Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 16


__ADS_3

alex pun bangun dari pingsannya


"woii udah bangun" ucap kaizo kepada alex yang sedang duduk di sebelah tempat alex berada


"bos..gak kenapa²" ucap alex kepada william


"alex, kenapa kau bisa tumbang dengan sekali pukulan bukankah aku sudah mengajarimu berbagai teknik² bela diri" ucap william kepada alex


"maaf bos saya lengah dia memakai teknik campuran jadi saya tidak bisa membaca pergerakannya" ucap alex kepada william


"padahal dia sendiri tumbang meresahkan bgt syukur lo bos gue" batin alex


malam sudah berganti pagi


Drtt drtttsuara telpon


"aduhhh siapa sih telpon pagi² ganggu orang lagi mimpi indah ajee adehh" ucap yuri kepada diri sendiri


" ada apa?" tanya yuri masih belum mengumpulkan nyawanya


"kak, lia" ucap yui


"kenapa lia?" tanya yuri kepada yui


"tewas tertembak" ucap yui kepada yuri


"hahaha pasti aku lagi di prank lagi kan" ucap yuri kepada yui dengan tidak percaya apa yang di katakan oleh adik perempuannya


"kak..aku serius aku tidak sedang bercanda aku sekarang sudah ada di pemakaman" ucap yui kepada yuri


"sepertinya nada biacara anak ini serius" batin yuri


"sharelock pemakamannya" ucap yuri kepada yui

__ADS_1


"ya kak" ucap yui kepada yuri sambil menangis


"yui, aku turut berduka cita, kakak mengerti perasaanmu sekarang ikhlaskan saja dik bersabarlah ini semua rintangan hidup itu artinya tuhan menyayangimu yui" ucap yuri kepada yui


"ya kak terimakasih" ucap yui kepada yuri


"aduhh sudah jam setengah 8" ucap yuri


selesai yuri membersihkan tubuhnya ia pun turun ke bawah


"ayah,ibu,jastin" ucap yuri dengan suara keras


"ada apa yuri kau terik² kayak di hutan aja" tina


"teman yui yang bernama lia meninggal hari ini" ucap yuri kepada tina


tina kaget mendengar ucapan dari yuri begitupun juga ayah yuri yang mendengarnya


"ya sudah kau siap² lah untuk ke pemakaman sekarang" ucap tina kepada yuri


"baiklah" ucap tina kepada zeke


setelah itu mereka pun berangkat menuju ke pemakaman lia


sampai di pemakaman disana sudah ada yui disana timnya dan anggota NBC lainnya


"yui" ucap tina kepada yui


"kau tidak apa² nak" ucap tina kepada yui


"tidak bu hiks hiks" ucap yui kepada tina sambil menangis


"jangan menangis nak ikhlaskan lah sayang agar dia tenang disana" ucap tina kepada yui sambil memeluknya

__ADS_1


"yui keluarga tidak ingin kau mengikuti NBC lagi" ucap tina kepada yui


"tapii bu yui kan" ucap yui tapi terpotong dengan ucapan kakaknya


"tidak ada tapi² yui dengarkanlah ibu dan keluarga yui, kakak akan bicara kepada komandanmu" ucap yuri kepada yui


"baik kak" yui dengan wajah yang sendu


sebelum yui pulang yui pun berbicara kepada anggotanya


"diki, david,jia jagalah diri kalian baik² yah" ucap yui kepada anggotanya


"kau juga yui" ucap jia kepada yui


setelah itu yui perpamitan kepada komandannya lalu menuju ke tempat peristirahatan lia


"lia kakak pamit yah" ucap yui sambil meneteskan air mata


yui pun pulang bersama ibu dan kakaknya


sampai di rumah


"kakak gak berangkat ke kantor" ucap yui kepada yuri


"gak" ucap yuri kepada yui


terus yang pekerjaan kakak siapa yang ngatasin "ucap yui kepada yuri


"biarkan seketaris ku saja yang ngurus kok kamu sewot sih dik sana mandi terus istirahat nanti sore bakal kakak ajak jalan² deh" ucap yuri kepada yui


"gak ahh kak aku gak mau kemana²" ucap yui kepada yuri


"ayoklah yui besok william akan dateng kesini kan gak enak di lihat sama william kalo kamu sedih terus" ucap yuri kepada yui

__ADS_1


beberapa jam kemudian


__ADS_2