Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 94


__ADS_3

kini Yui dan orang² yang telah menculik Rey saling menyalip di jalan raya, hampir saja Yui kehilangan jejak mereka, tapi pada akhirnya ia menemukan lokasi kendaraan mereka yang telah di parkir kan di depan bangunan tua, dekat dengan perbatasan kota Z, kini Yui langsung mengecek mobil penculik itu, saat ia melihat mobil itu sudah kosong


"kemana mereka, atau jangan² ada di bangunan ini" Yui, ia pun langsung membuka bagasi mobilnya, ternyata di sana terdapat sebuah 1 pistol dan 2 isi peluru, kini ia pun melangkah menuju ke bangunan tua itu


"mengapa bangunan ini sangat sunyi" batin Yui, dengan langkah yang menghendap² secara perlahan


kini ada suara seseorang yang sedang tertawa bahagia disebuah ruangan


"hahahaha..akhirnya kita bisa menculik tuan muda itu" ucap salah satu pria di antara mereka


"hahahaha.. bagaimana nasib orang dengan mobil putih yang mengikuti kita itu" ucap salah satu seseorang yang lainnya


"hahahaha..mungkin dia anak buah yang tak becus, bagaimana bisa Black Wolf itu mempunyai anak buah yang seperti itu, hahahaha" ucap orang itu lagi


"hahahahhaha" kini tawa ke 2 orang tersebut


"dasar preman² kampungan, awas saja kalian" batin Yui yang dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka


..................................................


di markas besar Black Wolf, kini Andre sedang melacak lokasi Yui

__ADS_1


"boss, lihat posisi nyonya Yui selalu diam disini, berati nyonya sudah menemukan lokasi keberadaan tuan muda" Andre menunjukkan layar yang dimana terdapat lokasi


"kaizo gerakan semua anak buah mu, bawa juga Arin bersama mu" titah William


"baik bos" kaizo, ia langsung menjalani perintah bosnya


"tapi jarak nyonya Yui sangat jauh dari kita" Andre


"kalo begitu ayo kita berangkat" William, ia pun akan menyusul keberadaan Yui


kembali ke posisi Yui


"bagaimana cara ku menyerang mereka, jika aku menyerang mereka takutnya ada keberadaan orang lainnya yang berada di bangunan ini, aku tak pasti jika hanya mereka berdua yang berada disini" batin Yui


"bagaimana misi kalian" ucap seseorang yang baru saja datang, dia adalah addy


kedua orang itu pun langsung berdiri


"misi kami berhasil tuan addy" ucap ke 2 orang itu secara bersamaan


"ohh..jadi dia bosnya" batin Yui

__ADS_1


"bagus, tuan pastinya akan senang jika mendengar kabar ini" addy


"ohh..bukan, seperti dia hanyalah bawahan saja, tapi siapa tuannya, berapa musuh dari Black Wolf, cih, sungguh merepotkan" batin Yui


"ck, berpikirlah Yui, bagaimana aku harus bisa masuk ke dalam ruangan itu" batin yui


kini ketiga orang itu pun keluar dari ruangan tersebut, tapi ruangan itu langsung di kunci, kini Yui pun langsung ruangan itu dan berusaha untuk membuka pintu itu dengan Bobby pin dan juga dengan benda² yang lancip. akhirnya berhasil juga


kini Yui pun memasuki ruangan itu, ia melihat Rey yang sudah di ikat di tangan dan kakinya


"Rey, bangun sayang" Yui sambil menempuk² pipi Rey


"kakak, dhasa" Rey


"ya, ini kakak" Yui Sambil melepaskan ikatan tali yang melingkar di kaki dan tangan Rey


"jangan takut, kakak disini" Yui sambil memeluk Rey


"nah, sekarang jangan berisik yah, ayo kita keluar sekarang" Yui


"hmm" Rey

__ADS_1


kini Yui sangat berhati² dalam melangkah, namun diruang utama dekat pintu keluar, ada beberapa orang yang sedang bermain kartu


__ADS_2