
seketika air yang berada di mulut Tasya pun menyembur kemana²
"hahaha..kakak ngeprank yah" Tasya
Michel pun langsung memberikan hpnya, yang berisikan berita tentang kematian Yui, tasya pun langsung membaca berita yang berada di hp kakaknya
"hah, yang benar aja, tapi siapa yang menembak kak Yui" Tasya
"entah, tapi kasus ini sudah di tutup atas permintaan suami Yui" Michel
"bukan kah, suami kak yui itu, Bos dari perusahaan terbesar di kota M" Tasya
"hmm" Michel
"haa..padahal aku ingin bertemu dengan kak yui" Tasya
"yui sudah memiliki anak bernama Rey, tapi naas Rey ditinggal oleh ibunya" Michel
__ADS_1
"hmm, semoga kak Yui tenang di sana" Tasya
"istirahat lah, kakak akan kembali ke kantor, seperti nya Kakak akan pulang malam. pakai ini jika kau ingin berbelanja, soalny di kulkas tak ada apa²" Michel sambil memberikan black card nya kepada Tasya
"baiklah" Tasya
Michel pun pergi dan langsung menuju ke kantor
kini Alex pun sudah samapi di markas utama yang berada dikota A
"siapkan obat² tan yang akan di kirim, nanti malam" Alex sambil menghidupkan rokoknya
tak terasa waktu begitu cepat, kini jarum jam menunjukkan pukul 7 malam, kini Tasya baru bangun dari mimpinya, ia pun langsung bergegas menuju ke swalayan terdekat dari apartemen kakaknya, karena perut nya sudah berbunyi, kini Tasya memilih jalan kaki di banding naik taksi, ia ingin menikmati suasana malam di kota kelahirannya itu, saat Tasya melewati gang² yang kecil dan gelap hanya ada lampu remang² di gang itu, kini ia merasakan ada sesuatu yang aneh di sekitar nya, ia mendengar seseorang seperti memohon agar tidak dibunuh, dan ia mencium seperti aroma darah yang sangat menyengat, terlihat seorang laki laki gagah dan tampan sedang membunuh seseorang dengan cara di tusuk di bagian jantungnya, Tasya yang melihat itu seperti mayat hidup ia hanya diam dan tak bergeming sambil menutup mulutnya dengan tangannya
kini napas Tasya terasa sangat sesak, ia baru pertama kali melihat kejadian semengerikan ini, suara napas sampai terdengar di telinga si pembunuh itu, kini pembunuh itu melihat Tasya dengan tatapan tajamnya, dengan aura seperti monster yang akan siap untuk memangsa lawannya, kini Tasya mundur secara perlahan, kini pembunuh itu pun mendekati Tasya secara perlahan dan santai, Tasya pun langsung berlari, dengan cepat pembunuh itu mengejar nya dan akhirnya Tasya pun tertangkap, pembunuh itu pun langsung memukul tengkukkan Tasya dan Tasya pun pingsan
"bereskan semuanya, jangan sampai ada bukti, aku yang akan mengurus tikus kecil ini" ucap pembunuh itu dengan terseyum smrik, ia pun membawa Tasya ke markasnya
__ADS_1
di markas
"byuuurrr" kini pembunuh itu menyiram air kearah Tasya
"AHH..SIAPA KAU" teriak Tasya
"tenanglah gadis kecil, aku tak akan menyakitimu, aku akan membunuhmu dengan cara yang tak menyakitkan" ucap pembunuh itu sambil mengelus wajah cantik Tasya, kini Tasya tak bisa berbuat apa² karena kaki dan tangannya di ikat dengan tali yang menyatu dengan kursi
"kumohon, lepaskan aku, hiks hiks, aku belum ingin mati" Tasya sambil menangis
"heh..kau sangat cantik jika kau menangis seperti ini" Alex sambil mencium ujung rambut Tasya
"JANGAN SEENAK JIDATMU UNTUK MENYENTUH KU BAJ*NGAN" teriak Sasha
"ck, kau ingin membuat telinga ku tuli yah, gadis kecil" ucap pembunuh itu sambil memegang dagu Tasya, pria itu pun langsung mencium bibir Tasya secara paksa
kini ciuman pertama Tasya telah diambil oleh pria yang tak dikenal itu
__ADS_1
"lezat" pria itu sambil memegang bibir kecil dan pink milik Tasya
siapakah pembunuh itu?