
kini William dan Adam pun berada di ruang inap yui, adam yang melihat wajah Yui yang pucat kini ia memegang nya dengan sangat lembut, namun tiba² saja tangganya si tepis oleh William
"jangan menyentuh istriku seenak mu saja" William
"istrimu, kau bilang Yui adalah istrimu, hahahaha, bagaimana bisa seorang suami membunuh istrinya dengan tangannya sendiri" Adam
"kau, beraninya merebut istri orang begitu saja, bukanlah itu perbuatan baj*ngan" William
"heh, siapa suruh membunuh istrinya, jadinya kan seperti ini" Adam
"kau" William
"uhuk..uhuk.." Yui
"bisakah kalian diam, kalian itu sangat berisik" Yui dengan suara lemas
"penjenguk kan sudah habis, silakan tuan² keluar dulu" Ivan, entah kapan ia masuk ke dalam ruangan, tiba² muncul seperti setan yang mengganggu kedua laki² itu
sebelum keluar dari ruangan Yui, kini William mencium kening Yui, Adam yang melihat itu hatinya sangat sakit seperti ditusuk pisau berkali², kini mereka berdua pun duduk di depan ruang inap Yui
"kau tak pulang" William
"tidak, aku akan tetap disini untuk menjaga Yui" Adam
"biar aku saja, mending kau pulang" William
"kau saja yang pulang" Adam
"kau saja" William
__ADS_1
"kau saja" Adam
"apa kuping mu tidak di pakai, kan aku sudah bilang, kau saja yang pulang" William
"apa kuping mu juga tidak di pakai" Adam
"ekhemm, permisi tuan², ini bukan rumah kalian, ini rumah sakit, jadi tolong jangan ribut, mending kalian berdua pulang, nyonya Yui akan di jaga oleh suster² yang berada disini, silakan pulang" Ivan sambil meluruskan tangannya yang mengarah ke pintu keluar
kini ke 2 pria itu pun pulang ke rumah masing²
di mansion William
"ayah, apa kak dhasa baik² saja" Rey
"hmm, dia baik² saja" William
"bagaimana caraku bicara kepada Rey bahwa dhasa adalah ibu kandungnya" batin William
keesokan harinya kini William, Rey, dan Michel menuju ke RS untuk menjenguk yui, saat masuk ke ruang inap Yui, Michel sangat terkejut melihat Yui yang sedang duduk di ranjang RS
kini Michel langsung menuju Yui dan langsung memeluknya
"Yui, kau" Michel, butiran air mata pun keluar dari mata indah Michel
"akhhh.." Yui yang meringis kesakitan
"ahh, maaf" Michel pun melepaskan pelukannya
"Michel, maafkan aku, maaf" Yui sambil menangis
__ADS_1
"tak apa, yang penting kau selamat" Michel sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Yui
"ayah, mengapa ibu Michel memanggil kak dhasa dengan nama ibu Rey" Rey
"kini William pun langsung menatap Michel dan Yui dengan tatapan kebingungan, kini Michel langsung membuka pembicaraan
kini William pun langsung menatap Michel dan Yui dengan tatapan kebingungan, kini Michel pun membuka pembicaraan
"Rey, sebenarnya kami baru tau, bahwa ibu mu masih hidup" Michel
"apa kak dhasa adalah ibu kandung Rey, tapi mengapa kak dhasa tak memberi tau Rey" Rey
"hmm, ya sayang" Michel
kini Rey langsung memeluk Yui, Yui pun membalas pelukan putranya itu, kini Adam pun masuk ke dalam ruangan Yui, semua orang yang berada di dalam ruangan Yui langsung menatap Adam
"ehh, mengapa semua nya menatap ku" batin Adam
"ibu, paman ini siapa" Rey
"hmm, dia adalah orang yang menyelamatkan ibu saat kecelakaan waktu itu" Yui
"benarkah" Rey dan Michel secara bersamaan
"hmm, iya" Yui
"terimakasih paman, sudah menyelamatkan ibuku" Rey
"hmm, sama² nak" Adam
__ADS_1
saat Michel menatap Adam, kini Adam juga menatap Michel, pandangan mereka saling mengunci