Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
sekolah.


__ADS_3

        Alya yang masih pagi sudah disibukkan dengan aktivitas barunya.  Setelah memompa air asinya, untuk di simpan di kulkas , kini dia buru-buru masuk  ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


 


         Selesai membersihkan diri Alya merias diri hanya sekedarnya saja, lalu menghampiri bayi Arjuna yang masih tidur lelap dalam mimpi indahnya.


 


         "Anak ibu, nanti jangan rewel ya, ibu tinggal dulu." 


 


         "Kamu tahu gak sayang, papa mu itu tuan takur hari ini menyuruh ibu sekolah lagi, nanti kalau tidak dituruti tuan takur marah, masa ibu mu ini sudah tua masih disuruh sekolah .?" Ucap Alya pelan.


 


           "Ehem…ehem.."Apakah nyonya takur sudah siap berangkat sekolah hari ini.?" Ucap Adrian yang sudah berdiri di belakang Alya.


 


         Meremang sekujur tubuh Alya mendengar suara Adrian , umpatannya kali ini di dengar langsung oleh Adrian. Ia tak berani membalikkan badannya, yang terpikir saat ini di benak Alya , Adrian akan marah besar karena dia memberikan julukan tuan takur.


 


           "Ee..saya sudah siap,t..t.."Ucap Alya gemetar.


 


           Adrian hanya tersenyum , satu hal yang ia ketahui saat ini, Alya yang terlihat canggung di depannya ternyata dia wanita yang sangat cerewet,dan supel.


 


          "Tuan takur mau berangkat kerja nyonya, itu Jonathan sudah menunggu mu di luar." Ucap Adrian yang berdiri tak jauh dari Alya.


 


            Alya menarik nafas lega, ketakutannya dengan sosok Adrian benar-benar membuat tubuhnya lemas seketika. Alya memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk menatap Adrian, Adrian yang masih berdiri mengulas senyumnya, mata Alya memandangi tubuh Adrian yang menjulang tinggi , balutan baju kemeja dengan setelan celana dan jas berwarna hitam membuat penampilan Adrian terlihat tampan dan gagah.


 


        Sejenak Alya masih terdiam, dalam diam dia mengagumi Adrian , Adrian adalah sosok laki-laki yang sempurna , selain tampan dia juga seorang pria dambaan semua wanita.


 


         "Kok bengong .?" Ucap Adrian 


 


          Alya terlonjak mendengar suara Adrian yang menyapanya.


 


         "Sebentar saya ambil tas dulu." Jawab Alya berlalu pergi meninggalkan Adrian.


 


          Adrian yang terlebih dulu tiba di teras depan kini tengah berbincang dengan Jonathan.


 


          "Oke Jo, saya nitip nyonya , kalau ada apa-apa segera hubungi saya." Ucap Adrian berjalan menuju mobilnya.


 


         "Siap bos." Jawab Jonathan mengacungkan jempol tangannya.


 


        Alya yang berdiri tak jauh dari Jonathan pun bersiap memasuki mobilnya.


 


         "Apakah anda sudah siap nyonya." Tanya Jonathan


 


         "Iya, bang Jo, kita berangkat sekarang." Jawab Alya memasuki kendaraannya.


            Di sepanjang perjalanan Alya hanya diam, terlintas kembali sosok Adrian yang menari-nari indah di pelupuk matanya,tatapan mata Adrian yang teduh sesaat membuat Alya terpesona. Hingga tak terasa mobil yang ia kendari pun sampai di sebuah gedung mirip seperti ruko.


 


         "Kita sudah sampai nyonya." Ucap Jonathan.


 


         Lamunan Alya seketika ambyar , ia pun terperanjat mendengar suara bariton Jonathan.


 


         "Mari saya antarkan anda masuk ke dalam." Ucapnya kembali.


 


           Alya yang sudah turun dari mobil itu, kini berjalan beriringan  memasuki gedung itu sesuai arahan yang diberikan Jonathan. Tiba di depan pintu yang bertuliskan seorang nama Jonathan mengetuk pintu itu.


 


          Tok.. tok..


 


         Muncul seorang wanita di balik pintu, berdiri membuka pintu dengan senyumnya yang ramah.


 


          "Selamat pagi nyonya, dengan mrs . Saqueena.?" Ucap Jonathan.


 


         "Betul sekali, dengan saya sendiri,"


         "Dengan nyonya Alya Dharmawangsa." Ucap Mrs Saqueena.


 

__ADS_1


          "Alya."  Jawab Alya mengulurkan tangannya.


 


         "Baik nyonya, kalau begitu saya tunggu anda di depan." Ucap Jonathan.


 


       Alya menganggukan kepalanya. Lalu mengikuti mrs Saqueena masuk ke ruangannya. 


 


        "Sebelum kita memulai materi pelajaran, perkenalkan saya  mrs Saqueena, saya diminta suami anda untuk mengajar anda secara khusus ."  Ucap mrs Saqueena tersenyum ramah.


 


        Alya hanya menganggukkan kepalanya.


 


        "Materi kita kali ini nyonya Alya, bagaimana cara kita makan dan berjalan anggun layaknya wanita berkelas." Ucap mrs Saqueena memulai pelajarannya.


        Alya yang pada dasarnya adalah dulunya seorang murid yang cerdas, dia sudah beberapa kali meraih juara di sekolahnya , dia tidak mengalami kendala menerima pelajaran yang diberikan mrs Saqueena.


 


        "Oh ya nyonya , apakah ada yang ingin anda tanyakan ." Ucap mrs Saqueena.


 


       "Sepertinya tidak ada miss." Jawab Alya.


 


       "Jika tidak ada, silahkan ambil buku anda, saya akan memberikan materi yang harus anda ingat dan catat di materi selanjutnya."


 


       "Baik miss." 


 


       "Catat ya, trik untuk membuat suami betah di rumah." Ucap mrs Saqueena.


 


       Mata Alya membulat sempurna , mendengar perkataan mrs Saqueena, pikiran Alya seketika melayang ke Adrian yang tiba-tiba , berdiri di belakangnya dengan begitu gagah dan tampan.


       "Memangnya ada ya, trik membuat suami betah di rumah." Ucap Alya di dalam hati.


 


        "Selain makan dan berjalan dengan anggun, dandan yang cantik , dan melayani suami dengan baik, supaya suami betah di rumah." 


 


         "Apakah anda sudah mencatatnya nyonya." Tanya mrs Saqueena.


 


          "Ee…sudah miss." Jawab Alya gugup.


 


 


        "Nyonya Alya, semua materi yang saya berikan dipraktekkan di rumah ya, saya besok akan mengevaluasi dan memberikan penilaian " 


 


         "Baik miss." 


 


         Setelah berpamitan Alya keluar dari ruangan mrs Saqueena,  ia berjalan menuju mobilnya, di sana Jonathan sudah menunggunya. Di dalam mobil Alya tampak diam dan bingung. Ia memikirkan pelajaran yang diberikan oleh mrs Saqueena. 


 


            ******


 


         Di dalam kamarnya  Alya berjalan mondar-mandir , ia berpikir keras bagaimana caranya mempraktekkan materi pelajaran yang diberikan oleh mrs Saqueena. 


 


         "Mbak …, mbak Rima ." Teriak Alya memanggil baby sitternya.


 


          "Iya nyonya, ada apa.?" Tanya Rima.


 


        Rima datang mendekati Alya yang berdiri menunggunya di ruang keluarga.


 


        "Mbak Rima sudah menikah belum.?" Tanya Alya.


 


        "Apa.?" Menikah.?" Saya belum menikah nyonya, memangnya kenapa.?" Tanya Rima mengerutkan dahinya.


 


        Rima menatap aneh majikannya yang terlihat tampak bingung.


 


           "Memangnya kenapa nya.?" Tanya Rima kembali.


 


           "Ini loh mbak , saya dapat materi dari sekolah tadi , disuruh mempraktekkan." Ucap Alya sembari menunjukkan buku yang di pegangnya.

__ADS_1


 


         Rima yang menerima buku yang diberikan Alya membaca dengan teliti setiap barisan yang tertulis .  Tiba-tiba Rima mengulum senyumnya. 


         


         "Kenapa mbak.?" Kok senyum.?" Tanya Alya.


 


        "Nyonya ada-ada saja, ini materi tentang rumah tangga , begitu saja kok bingung.?" Ucap Rima menahan tawanya.


 


        Alya meraih bukunya, ia kembali membaca tulisannya sendiri , tidak ada yang aneh di dalam tulisannya tapi kenapa Rima tersenyum setelah membaca isi bukunya.


 


      Alya berjalan kembali menuju kamarnya, ia membaca ulang materi yang diberikan mrs Saqueena. Alya bingung bukan karena tulisannya , tapi dari mana ia akan memulai membuat suaminya betah di rumah, selama beberapa bulan sudah menikah , mereka belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.


 


         Adrian yang baru sampai pulang dari kantornya, ia langsung memasuki kamarnya setelah melepas sepatu dan dasinya , ia duduk di sofa dengan menyandarkan punggungnya , beberapa kali ia menarik nafas dalam untuk melepas kepenatannya.


 


         "Apakah Alya bisa menerima pelajaran dengan baik ya." Gumam Adrian.


 


         Adrian bangkit dari duduknya , berjalan memasuki kamar mandi, guyuran air yang mengalir membasahi tubuhnya. Sesaat mampu melepaskan segala kepenatan yang menyelubungi jiwanya.


 


          Setelah  selesai membersihkan diri Adrian berjalan menuju kamar Alya.Adrian ingin menyambangi Arjuna , untuk memastikan Arjuna sudah tertidur.


 


            Tok..tok..


 


           "Alya , apakah kamu sudah tidur." Ucap Adrian 


 


          Beberapa kali mengetuk pintu kamar alya tidak ada sahutan,tidak sengaja tangan Adrian memegang gagang pintu, lalu memutarnya dan pintu pun terbuka.


 


            "Kok , tidak di kunci.?" 


         


        Adrian berjalan menghampiri Alya yang sudah tertidur pulas, di atas dadanya terdapat buku yang terbuka. Adrian perlahan menarik buku itu, untuk sesaat Adrian tersenyum membaca isi buku tersebut. Lalu meletakkannya kembali buku itu di samping Alya.


 


          Adrian memandangi wajah polos Alya, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, di saat Adrian menarik selimut  untuk menutupi tubuh Alya tangan Alya menarik kain itu  dan memegang tangan Adrian,  merasakan ada sesuatu hingga membuat Alya terbangun dari tidurnya.


 


               "Tolong.. ada setan burung hantu." Pekik Alya 


           


             Adrian yang terkejut pun terjatuh tepat di atas tubuh Alya, hingga tatapan mereka pun beradu, untuk sesaat tidak ada yang aneh ,  nafas mereka saling memburu , detak jantung pun tidak karuan tapi Adrian adalah seorang pria yang normal merasakan ada yang mengganjal di bawah sana seketika tonggak ampuh milik Adrian berdiri di tegangan tinggi.


 


           "T..t..ee..kenapa ada di sini.?" Ucap Alya terbata-bata.


 


           "Aku nengokin Arjuna, sudah tidur apa belum.?" Jawab Adrian lalu bangkit dari tubuh Alya yang dia tindih.


 


           "Arjuna kan tidurnya di sana.?" Ucap Alya sembari menunjuk ke arah sudut ruangan.


 


          "Ya , ampun ini juga kenapa harus berdiri tidak tepat waktu sih ." Ucap Adrian dalam hati mengusap kasar wajahnya.


 


         "Iya, aku tahu, niat aku tadi baik mau menarik selimut untuk menutupi tubuhmu." 


 


        "Lagian kenapa sih tadi pake teriak-teriak segala.?" Ucap Adrian.


 


         "Ya maaf, tadi aku sedang bermimpi buruk." Jawab Alya mengerucutkan bibirnya .


 


         "Mimpi apa.?" Ucap Adrian.


 


         "Dikejar burung hantu, besar sekali , aku takut." 


          "Hadeh .., ya sudah sana tidur lagi, kunci tuh pintu kamar kamu, biar burung hantunya tidak masuk ke kamar." Ucap Adrian berlalu pergi meninggalkan kamar Alya.


 


          Alya membeku menahan tawanya, terlihat sekali wajah Adrian menahan amarahnya,Alya menutup pintu kamarnya, lalu kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya .


 


          


 

__ADS_1


            


    


__ADS_2