Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 82


__ADS_3

di pantai


hatinya terasa sangat sejuk karena melihat pemandangan pantai yang begitu indah, sudah lama ia tak pergi ke lantai, dan ia sangat merindukan sahabat yang selalu menemaninya yaitu Michel, ia sangat merindukan orang itu. entah bagaimana kabar Michel setelah di tinggal oleh Sahabat nya


tiba² saja yui di tabrak oleh seorang anak kecil


"aww" ank itu pun langsung menangis


"ehh..adek, kau tidak apa², apa yang sakit, maapkan kakak yah"


"tuan muda" ucap seseorang dengan napas yang tak teratur, orang itu adalah kaizo


"anda, jangan lari², itu bahaya" kaizo


"apa anda ayah dari anak ini" Yui


kaizo pun langsung menatap Yui, ia sangat terkejut melihat wanita yang berada di depannya sekarang


"nyo nyonya ini, seperti almarhum nyonya Yui, atau jangan²" batin kaizo yang masih tak percaya apa yang ia lihat hari ini


"tuan, hallo" yui sambil melambaikan tangannya


"ehh maap nona" kaizo


"dia kaizo, atau jangan² anak ini adalah" batin yui sambil mengamati bocah yang di depannya


"kakak, kenapa kakak mirip sekali dengan ibu Rey" Rey


"apakah benar dia anakku, Rendy, kau sudah besar nak" batin yui sambil menahan tangisannya

__ADS_1


"benarkah" Yui


"iyaa, nama ibuku adalah Yui" Rey


"wahh namanya cantik sekali" Yui


"kalo nama kakak" Rey


"nama kakak dhasa" yui


"wahh nama kakak cantik juga, salam kenal kak aku Rendy, kakak bisa memanggil ku Rey" Rey


"hmm, baiklah" Yui


"tuan muda ayo kita pulang, takutnya tuan William khawatir tentang anda" kaizo


"Rey, pulang lah,takutnya ayahmu dan ibumu mencarimu" Yui


"ibu Rey sudah pergi jauh kak" Rey dengan wajah yang sendu


"ahh..maapkan kakak" yui sambil memeluk Rey


"ternyata William, ia tak mencarikan ibu pengganti untuk Rendy" batin Yui


"nahh sekarang Rey pulang yah, udah mau malam soalnya, besok kita pagi akan bertemu lagi disini oke" Yui sambil melepaskan pelukannya


"benarkah, janji yah kak" Rey sambil menunjukkan jari kelingking nya


"hmm, kakak janji" yui sambil menyatukan jadi kelingking nya

__ADS_1


di mansion William


"ayah²" Rey sambil masuk keruangan kerja ayahnya


"ada apa" William yang sibuk dengan laptopnya


"ayah tau tidak, tadi saat aku kepantai, aku bertemu kak dhasa" Rey


"dhasa, siapa dia" William


"kak dhasa itu sangat mirip dengan ibu" Rey


seketika William langsung menghentikan jarinya yang sedang mengotak atik laptop nya


"apa yang kau bilang Rey" William


"iya ayah, kakak itu sangat mirip dengan ibu, jika ayah tak percaya tanyakan saja kepada paman kaizo, ya sudah Rey mau ke kamar, selamat malam ayah" Rey, ia pun keluar dari ruangan kerja ayahnya dan langsung menuju ke kamarnya


"apa jangan², itu tak mungkin, mana ada orang yang sudah tiada kembali hidup" William sambil menggelengkan kepalanya


keesokan paginya, kini yui sudah menyiapkan sarapan untuk Adam


"wah² aroma apa ini, sungguh menggoda" Adam sambil menuruni tangga


"makanlah dulu, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu" yui sambil menata² makanan yang berada di meja


Adam pun langsung duduk di meja makan


"wah² banyak sekali makannya" Adam sambil mengambil piringnya dan mengambil lauk pauk yang berada di sana, ia pun membuka mulutnya dan memasukan makanannya ke dalam mulutnya, saat akan meguyah makananya, ia pun langsung mematung karena kenikmatan dari makanan yang di masak oleh Yui

__ADS_1


__ADS_2