Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 63


__ADS_3

selesai bertarung mereka pun langsung kembali ke pulau, setelah beberapa hari di pulau, mereka pun kembali ke kota M, dan Aiden kembali ke kota Z, dan beberapa bulan kemudian kini usia kandungan Yui sudah 6 bulan


.............................................


Di mansion


kini Yui sedang duduk di kursi taman belakang mansion di temani oleh sang suami nya yaitu, William


"aku ingin sesuatu" Yui


"hmm" William sambil menatap wajah istrinya


"aku ingin berbelanja peralatan untuk anak kita" Yui


William langsung menarik tangan Yui, entah ia akan membawa istrinya itu kemana


"kemana?" tanya Yui


langkah William langsung berhenti saat mendengar ucapan dari sang istri


"tadi..kau bilang ingin berbelanja perelatan untuk anak kita" William


"tapi tidak sekarang, hari ini aku sangat lelah" Yui langsung melepaskan tangan William yang berada di genggamannya dan langsung menuju ke kamar. ia teringat sesuatu yang harus ia lakukan, Yui pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah William


"will, bawakan aku cake coklat yang kau belikan tadi yah, langsung bawa ke kamar, cepat yah will, thanks honey" Yui dengan senyumannya


selama beberapa bulan ini dirinya tak terlihat seperti pemimpin perusahaan xxx maupun pemimpin dunia bawah, kini dia seperti asisten istrinya itu, mau tak mau ia harus menurutinya karena ia sangat mencintai Yui, dengan cepat William pun langsung menuju ke dapur sambil mengeluh tak jelas, ia membuka lemari es dan mengambil cake coklat, ia langsung menuju ke kamar, sesampai di kamar


"ini" William sambil memberikan cake coklat itu kepada Yui


"thankyou" Yui sambil menerima cake yang ia pesan kepada suaminya


"hmm" William pun langsung pergi menuju ke pintu kamar


"Will, kau ingin kemana?" tanya Yui


"aku ingin pergi sebentar" William


"kalo tidak penting, kemarilah" Yui sambil menepuk sofa kamar yang ia duduki sekarang


"hmm" William langsung menuju ke arah istrinya dan duduk di samping Yui

__ADS_1


"ada apa?" tanya William


"aku punya pertanyaan untuk mu, jawablah dengan jujur" Yui


"baiklah, apa itu" William


"tapi jangan menghindar, oke" Yui


"iya sayang, iya" William


sebelum Yui bertanya kepada William ia menarik napasnya dalam² dan mengeluarkannya secara perlahan


"dimana kedua orang tua mu Will" Yui


William yang mendengar ucapan istrinya itu, ia hanya bisa terdiam, dan menundukkan kepalanya


"hmm.. jika kau tak mau menjawabnya, tak apa kok, lain hari kau bisa memberitahu ku will" Yui sambil mengelus punggu sang suaminya itu


"besok, aku akan memberikan jawabannya" William


"benarkah" Yui


"hmm..iya sayang, besok kita akan ke dokter kandungan, membeli peralatan untuk anak kita dan aku akan menjawab pertanyaan mu itu" William


"sekarang habiskan cakemu lalu tidur, aku akan keluar sebentar lalu" William sambil mencium kening sang istri


"iya" Yui


keesokan paginya mereka sudah siap² untuk pergi ke dokter kandungan dan akan pergi ketempat lainnya


kini Arin dan kaizo sedang menunggu tuan dan nyonya mereka di luar mobil


William dan Yui pun keluar dari pintu utama mansion


"ayo" William


"baik bos" kaizo


beberapa menit kemudian mereka pun sambil di dokter kandungan


"tuan,nyonya lihat ini adalah anak kalian" ucap dokter

__ADS_1


"dok, apa jenis kelaminnya" Yui


"seperti nya laki² nyonya devano" dokter


selesai mereka ke dokter kandungan, mereka langsung menuju ke mall untuk membeli perlengkapan baby mereka


di mall


"Will, bagus yang mana, hitam atau biru" Yui sambil menunjuk kan 2 kaos kaki mungil yang berbeda warna itu


"hitam" William


"hmm..bukankah biru sangat cute" Yui


"kau ini bagaimana sih sayang, kau menyuruhku untuk memilih nya tapi..." ucapan William langsung terpotong karena mulut William di tutup oleh tangan mungil istri nya itu


"ahh..sudahlah, aku tanya Arin dan kaizo saja" Yui


"salah ku Dimana sih" gumam william sambil menggaruk tengkukkannya yang tak gatal


William hanya bisa mengeluarkan napas kasarnya dan mengeluarkannya dengan kasar, didalam hatinya hanya bisa pasrah saja


"Rin, kai bagus hitam atau biru" yui


"biru" Arin dan kaizo bersamaan


"ehemm.. ciee², thankyou jawabannya" Yui sambil tersenyum


selesai mereka belanja perlengkapan bayi, William langsung menuju ke suatu tempat yang istrinya ingin sekali tau Dimana orang tuanya


"kai, kita mampir ke toko bunga dulu" William


"baik bos" kaizo


selesai ke toko bunga William langsung menuju ke suatu yaitu makam, sampailah mereka di makam, makan itu telihat sangat bersih


"Will, mengapa kita kesini" Yui


"nanti kau juga akan tau" William


semua orang yang berada di mobil pun turun dan menuju ke ke tempat makan ibunda dari William Devano

__ADS_1


sampailah mereka di sebuah makan Yang sangat bersih dan dipenuhi dengan bunga, disana ada sebuah Poto Seorang wanita cantik berumur 38 tahun, saat Yui melihat Poto wanita itu, ia rasanya pernah melihat wanita itu tapi dimana


"ehh..nyonya ini kan" batin yui


__ADS_2