Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
pesona Adrian


__ADS_3

              " Masuk.!"


 


        Adrian yang tengah sibuk di depan laptop terpaksa menjeda pekerjaan nya.


   


            " Maaf tuan, ini berkas yang harus di tanda tangani." Puspa dengan antusias memberikan map kepada Adrian.


    


             " Letakkan disitu.!"  Jawab Adrian tanpa ekspresi.


 


              "Apakah masih ada lagi." 


              "Saya akan membacakan agenda kerja anda."  Jelas Puspa.


 


               "Hem." Jawab Adrian dingin.


 


               " Besok kita akan meeting di cafe OXFORD membahas kerjasama dengan perusahaan Sudirja corp, dan setelah itu kita akan ada pekerjaan di luar kota,tuan."  Jelas Puspa membacakan agenda kerja Adrian.


 


               "Baiklah kamu boleh pergi.!" Jawab Adrian dingin.


 


                Puspa pun pergi meninggalkan ruangan Adrian dengan bibir mengerucut. Niatnya ingin tebar pesona tapi sang bos bahkan tak melihatnya.


 


               " ahh…sialan , udah dandan cantik-cantik dilirik pun gak, iiihhh…" Puspa menghempaskan buku agendanya.


                "Ya, diluar kota , aku akan memanfaatkan waktu ku." 


    Seketika senyum Puspa mengembang.


 


            Adrian Dharmawangsa adalah seorang pria berusia tiga puluh tahun. Ia merupakan pewaris tunggal Dharmawangsa corporation sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di beberapa bidang bisnis. Di usianya yang sudah terbilang matang mama nya selalu menuntut untuk segera menikah.


           


             Lamunan Adrian seketika membuyar kala deringan ponsel miliknya terdengar ia merogoh HP miliknya di saku jas bajunya, tertera nama sang mama Vera. 


    


                "Iya mah."


 


                " Adrian , mama cuma mau ingatkan kamu nanti malam kita akan makan malam, mama undang Raisa loh.., biar kamu lebih dekat dengannya." Ucap mama Vera dengan semangat.


 


                "Adrian gak bisa ma,nanti malam Adrian ada meeting." Ucap Adrian .


 


                 "Gak bisa gitu dong…,mama udah undang Raisa sama mama nya loh."  Jawab mama Vera menekan.


 


                 "Gak bisa ma, Adrian sibuk."  


 


                  Tuuut…tuuut.


 


                 "Gak sopan banget sih sama orang tua main putus aja." Mama Vera menggerutu.


       


                 " jika sikapmu selalu seperti ini, jangan salahkan Adrian jika suatu saat dia salah jalan Vera.!" Oma Jayanti memberi peringatan kepada anak menantunya.


                 


               " Oma, mau sampai kapan Adrian akan melajang,Vera malu kalau ketemu teman, di tanya sudah punya cucu berapa.?"  Mama Vera mengerucutkan kedua bibirnya kesal dengan Adrian.


 


      


            Lima tahun lalu Adrian berpacaran dengan Clara. Mereka saling mencintai bahkan mereka pernah sepakat akan menikah di saat hari pertunangannya dengan Clara, Clara menghilang. Trauma dengan gagalnya mau menikah menyisakan luka yang dalam bagi Adrian. Hingga kini ia berubah bersikap dingin terhadap setiap wanita.


                 


             " Bro, kita kemana sekarang bro."


          Suara Bayu bertanya.


 


              " Hah, gak sopan kenapa tidak ketuk pintu dulu sih, mau ku potong gaji kamu." Adrian mendengus kesal.

__ADS_1


      


              " Yah.., bro sudah seratus kali aku mengetuk pintu, kamu nya aja yang kemana.?" Bayu menatap bingung.


         


              "Katakan, ada apa.?"  Adrian menatap Bayu.


 


              "Apakah, Puspa sudah membacakan agenda kerja mu."? Jawab Bayu.


 


               Adrian tidak menjawab pertanyaan dari Bayu. Adrian memijat kepalanya yang terasa berdenyut kegiatan pekerjaan di kantor, benar - benar menguras tenaganya .


  


                "Aku datang kesini untuk menjemput mu , karena tante Vera menyuruhku untuk memastikan mu, kamu ikut bersamaku.!"  Jelas Bayu.


   


                  Hening. Adrian hanya bungkam entah kenapa pikiran nya tidak bisa melepas bayang - bayang  Alya.


 


                  " Bro, kamu kenapa akhir - akhir ini sering melamun, apakah kamu ada masalah.?"  Tanya Bayu.


 


               "Menurutmu aku harus bagaimana Bay, harus menikah.?"  Adrian bertanya.


 


               "Di jalani aja dulu bro.?"  Jawab Bayu datar.


               


                


                "Baiklah." 


  


       Adrian bangkit dari duduknya , Bayu pun mengikuti langkah Adrian keluar dari kantor menuju pulang ke rumahnya.


    


               *****


 


               *****


 


 


              Masa kehamilan pun dijalani Alya dengan menyedihkan, ia harus tabah karena gunjingan tetangga dan menahan malu. Jika dia sedang ngidam menginginkan sesuatu ia harus menahan keinginannya, kehidupan hamil tanpa suami membuatnya tegar karena ia sadar di perutnya ada nyawa yang tak berdosa.


 


        


              "Kamu harus kuat Alya, kamu tidak boleh menyerah." Ibu Lastri memberi dukungan.


 


          


                Dok dok dok


 


      


            Ibu Lastri bangkit dari duduknya membukakan pintu.


 


                  " Bu , gimana nih , uang sewa rumah nya udah ada belum.?" Tanya ibu kos.


 


                  " Bu, beri saya waktu karena saya belum cukup mendapatkan uang.?"  Jawab bu Lastri.


 


                   "Oh ya bu, kalau ibu mau saya ada tawaran kerjaan nih.?" Tawar ibu kos.


 


             Semenjak berdagang keliling sepi, ibu Lastri kini berhenti jualan kue, karena sekarang banyak orang lebih memilih berbelanja online.


 


        


               " Boleh tapi bekerja apa bu.?" Tanya ibu Lastri.


          


                 " Jadi gini bu , ada orang yang lagi mencari ART di rumah orang kaya, karena ART yang lama lagi ngurusin ibunya sedang sakit jadi dia pulang kampung."

__ADS_1


      


                " Ada lagi bu, kalau keponakan ibu mau, kerja di cafe jadi OB, masalah gaji kalian silahkan tanya kan sendiri." Jelas ibu kost dengan gamblang menjelaskan 


 


                "Supaya ibu tidak menunggak lagi pembayaran sewa rumah ini gimana.?" Tanya ibu kost.


 


                 " Baiklah bu, terima kasih ibu sudah membantu kami, antarkan saya ke sana bu, masalah jadi OB nanti akan saya tanyakan keponakan saya dulu." Jawab ibu Lastri seketika gembira.


 


             Alya yang mendengar percakapan ibu Lastri dan ibu kost ikut senang. Karena ia kini harus bekerja keras untuk persiapan lahirannya nanti.


 


               "Terima kasih bu, sebelumnya semoga kebaikan ibu tuhan membalasnya." 


 


                "Amin." 


    


           


               "Besok pagi saja ku antarkan kesana kebetulan orangnya akan ada pesta keluarga." Jawab ibu kost.


   


              Ibu kost pun pergi meninggalkan ibu Lastri. Ibu Lastri masuk ke dalam rumah menemui Alya.


            " Alya, sudah dengar bu , Alya akan bekerja karena tidak mungkin Alya berdiam diri, selagi kandungan Alya masih kecil Alya harus mengumpulkan uang untuk biaya bersalin."  Jawab Alya sendu sambil tangannya mengelus perutnya yang masih rata.


           


               ****


        


               ****


 


               


            Setelah memarkirkan mobil Bayu dan Adrian memasuki sebuah cafe yang sesuai Puspa rekomendasikan. Cafe yang mewah dan megah hanya orang- orang yang elite dan berkepentingan saja yang mampu memasukinya.


 


            


              Selang beberapa menit Puspa sudah mengekor di belakang kedua pria tampan itu.


 


               " Mari tuan ikuti saya."  Puspa memberi instruksi kepada Adrian dan Bayu.


   


               Berjalan menuju ruang VIP yang sudah dipesan Puspa , disana sudah menunggu beberapa staf dan kolega rekan kerja Adrian.


 


           


                 "Silahkan tuan." Puspa membuka pintu.


 


          Perpaduan kemeja berwarna biru dan jas berwarna hitam berjalan memasuki ruangan  rapat Adrian berjalan tampak gagah dan mempesona wajah tampanya tak kalah dengan oppa- oppa korea. Ketampanan inilah yang banyak digilai oleh teman-teman anak mama Vera, yang berlomba- lomba untuk menjadikan anak mereka  istri Adrian.


 


              "Siapa dia pa." Tanya Celine lirih.


 


              "Oh , dia pewaris tunggal Dharmawangsa corporation sayang, kenapa kamu suka.?" Jawab Burhan lirih.


 


             " Ah..,papa." Celine tersipu malu.


      


        Tak dipungkiri memang ketampanan Adrian yang memikat, mampu meluluhkan hati setiap wanita, sikap dingin dan irit bicaranya banyak wanita mengaguminya. Tak banyak yang tahu bahwa Adrian yang tampan dan hidup sultan nya pernah mengalami patah hati, luka hati ditinggalkan pergi oleh tunangannya kini menyisakan trauma yang mendalam.


      


             


                 


       


       


 


         

__ADS_1


__ADS_2