Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 60


__ADS_3

tiba² saja Yui mendengar suara tembakan, ia pun melihat² daerah² sekitar, ia melihat burung berterbangan dari arah barat, ia pun langsung menuju ke arah barat, ia menemukan seseorang yang tidak bernyawa lagi karena peluru telah bersarang di kepalanya


"haa..haa.." Yui dengan napas tak teratur


"William, dimana kau" gumam Yui dengan mata yang berkaca²


tiba² saja ada seseorang yang menodongkan pistol kearah belakang kepala Yui dengan tangan kekarnya


"siapa" Yui sambil berbalik kearah orang tersebut


"sepertinya aku adalah musuhmu" ucap seorang pria yang menodongkan pistol kearah Yui itu


"kalo begitu tembak lah" Yui sambil memajukan langkahnya sekarang pistol itu menempel pada kepala depan Yui


"siapa sebenarnya wanita ini, apakah dia seorang musuh jika ia dia pastinya akan membawa senjata dan langsung menembak ku, apa dia anggota baru dari Black wolf jika iya, pastinya dia akan mengenaliku karena aku sangat terkenal dibandingan kedua orang itu (Andre dan kaizo)" batin pria itu


tiba² saja...


"menunduk" teriak Yui


pria itu pun langsung menunduk dan DOR.. yang menembak seseorang yang akan membunuh pria itu dari belakang


"kenapa kau menyelamatkan aku" ucap pria itu


"entahlah" Yui, ia pun langsung pergi dari tempat itu, diikuti juga dengan pria itu


"sepertinya kau bukan musuhku" pria itu


"entahlah" Yui

__ADS_1


"dia sungguh menyebalkan" batin pria itu


"aku Aiden, kau tak ingin memperkenalkan dirimu" Aiden


Yui pun memberhentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearah ke pria itu, Yui pun menarik panasnya dalam² lalu mengeluarkannya dengan kasar


"entahlah" Yui dengan nada yang tertekan


"jadi mengapa kau mengikuti ku terus" Yui


"aku sedang mencari seseorang" Aiden


"seseorang, siapa?" tanya Yui sambil mengangkat 1 alisnya


"adik perempuan dari temanku" Aiden


"apakah temanmu itu laki²" Yui


" iya, bagaimana kau tau" Aiden


"karena aku menge.." tiba² "DUAR" ucapan yui terpotong karena ada suara ledakan yang besar


"apa itu" gumam Yui


Yui dan Aiden pun langsung menuju ke sumber suara itu


mereka melihat sebuah bangunan yang sudah agak hancur


"kita harus berpencar" Yui

__ADS_1


"ide bagus" Aiden


"kalo begitu, kau kesana dan aku akan kesana" sambil menunjuk arah²


"baiklah" Aiden


"ayoo" Yui, ia dan Aiden pun berpencar menelusuri bangunan tersebut


Yui yang ahli dalam menyusup, ia berjalan tanpa adanya suara sambil memegangi kedua pistol di tangannya


"pasti pintu ini" Yui sambil menarik nafasnya dalam² dan mengeluarkannya dengan kasar, ia membuka pintu itu secara perlahan ia melihat banyak sekali darah dan orang yang tak bernyawa lagi


"Tuhan lindungi aku, William dan yang lainnya" batin Yui


Yui pun menelusuri bangunan itu, akhirnya ia menemukan dimana Arin di kurang, ia melihat Arin dengan wajah yang penuh luka


"arin, ini aku Yui, Arin bangunlah" Yui sambil melepaskan tali yang melingkar ditubuh Arin


"nyo,nyonya, larilah, di disini...sangat berbahaya, cepatt" Arin dengan suara lemas


"tidak, aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri disini Arin ,aku kesini untuk menyelamatkan mu, William, andre, kaizo dan lainnya sedang berperang untuk menyelamatkan mu" Yui


"nyonya..maafkan aku" Arin sambil menangis


tangisan Arin yang semakin menjadi² membuat Yui tak tahan dengan air mata yang akan keluar dari matanya itu, ia langsung memeluk Arin


"sudah jangan menangis lagi, aku disini" Yui sambil mengapus air mata arin yang mengalir di wajahnya


"waooo, apakah sudah menangisinya huh" ucap seorang wanita sambil bertepuk tangan

__ADS_1


__ADS_2