Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 88


__ADS_3

William pun membuka map itu dan membacanya, ia terkejut, ternyata wanita itu sangat dekat dengan seseorang yang pernah ia sebut sebagai teman, dan ia melihat info lain bahwa wanita itu seumuran dengan Yui, kini William pun tersenyum smirk


"biarkan wanita itu bertamu dirumah ku, aku akan menyiapkan sesuatu yang akan membuktikan bahwa, wanita itu bukanlah orang jauh, melainkan orang yang sangat dekat denganku dan dengan yang lainnya" gumam William dengan terseyum smrik dan melipat tangannya di dadanya


di sore hari, di pantai, kini Tasya dan Alex sedang berjalan berdua, Michel dan Rey sedang membeli berbagai cemilan


"kita bertemu kembali yah, tuan pembunuh" Tasya


"Yaa, seperti kita jodoh, nona Tasya" Alex


"mimpi anda sungguh ketinggian tuan pembunuh" ucap Tasya dengan santai


"nona Tasya, bisakah anda tak memanggil saya dengan sebutan seperti itu" Alex


"hmm, baiklah jadi aku harus panggil apa, tuan spikopat begitu" Tasya dengan wajah polosnya, yang membuat hati Alex terpanah melihat cantik dan manisnya gadis yang berada si sampingnya itu, bukannya marah ia malah terpanah dengan gadis itu


"ahh..bukan begitu juga nona Tasya, panggil saja saya Alex" Alex


"hmm, baiklah Alex, dan panggil saja aku Tasya" Tasya sambil tersenyum ke arah Alex


seyuman itu membuat hatinya luluh dan berbunga


"ahh..baiklah" Alex


setelah puas berjalan² kini mereka pun pulang, sampai mansion, Michel dan Tasya pun pamit pulang


..........................................


Villa adamsion, diruang tengah

__ADS_1


"Yui, dua hari lagi kita akan pulang ke kota S" Adam


Deg², Yui yang mendengar itu membuatnya kegelapan


"ada apa" Adam


"tidak ada apa²" Yui


"ahh..aku tau, seperti nya, kau tak bisa menemui anakmu kan" Adam


"ba bagaimana bisa kau, mengetahui hal itu, aku" Yui


"aku apa, lanjutkan" Adam


"aku, aku tak bisa meninggalkan Rey, aku tak ingin dia bersama orang itu, hiks hiks" Yui, butiran air mata ia pun jatuh dari pipinya, tanpa diminta untuk keluar


"baiklah, aku akan menundanya, aku tak akan meninggalkanmu sendirian di kota ini" Adam ia langsung menatap wajah yui dengan lembut dan sambil memegang wajah Yui


Yui pun langsung memeluk Adam


"terimakasih" yui


"hmm, sa sama²" Adam dengan pipi yang memerah


keesokan harinya, di sore hari, kini dimansion William kedatangan tamu, yaitu dhasa


"silakan diminum nona" bibi Wati sambil menaruh minuman di meja


bibi wati yang dari tadi memandangi dhasa, ia sangat shock saat pertama kali melihat dhasa, ia teringat dengan nyonya besarnya, yaitu Yui, tak ada perbedaan di antara mereka

__ADS_1


"terimakasih" Yui


kini William pun turun ke bawah ia langsung menuju ke ruang utama


"ayah lihat, kak dhasa ada disini" Rey


"ohh..jadi anda yang sering di bicarakan oleh putra saya" William


"ahh..benarkah" Yui


William pun langsung mengulurkan tangannya kearah Yui


"William" William


"dhasa" Yui pun menjabat tangan William


saat melepaskan tangannya, kini tangan William berulah nakal


"dia ini, memang paling yang terburuk" batin Yui, masih dengan menampilkan seyumannya


"aku tau, kau itu adalah Yui, tunggulah aku tak akan melepaskan mu lagi" batin William


setelah beberapa jam berada di mansion William, kini Yui pun kembali ke villa


di mansion William


kini William mengambil gelas yang baru saja di minum oleh Yui, kini ia akan mengetes DNA, apakah dia yui atau bukan, ia pun langsung mengirimnya kepada Ivan


keesokan harinya, kini Andre sudah mengambil hasil tesnya, ia pun langsung memberikan kepada bosnya, William pun membaca hasil tesnya dan.....hasilnya

__ADS_1


__ADS_2