Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 110


__ADS_3

"wahh..lihat wanita ini, masih berani masuk ke rumahku, bukankah kau lebih baik masuk ke bar" Yeri sambil tertawa


"pfftt" Deanda tertawa kecil yang masih terdengar dengan semua orang yang ada di sana


"sudah, ayo belajar" Anna, ia pun langsung duduk di sebelah Ken dan di kirinya ada Dean, kedua pria itu pun langsung menjauh dari Anna, ellisa yang melihat itu, merasa ada sesuatu di antara Anna dan yang lainnya


saat di tengah pelajaran kini Yeri, Dean, dan Deanda hanya sibuk dengan hpnya


"ahh..sangat membosankan" Dean


"ayo keluar" Yeri


"tapi" ellisa, kini Yeri pun langsung membisikan sesuatu kepada ellisa


'kau ingin tau kebusukan dari Anna bukan, maka dari itu ikutlah dengan kami" Yeri


"hmm" ellisa


semuanya pun keluar meninggalkan Anna sendirian di ruang belajar


kini Rey pun baru pulang dari kantor, tak biasa Rey pulang di saat² siang akan menjelang sore seperti ini, biasanya jika ia pulang jam segini karena ada sesuatu yang harus ia bereskan yaitu pekerjaan gelapnya, karena semua pekerjaan ayahnya sudah di berikan kepada Rey


"Yeri, panggil Anna untuk makan bersama kita" Yui


"huh, untuk apa" Yeri


"panggil saja" Yui


"hen" Yeri


"huh, kok aku" Hendry


"cepetan sana" Yeri


"iya²" Hendry


kini semua orang pun berkumpul di meja makan, kini Anna duduk berhadapan dengan Randy, melihat Anna duduk berhadapan dengan kakaknya membuat yeri semakin geram


ia pun langsung pergi dari meja makan, teman²nya yang melihat itu pun langsung menyusul Yeri termasuk Hendry, kini Yeri berada di halaman belakang mansion

__ADS_1


"Yeri" panggil ellisa


"ada apa denganmu yer" Deanda


"apa kau tak melihat tingkah laku dari si jal*ng itu" Yeri


"hmm" Deanda


"apa kau sekarang percaya ell" Yeri


"tapi kan, dia hanya" ellisa


"perlukah aku menunjukkan bukti yang lain ell" Yeri


"hmm, kita tak usah memikirkan Anna lagi, lebih baik kita mefokuskan ke misi kita" ellisa


"yang di katakan ell bener yer, tenangkan lah dirimu dulu" Hendry


"hmm, baiklah" Yeri


keesokan harinya, pada malam hari kini Yeri dan yang lainnya berada di mobil, Hendry dan Ken sedang duduk di halte bus, tiba² saja ada seorang pria mengenakan masker dan topi, pria itu pun menghampiri Hendry dan Ken


"apa kalian sedang menunggu bus" ucap pria itu


"bagaimana seorang remaja seperti kalian berkeliaran malam² seperti ini" ucap pria itu


"itu, karena kami tak ingin kembali ke rumah" Hendry


"ya, aku juga, aku ingin kabur dari rumah" Ken


"ohh begitu" ucap pria itu


"apa kalian ingin ikut denganku, disana kalian akan mendapatkan tempat tinggal, makan, uang dan yg lainnya" ucap pria itu


"dimana itu" Ken


"ayo, ikut dulu" ucap pria itu


"baiklah" Ken dan hendry bersamaan

__ADS_1


kini mereka pun pergi dari sana dan di ikuti oleh Yeri dan yang lainnya, sampai mereka di sebuah gang kecil


"apa kita harus keluar" ellisa


"tidak, kita tunggu saja di mobil" Yeri


"apa tidak apa²" ellisa


"tenang, dengarkan saja apa yang mereka bicarakan" Yeri


mereka pun mendengar kan percakapan Ken, Hendry dan orang tersebut di perekam yang telah di pasang oleh Hendry secara sembunyi² di pakaiannya, yang telah tersambung di ponsel Yeri


"gila, bagaimana bisa seorang remaja disuruh untuk berkerja di bar" Yeri


"ckck" Deanda


setelah mendengar percakapan² yang menurut mereka sudah jelas secara rinci, kini Yeri pun memberi kode, yaitu ia akan mengechat Hendry dengan satu kata, lalu menghapusnya, agar Hendry segera pergi dari tempat tersebut, kini Hendry dan Ken mencari alasan untuk bisa keluar dari tempat tersebut, akhirnya mereka pun keluar dan langsung menuju ke mobil Yeri


di mobil Yeri


"ahh..syukurlah gak ketahuan" Hendry


"tempat itu sangat menakutkan" Hendry


"memangnya ada apa" ellisa


"disana aku melihat banyak sekali anak² yang seperti preman" Hendry


"seperti nya mereka anak yang kabur dari rumah" Ken


"hmm, seperti nya mereka adalah orang² yang menjaga di sekitaran rumah itu, atau mencari anak² yang kabur dari rumah" ellisa


"apa sekarang kita ke bar yang di bilang oleh orang itu" Yeri yang sambil menyetir


kini ellisa melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya


"bagaimana kalo besok saja, takutnya orang tua kita curiga apa yang telah kita lakukan" ellisa


"iya, lebih baik besok" Deanda

__ADS_1


keesokan harinya, jam 7 malam Yeri dan yang lainnya sudah berada di bar yang dibilang oleh orang yang ditemui oleh hendry dan Ken, di dalam bar kini Yeri dan yang lainnya duduk secara menyebar, kini Yeri sedang duduk di salah satu kursi bar, saat akan berpindah posisi tiba² saja ada seseorang laki² yang mendekati Yeri, dan....


apa yang akan dilakukan oleh laki² itu?


__ADS_2