya
"kau tunggu disini jangan kemana², aku tak akan lama" William sambil mencium kening istrinya
"hmm..baiklah" Yui sambil melambaikan tangannya
"hmm..sekarang aku harus apa yah, seperti seru juga kali mengecek² ruangan ini" gumam Yui
Yui pun membuka² lemari dan laci² yang berada di ruangan pribadi suami nya, Namun tiba² ia terkejut dengan sebuah foto yang sudah robek yang menampakkan seorang wanita cantik dan seorang pria yang sedang memeluk wanita itu dari belakang, Namun sayang Yui tak tau siapa pria itu, dikarenakan bagian wajah pria itu robek, entah siapa yang merobek foto itu
"siapa dia, apa William mengenal wanita ini, apa aku tanyakan saja yah padanya, tidak² pastinya dia akan menghindari pertanyaanku. Berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dariku Will" gumam Yui dengan wajah yang sedih
Yui pun langsung memasukan foto itu ke dalam tasnya, berniat untuk membawanya
__ADS_1