Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 89


__ADS_3

keesokan harinya, kini Andre sudah mengambil hasil tesnya, ia pun langsung memberikan kepada bosnya, William pun membaca hasil tesnya dan.....hasilnya


"pfftt hahahahahaha" tawa menyeramkan William


"dugaan ku benar bukan, dia itu Yui, Yui itu masih hidup, dan dia tak akan lepas dari genggaman ku, kemana pun dia berada aku akan selalu mengikutinya, akan ku pasti kan dia akan kembali ke kehidupan ku untuk selamanya" William yang mengacak² rambutnya dan sambil tersenyum smirk


Andre yang melihatnya sungguh membuatnya merinding


"aduhh, nyonya Yui akan habis jika bos sudah seperti ini" batin Andre


"Andre" William


"ya bos" Andre


"culik Yui hari ini, jika sudah menculik nya bawa dia ke markas besar, cepat pergilah" William


"baik" Andre, ia pun langsung menjalani tugasnya


di villa Adam, kini Yui berada di ruang tengah sambil merebahkan tubuhnya dia sofa


"huh, hari ini sungguh sangat membosankan, tak ada yang menemaniku, Adam pun sibuk dengan pekerjaannya, dan Rey pun tak ada" gumam Yui

__ADS_1


kini Yui memutuskan untuk keluar villa, saat di luar gerbang villa tiba² saja mulutnya di bungkam oleh seseorang, menggunakan kain yang sudah di isikan oleh obat bius. kini Yui pun dibawa orang itu ke markas besar Black Wolf, saat Yui terbangun, ia sudah berada di ranjang


"hallo sayang, sudah bangun, bagaimana kabarmu, selama 6 tahun ini" ucap seorang pria dengan wajah yang gelap karena tak ada cahaya


"siapa, SIAPA KAU" teriak Yui


kini pria itu pun bangun dari duduknya dan langsung menuju ke arah Yui, pria itu pun menunjukkan wajahnya, pria itu adalah William


"Will, William, bagaimana bisa ia tahu, bukankah Adam sudah memprivasikan tentang identitas ku" batin yui dengan wajah yang ketakutan


"bagaimana kabarmu, istriku" William sambil tersenyum smirk


"salah paham apa huh" William sambil melempar kan kertas² yang berisikan informasi² tentang dirinya


Yui pun langsung mengambil kertas itu dan membacanya


"sudahlah Yui, mengaku saja" William


"apa dengan kertas² ini bisa membuktikan kalo saya adalah Yui, ini belum tentu benar bukan, tuan William" Yui kegelapan


"apakah, aku harus mengeluarkan bukti yang lainnya" William

__ADS_1


"huh, untuk apa anda mengeluarkan bukti yang lainnya tuan William, dengan bukti kertas ini saja tak ada apa²nya" Yui sambil merobek kertas itu dan membuangnya ke sembarang arah


"hmm, benarkah, baiklah kalo itu keinginan istriku" William


"sudah berapa kali saya bilang, kalo saya bukanlah Yui" Yui dengan tatapan tajam ke arah William


kini William pun mendekatkan ke arah Yui


"benarkah, hmm baiklah akan ku tunjukkan bukti yang terakhir" William sambil mengelus wajah Yui dengan lembut


yui pun langsung menepis tangan kekar dan ber urat itu


"jangan seenaknya menyentuh saya, tuan William" bentak Yui


kini William pun mendekatkan wajahnya, dan berbisik sesuatu


"jika Rey tau, bahwa ibunya masih hidup, dan dia akan mengetahui jika kau adalah ibunya, pastinya dia akan membencimu karena, kau telah membawakan penderitaan kepada putramu sendiri nyonya Yui Devano"


Yui pun mencengkeram kerah baju William, kini ia menatap William dengan penuh kebencian


"bukan aku yang membawakan penderitaan untuk Rey, melainkan dirimu, yang telah membunuh ibu kandungnya, bagaimana jika aku menceritakan kejadian waktu itu kepada Rey, kira² bagaimana responnya, jika dia tau bahwa ayahnya sendiri lah yang membunuh ibu kandungnya, huh tuan William" Yui sambil tersenyum seringai

__ADS_1


__ADS_2