
kembali ke markas Black Wolf
"Argghhhh...sial" william
"tuan saya ingin memberi tau sesuatu" alex
"apa" william
"carren adalah, seorang pengkhiyanat" alex
"benarkah" william
"saat di kantor, saat saya ingin mengambil dokumen di mobil, pas di tangga menuju parkiran saya mendengar ia sedang menelpon seseorang" alex
"siapa" william
"jack" alex
"saya ada bukti tuan" alex sambil mengambil hp dan langsung menunjukkan sebuah rekaman carren yang sedang berbicara di telpon
"dasar jal*ng kep*r*t" william
"ternyata kau masih setia ya alex" william
"ya tuan, saya akan terus mengapdi kepada anda" alex
"bagus" william
"mari kita ikuti permainan carren hahaha.." william sambil tertawa devil
"ayo ke kantor, kalian semua bereskan ini, dan juga segera tangkap si baj*ng*n jack itu" william
"baik tuan" semua anak buah william
.................................................
dikediaman jack
"jack istirahatlah, aku akan pergi" carren
"sayang kemarilah" jack
"ada apa" carren
"aku ingin membisikan sesuatu kepadamu" jack
carren pun mendekat ke arah jack dan duduk di sampingnya jack pun membisikan sesuatu di telinganya
"......................" jack
"bagaimana" jack
"hmm.. baiklah, aku akan melakukannya tapi tunggu waktu yang tepat dulu" carren
"hemm.. baiklah" jack
1 bulan kemudian
jam 2 siang michel yang menemani yui yang masih terberbaring dan belum siuman semua keluarga yui sudah tau yui akan hilang ingatan penuhnya, mereka sudah bilang jika yui sudah sadar dari komanya mereka akan menjunguknya, tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore michel pun pulang arin yang masih setia menjaga nyonyanya sampai 1 bulan ini
dimansion william, michel yang sedang telponan dengan ibu yui
"nak, kapan pulang" tina dlm telpon
__ADS_1
"sepertinya besok bu" michel
"baiklah, kabari saja yah" tina
"baik bu" michel langsung mematikan telpon
"lelahnya" michel sambil mengeluarkan napas kasarnya
michel tak bisa lama² menemani yui sampai dia sadar dari komanya dikarenakan banyak perkerjaan di kota A yang harus ia urus, begitu juga dia tidak akan meninggalkan ayahnya sendiri disana karena michel yang selalu menemani ayahnya kerena ibu michel sudah meninggal saat dia melahirkan adik michel karena pendarahan dan sekarang adik michel sedang berkuliah di kota K, adik michel saat umur 13 tahun dia sudah dikirim ke kota K sesuai kemauannya dia hidup dengan nenek dari ibunya disana
michel pun siap² untuk pulang ke kota A
dibandara kota M
"semoga perjalanannya lancar michel" william
"terimakasih will, ohh..ya terimakasih selama 1 bulan ini dan maaf jika aku merepotkanmu" michel
"tak masalah" william
"ohh.. ya aku punya satu permintaan" michel
"apa" william
"jagalah yui, dan cintailah dia seperti kau mencintai dirimu sendiri, lagi satu kabari aku kalo dia sudah sadar ya" michel
"tentu, aku akan menjaganya sampai hanyatku" william
"terimakasih, aku pergi" michel
"michel tunggu" kaizo
michel langsung membalikkan badannya dan melirik kearah kaizo
" hmm.. bo boleh kah, a..aku meminta nomer telponmu" kaizo sambil menggaruk tengkukkannya yang tidak gatal
"tentu" michel dengan seyum manisnya
kaizo yang melihat seyuman michel membuat hatinya berbunga²
"ciri² orang naksir kayak gini nih" batin alex dan andre yang sama pemikiran
michel pun memberikan nomer telponnya kepada kaizo
"terimakasih" kaizo
"sama²" michel
"kakak ipar, jagalah kakakku disana, aku sangat menyayanginya" jastin
"tentu, kakak akan menjaganya meskipun harus kehilangan nyawa ku" william
"terimakasih" jastin
"kami berangkat" michel
setelah mengantar michel kebandara michel william langsung menuju ke RS untuk menemani yui
di ruangan yui
"sayang, adik dan sahabatmu baru saja pulang, mereka janji jika kau sudah sadar mereka akan menemuimu jadi cepatlah sadar, dan aku juga janji kepada mereka aku akan menjagamu seumur hidupku sayang, tak masalah jika kau tak mengenaliku, aku akan membuatmu mengingat siapa suamimu ini, aku akan membuatmu jatuh cinta kepada ku, kita akan mulai dari awal lagi" gumam yui sambil mengusap wajah yui dengan lembut
5 bulan kemudian, jam 2 siang arin yang duduk di sofa ruangan yui sambil bermain hp, ia sekilas melihat kearah yui dan melihat hp kembali
__ADS_1
"ehh..tadi tangan nyonya bergerak gak sih, apa aku salah lihat ya" gumam arin, ia langsung menuju ke arah yui tiba² jari yui bergerak
"ak.. aku tak salah lihat kan" arin
"nyonya apa kau mendengarkan ku nyonya, jika anda mendengarkan saya gerakanlah tangan anda" arin
yui pun menggerakan tangannya
arin langsung berlari mencari arin
"IVAN, IVAN DIMANA KAU" teriak arin
"ada apa arin, jangan teriak² ini rumah sakit, bukan hutan" ivan yang kesal dengan tingkah arin
"gue tau k*mpr*t" arin
"terus, ngapain lo nyarik gue, kangen" ivan
"idih.. mimpi lo van, tu nyonya udah sadar" arin
"hah, yang bener aja" ivan langsung berlari menuju ke ruangan ivan, arin pun menyusul ivan
"nyonya anda sudah sadar" ivan yang melihat yui yang duduk di ranjangnya
yui langsung melirik kearah ivan
"siapa kau" yui
"dugaanku benar nyonya akan hilang ingatan sepenuhnya" batin ivan
"saya ivan nyonya yui, dokter di RS ini" ivan
"yui" yui
"ya nyonya itu nama anda, nyonya Yui Devano" arin
"saya arin nyonya anak buah tuan william" arin
"william" yui
"dia adalah suami anda" arin
yui langsung mengerutkan dahinya
"nyonya boleh kah saya mengecek anda dulu" ivan
yui pun mengangguk
"selesai ivan mengecek yui, ia langsung melirik ke arah arin dan memberikan kode ke arin
"hah.. ohh" arin langsung tau apa yang telah dikodekan oleh ivan kepada dirinya, ia langsung mengambil ponselnya dan menelpon andre
"hallo kak" arin dalam telpon
"ada apa" andre
"nyonya yui sudah sadar "arin
"hah, benarkah" andre
"iya" arin
"baiklah aku akan mengabari bos dulu" andre langsung menutup telponnya
__ADS_1