Diceraikan

Diceraikan
Pengumuman


__ADS_3

haloo semuanya pecinta "DICERAIKAN" maaf jika Author tidak ada meberikan salam atau semacamnya di setiap Bab dalam cerita ini ya.


harapan Author semoga kalian semua sehat, jikapun ada yang kurang sehat semoga cepat sembuh.


oh ya author mau ngasih tahu nih, jangan lupa mampir ke karya Auror yang batu ya.



menikah dengan mbak-mbak


semoga alhmdulilah



ceritanya nggak kalah seri loh,


__ADS_1


"Ehh, Mbak lo apa-apa sih?! Lepasin tangan gue!!" bentak laki-laki yang tak dikenal Mala.


"Mbak, lo apaan sih. Gue nggak kenal lo ya Mbak, jadi lepasin tangan gue!!" Lagi-lagi laki-laki itu membentak wanita yang kini menarik tangannya menuju mobilnya


"Lo bisa dia ngak!!" Mala ikut membentak laki-laki itu.


"Astaga Mbak, tangan lo tangan apaan sih? Heran gue, Mbak, tangan lo kuat banget," Keluhannya. Laki-laki itu merasakan betapa eratnya tangan Mala memegang pergelangan tangannya. Sungguh tangan bak tangan seorang laki-laki dewasa.


"Ehh Mbak lepasin tangan gue. Lo mau bawa gue kemana sih Mbak?!" Laki-laki itu berusaha melepaskan tangannya dari Mala. Sungguh kekuatan gadis itu sangat kuat, membuat pemuda itu sangat sulit melepaskan tangannya dari Mala.


"Mbak lepasin tangan gue, lo siapa sih Mbak? Gue nggak kenal lo ya, jadi lepasin tangan gue!"


"Gue nggak mau Mbak, lo nggak bisa seenaknya bawa-bawa gue kek gini. Lagian kita itu tidak kenal!" Laki-laki keras kepala itu tak mau mengikuti ucapan Mala.


Melihat itu Mala sungguh sangat geram dengan kelakuan pemuda itu. Mala membuka pintu mobil dan mendorong tubuh laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya. Pemuda itu terjengkang lantaran, Mala mendorong tubuhnya secara tiba-tiba. Mala menutup dengan kuat pintu mobilnya, dengan segara gadis itu berlari menuju tempat kemudi.


"Kurang ajar banget sih lo, Mbak. Lo tahu nggak sih, ini kepala gue kesakitan gara-gara perbuatan lo," Pemuda itu mengusap bagian kepalanya yang terasa sakit.

__ADS_1


Pemuda itu menatap Nirmala dengan kesal. Gadis itu bahkan tak menghiraukan ucapannya. "Eh, lo mau bawa gue kemana Mbak? Motor gue jangan di tinggal dong, ntar di ambil orang lagi." Pemuda itu tampak frustasi saat mobil Nirmala sudah meninggalkan lokasi.


"Mbak motor gue!!" Pemuda itu menggoyang tangan Nirmala yang tengah fokus mengemudi.


"Ntar di jemput anak buah gue." Mala jengah dengan Pemuda cerewet di sampingnya itu.


"Lo mau bawa gue ke mana Mbak? Lo nggak akan bawa gue ko hotel, bukan?" Pemuda itu menatap Mala dengan serius. Dia takut gadis itu akan membawanya ke hotel dan berbuat yang enak-enak. Rugi dong dia, keperjakaan yang selama ini dia jaga malah di renggut mbak-mbak tidak dikenalnya.


"Mbak lo kenapa diem saja sih? Apa benar lo akan bawa gue ke hotel?" Pemuda itu terus saja menyerocos tanpa mendapat balasan atas ucapannya.


Akhirnya mobil yang dikendarai Mala sampai dikediaman orang-tuanya. Rumah bak istana dengan tingkat dua. Dengan halaman rumah yang sangat luas serta ada beberapa penjaga yang setia pada tempatnya.


"Mbak lo nggak akan jual gue, kan? Gue masih perjaka ya Mbak, jadi lo jangan macem-macem sama gue." Pemuda itu sungguh sangat takut.


"Lo kenapa nggak bisa diem dari tadi haa? Telinga gue sampai sakit gara-gara lo." Nirmala menatap laki-laki itu dengan malas. jika bukan karena desakan ibunya, Nirmala tidak akan membawa laki-laki tak dikenalnya ini ke rumah.


"Kenapa lo turun Mbak, gue takut." Wajah laki-laki itu tampak pias. Mau kabur juga tidak akan mungkin, apalagi banyak pengawal yang berdiri di tempatnya masing-masing. Di tambah wajah para pengawal yang tampak garang.

__ADS_1


"Turun, ikut gue!" Dengan patuh laki-laki itu mengikuti Nimala. Seperti seekor anak ayam yang patuh kemanapun induknya pergi.


ITU PENGGALANNYA YA, JANGAN LUPA MAMPIR😊😊


__ADS_2