
Mama Vera membeku di depan pintu apartemen Adrian, sudah beberapa kali mengetuk pintu dan membunyikan bel rumah itu , akan tetapi sejak tadi tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.
Mama Vera meraih ponsel yang ada di dalam tasnya, kemudian beberapa kali menggeser naik turunkan ponselnya dan melakukan panggilan.
"Bay, apakah Adrian ada di rumahnya.?" Ucap mama Vera di saat panggilan terhubung.
Bayu yang di seberang telepon pun terdiam sejenak tengah memikirkan jawaban yang tepat untuk tantenya.
"Ada tante, memangnya kenapa.?" Jawab Bayu.
"Sudah berapa kali tante mengetuk pintu dan membunyikan bel, tapi sama sekali tidak ada respon dari dalam.?" Ucap mama Vera.
"Memang tante sekarang ada dimana.?" Tanya Bayu.
"Ya , di apartemen Adrian lah Bay, tante mau bertemu Alya dan cucu tante." Ucapnya lagi.
Bayu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, bagaikan buah simalakama jika sudah berhadapan dengan tante Vera dan Adrian. Di satu sisi Adrian melarang keras siapapun untuk menemui Alya dan Arjuna tanpa persetujuan Adrian.
"Kenapa kamu diam Bay.?"
"Gimana ya tan,Bayu bingung." Jawab Bayu gelisah
"Bay, apakah Adrian melarang tante untuk bertemu cucu tante sendiri.?" Katakan Bay, di mana mereka tante mau meminta maaf pada Alya, tante janji tidak akan menyakiti Alya." Ucap tante Vera dalam isak tangisnya .
Bayu yang kini dilema , akhirnya memberitahukan dimana keberadaan Alya, Bayu mengatakan bahwa Adrian telah membeli rumah, semenjak kedatangan oma membuat onar.
Setelah mendapatkan alamat rumah baru Adrian , mama Vera bergegas meninggalkan apartemen Adrian. Mama Vera memberikan alamat pada supirnya untuk mengantarkannya ke alamat tersebut.
Di sepanjang perjalanan mama Vera hanya diam, beberapa kali mama Vera menyeka air matanya yang jatuh meleleh membasahi pipinya. Kerinduannya pada Adrian tidak dapat dipungkiri , apa lagi mama Vera setelah tahu Arjuna sembilan puluh sembilan persen identik mirip Adrian.
Mobil pun memasuki kawasan elite , terbentang luas halaman rumah dan bangunan yang mewah suasana yang asri dan teduh membuat siapa saja betah tinggal di tempat itu.
Mama Vera turun dari mobilnya, ia berjalan melangkah memasuki halaman rumah itu, tiba di depan pintu utama ia mengetuk pintu rumah itu.
Pintu pun terbuka , berdiri Dona di balik pintu itu ia memindai wanita yang berdiri di depannya .
"Maaf saya mengganggu, bolehkah saya bertemu dengan nyonya anda Alya.?" Ucap mama Vera dengan anggun.
Dona mengerutkan dahinya tengah berpikir.
"Saya ibu mertuanya." Ucap mama Vera kembali.
"Maaf nyonya , tuan Adrian melarang saya untuk tidak memperbolehkan siapapun bertemu nyonya Alya tanpa persetujuan tuan Adrian, apakah anda sudah mendapat izin dari tuan Adrian.?" Ucap Dona tegas.
Mama Vera menarik nafas dalam-dalam, untuk mengurai sesak di dadanya, begitu posesifnya Adrian dengan keluarganya , sehingga sulit untuk menembus benteng pertahanannya.
"Saya mamanya Adrian , panggilkan saja Alya ke sini, saya akan menunggu di depan pintu ini , jika tidak diperkenankan masuk." Ucap mama Vera sendu.
"Baik nyonya, silahkan anda tunggu disini, saya akan panggilkan nyonya Alya." Ucap Dona.
__ADS_1
Dona berlalu pergi masuk ke dalam rumah, mama Vera kini menyadari begitu berartinya Alya dalam hidup Adrian , sehingga dia membuat benteng pembatas antara dirinya dan keluarganya sendiri.
Tok..tok..tok..
"Nyonya , ada seseorang ingin bertemu dengan anda." Ucap Dona di balik pintu.
Alya yang sedang bersiap -siap mau pergi merias dirinya sejenak menghentikan aktivitasnya, ia mengerutkan dahinya. Alya berjalan membuka pintu kamarnya.
"Siapa mbak ?" Tanya Alya.
"Seorang wanita , mengaku mertua anda." Ucap Dona.
Tanpa berpikir lagi karena penasaran Alya berjalan ke depan ke arah ruang tamu.Alya terkejut mendapati wanita itu benar-benar mamanya Adrian , terakhir kali dia bertemu di rumah sakit di saat Alya sedang dirawat rumah sakit. Tubuh Alya seketika gemetar, karena ingat bagaimana kejamnya ibunya Adrian pada waktu itu, kata-kata pedas yang pernah dilontarkannya kini kembali terngiang di telinga Alya.
"Alya , maaf jika kedatangan mama mengganggumu."
"Mama datang kesini , untuk menjenguk cucu mama, apakah boleh.?" Ucap mama Vera sembari mengusap pipinya yang terlihat basah.
Hening. Alya terdiam hal yang tak terduga , Alya tengah berpikir , Adrian sudah mewantinya untuk tidak menemui keluarganya , tanpa persetujuan Adrian.
"Tolonglah Alya, mama datang ke sini mau minta maaf pada mu, mama menyesal telah menyakitimu , setidaknya beri kesempatan mama untuk memperbaiki semua , dan tolong jangan beritahukan pada Adrian jika mama datang kesini menemui kamu." Ucap mama Vera dalam isak tangisnya dan kedua tangannya ia lipat.
Alya pun akhirnya luluh , tidak menyangka kini wanita di hadapannya datang padanya untuk meminta maaf dengan tulus.
"Mari masuk nyonya." Ucap Alya mempersilahkan masuk mama Vera yang berdiri di depan pintu.
"Alya, jangan panggil seperti itu, apakah kamu tidak mau memanggil ku mama." Ucap mama Vera
"Iya ma." Jawab Alya kaku
"Mbak Dona, tolong panggilkan mbak Rima ke sini ya, sekalian bawa Arjuna."
"Ee..mama mau minum apa .?" Tanya Alya berbasa-basi.
"Gak usah repot-repot, mama kesini mau bertemu Arjuna itu saja." Jawab mama Vera
Rima muncul dengan Arjuna dalam gendongannya, mama Vera segera bangkit dari duduknya , dengan tidak sabar mama Vera menghampiri Rima yang berjalan menuju Alya dan mama Vera.
"Kemari, oma pengen gendong." Ucap mama Vera mengulurkan kedua tangannya.
"Masya allah, kamu ganteng banget sayang." Ucap mama Vera berdecak kagum.
Mama Vera mencium pipi gembil milik Arjuna , Arjuna yang tertidur lelap pun merasa tidak nyaman karena waktu tidur nya terganggu. Untuk sesaat mama Vera memandangi wajah Arjuna.
"Kamu tahu Alya, Arjuna photo copy nya Adrian masih kecil." Ucap mama Vera memandangi wajah Arjuna.
Alya hanya tersenyum menanggapi mama Vera, di saat mereka sedang berbincang muncul dari arah depan Jonathan yang berjalan menuju ke arah mereka.
__ADS_1
Sorot mata tajam Jonathan menatap ke arah mama Vera, menyadari Jonathan menatap lekat ke arahnya mama Vera menghampiri Jonathan.
"Jo, tolong jangan katakan apapun pada Adrian , saya mohon , karena saya ingin memperbaiki hubungan saya sama Alya, saya tahu kamu tidak menginginkan kehadiran saya." Ucap mama Vera .
Raut wajah Jonathan yang semula seram , kini berubah seperti biasanya, hati Jonathan seketika luluh melihat raut wajah mama Vera yang memohon padanya.
"Om Jo, batalkan pertemuan saya dengan mrs Saqueena , bilang saya ada urusan." Ucap Alya.
"Baik nyonya." Jawab Jonathan membalikkan badan pergi meninggalkan mama Vera dan Alya.
"Mrs Saqueena.?" Siapa dia Alya.?" Tanya mama Vera dengan alis bertautan.
"Ee..itu ma, guru privatnya Alya."
Alya menceritakan kegiatan sekolah privatnya dari mulai belajar makan dan berjalan anggun layaknya seperti wanita berkelas, karena semua itu adalah ide nya Adrian , dengan alasan Alya biar lebih percaya diri. Alya yang sudah memaafkan mama Vera mengakrabkan diri dengan mama mertuanya, ia ingin melupakan kejadian yang menyakitkan demi masa depan Arjuna, dia tidak ingin menyimpan dendam kepada siapapun agar Arjuna , bisa mendapatkan kasih sayang yang lengkap.
"Masa di sekolah privat di ajarkan trik biar suami betah di rumah dan harus dandan yang **** ." Ucap Alya polos.
"Apa.?"
Mama Vera seketika mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat, ingin sekali ia meledakkan tawanya mendengar perkataan polos Alya.
"Kok begitu.?" Memangnya kenapa harus seperti itu.?"
"Gak tau ma." Alya menggelengkan kepalanya.
Lama mereka berbincang layaknya anak dan ibu, kecanggungan Alya kini menghilang seketika karena ketulusan mama Vera benar-benar menerima kehadiran Alya. Kehangatan itu terlihat jelas disaat mereka bersenda gurau.
"Mama mungkin capek gendong Arjunanya, ayo kita tidurin aja ma." Ucap Alya.
Mama Vera mengikuti langkah Alya memasuki kamarnya, lalu membaringkan pelan Arjuna di box tempat tidurnya, mata mama Vera berotasi memandangi kamar Alya yang tertata rapi,.
"Alya kamu yang sabar ya, Adrian itu memang pemarah , tapi aslinya dia itu penyayang kok." Ucap mama Vera.
"Kamu pasti terganggu ya , Adrian kalau tidur suka ngorok."
Alya menggelengkan pelan kepalanya.
"Gak ma, mas Adrian tidurnya di kamarnya sendiri." Ucap Alya sembari menunjuk kamar Adrian.
"Kalian tidak tinggal satu kamar.?" Tanya mama Vera.
Tidak ada sahutan , Alya hanya menganggukan kepala.Kini mama Vera memahami kenapa Adrian memberikan kelas privat pada Alya, sebagai wanita yang sudah berpengalaman mama Vera paham bahwa hubungan Adrian dan menantunya sedang tidak baik-baik saja.
********
__ADS_1
Terima kasih reader , jika anda suka komen dan like nya ya..🙏🙏🙏