
siang sudah berganti malam
bandara di kota A
"tante michel berangkat dulu" michel
"hati² nak, tante doakan semoga perjalanannya lancar" tina
"aamiin, terimakasih tante" michel
"kamu ini sudah tante bilang, panggil saja ibu, tante udah kenal kamu dari kecil loh ,tante juga udah anggap kamu sebagai anak tante sendiri jadi panggil aja ibu ya sayang" tina
"baik bu" michel dengan seyumannya
"michel jaga yui yah disana, dan juga papa nitip jastin" zeke
"ya pa" michel
"jastin jangan ngerepotin kak michel yah, dan nurut sama kak michel" tina
"ya ma" jastin
"ohh.. ya jas, jaga kesehatan ya disana kamu harus jaga kedua kakakmu disana, michel sama yui, nurut apa kata michel paham" yuri
"ya kakak... " jastin
"ya udah kami pamit pa, ma, kak, kakak ipar" michel
michel pun berangkat, sudah berjam² di pesawat ,michel pun sampai di kota M jam 06.00 am, ia pun pergi kehotel untuk istirahat jam 10.00 am ia mencari sarapan bersama jastin, michel pun mengabari william bahwa dia sudah sampai di kota M
michel: will, jemput kami di hotel xxx
^^^william: oke^^^
beberapa menit kemudian andre dan kaizo pun sampai di hotel
"dimana yah nona michel" andre
"sepertinya dia nona michel" kaizo sambil menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di lobby hotel
"permisi apa anda nona michel" andre
"iya, ada apa" michel
"kami di perintah tuan william untuk menjemput anda di hotel xxx" andre
"ohh.. ya, ayo jas" michel
__ADS_1
"ya kak" jastin
mereka pun sampai di mansion william
"waooo.. indah sekali" batin michel ia kagum melihat besar dan indahnya mansion milik suami sahabatnya itu
"selamat datang nona michel, tuan muda jastin" pak sam
"ya pak, pak panggil kami dengan nama saja, saya tidak enak di panggil seperti itu" michel
"baiklah, ayo saya akan mengantar kalian ke kamar masing²" pak sam
mereka pun istirahat di kamar masing² ,jam 2 siang mereka bangun dan makan siang, selesai makan siang michel dan jastin mencenguk yui di RS
di RS ivan, di rungan yui
"permisi" michel sambil mengetut pintu ruangan yui
ivan pun membukanya, kebetulan ada ivan yang baru selesai memeriksa yui
"apakah anda nona michel" ivan
"iya, panggil saja michel tuan" michel
"baiklah, panggil saja saya ivan, silakan masuk" ivan
"terimakasih" michel sambil menganggukkan kepalanya
"yui" michel dengan suara pelan, tiba² air mata michel mengaliar dengan deras dan langsung menuju ke arah yui dan mengelus wajah sahabatnya itu
"yui jni aku, ku mohon bangunlah, lihat aku disini, yui kenapa kau tak bangun hiks... hiks... lihatlah sahabatmu ini menangis, kau tak suka melihat ku menangis bukan, jadi laranglah aku yui hiks... hiks.. " michel dengan menangis histeris
william pun datang ke RS untuk melihat yu dan di ikuti oleh seketarisnya, saat sampai di pintu ia mendengar suara tangisan seorang wanita, ia langsung masuk
"michel" william
"bagaimana bisa yui sampai seperti ini" michel
"michel aku belum mengatakan sesuatu kepadamu" william
"apa, katakanlah" michel
"yui, dia.. dia hilang ingatan sepenuhnya" william
michel dan jastin yang mendengar itu seperti tersambar petir, mereka shok mendengar perkataan dari william ,michel yanh menutup mulutnya dengan tangannya dan menangis sejadi²nya
"aaagghhh.. hiks....hiks.. yui" michel
__ADS_1
"tenang lah kak" jastin
michel langsung menuju ke arah william dan langsung menamparnya
"PLAK"
"kakak" jastin
"BOS" ivan, andre, dan kaizo
"tuan" alex, arin
semua orang yang berada di sana sangat kaget melihat bosnya di tampar oleh seorang wanita, william yang memegangi pipinya, michel yang melihat william dengan mata yang melotot dan merah
"kau sebagai suami tak becus menjaganya, tapi kau bisa menjaga kotamu karena kau adalah pemimpian kota ini, tapi kau tidak bisa menjaga istrimu dengan baik, apakah kau mencintai yui HAH.., orang yang kau cintai adalah harta yang paling berharga di hidup kita, jangan sampai kau menyesal, karena kau tak bisa menjaganya" michel dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh air mata
"tenanglah kak" jastin, sambil menyuruh michel duduk di sofa ruangan yui
"apakah yui bukan kehidupanmu yang berharga" michel tanpa melihat kearah william
"dia sangat berharga bagiku" william yang mulai mengeluarkan air matanya
"jika orang yang sangat kau cintai meninggalkanmu selama²nya, apa yang akan kau lakukan" michel
"maaf" jwb singkat william, langsung pergi dari ruangan yui dan diikuti oleh alex
"bos kita kemana" alex
"bar xxx" william
william selalu ke bar xxx jika ia ada masalah yang menimpanya ia akan menenangkan dirinya disana sambil ditemani oleh alcoholnya, tiba² ada wanita penghibur yang langsung memeluk william dari belakang
"hai tuan, kau sangat gagah, pastinya enak" wanita itu
"pergilah pelac*r" william langsung mendorong wanita itu
"ahhh.. " wanita itu pun terjatuh
"kau ingin mati hah" william
"am.. ampuni saya tu tuan Devano, sa saya ti tdak tau kalo itu anda" wanita itu
"pergi atau ku bunuh" william sambil menodongkan pistolnya kearah wanita itu
wanita itu pun langsung pergi
"tuan anda tidak apa²" alex
__ADS_1
"tidak" william sambil megukkan alcoholnya
"apa aku katakan sekarang yah, tentang carren, ahh.. besok saja dah" batin alex