Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
2.Alya


__ADS_3

            **


       


             **


          Maria mengingat dua puluh tahun yang lalu . Dimana dia dan suaminya Bondan bekerja dengan orang kaya yang baik hati . Kemanapun majikannya berlibur akhir pekan mengajaknya jalan-jalan.


    


          Hingga hari naas itu tiba dimana, kejadian insiden kecelakaan mobil yang ditumpangi orang tua Alya mengalami rem nya blong .


    


         Mobil yang ditumpangi orang tua Alya menabrak pembatas jalan hingga mengalami kecelakaan yang tak terduga.


          Anita ibu nya Alya berusaha sekuat tenaga meraih tangan Maria yang sedang menggendong Alya kecil balita berusia dua tahun itu.


          "Bi,Maria tolong jaga Alya  baik-baik ya,aku titip Alya."


  


       " Tolong berikan ini untuk Alya."


  


          Terdengar suara serak menahan sakit Anita mengulurkan tangan nya kebelakang.


       


          Matanya terasa gelap bahkan tidak bisa menggerakkan badannya perlahan matanya tertutup.


        Perlahan hilang kesadaran dengan nafas tersengal.


         "Bu,bangun bu.."


   


         Beberapa kali Maria mencoba menggerak - gerak kan tubuh Anita berharap masih ada harapan majikanya masih hidup.


         Dengan tangan terkulai masih menggenggam kotak kecil.


       Tak lama bantuan pun berdatangan dari mulai polisi yang sibuk olah TKP, dan awak media yang  mencari informasi.


 


           ** 


           


           **


     


          "Di mana Alya" 


           Maria mendongakkan  kepalanya  terdengar suara nyonya besar mencari cucu nya.


      


          "Di ruang perawatan Oma" 


          jawab Maria dengan suara serak.


         "Bagaimana, keadaan Bram dan Anita.?"  Tanya oma Yana kepada seluruh keluarga besar yang sedang berkumpul. 


          Hening.tidak ada jawaban semua orang terdiam membeku.semua orang sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.


           "Kenapa diam.?" 


         


            "Jawab!" Bentak oma Yana.


     


          Oma Yana menatap kerabat nya 


Mereka semua hanya bisa menangis.


    

__ADS_1


           Perlahan oma Yana berjalan mendekati Anton.


     


              "Katakan, Anton apa yang terjadi.?"   Terdengar suara tegas dari oma Yana.


        


         Anton orang kepercayaan keluarga Sudirja dia sudah bertahun-tahun bekerja di keluarga ini dari masalah yang kecil hingga masalah yang rumit ia mampu mengatasinya.


    


        


          Anton hanya bergeming ingin menjawab pertanyaan nyonya besar lidah nya terasa kelu.


     


            "Keluarga Alya Pitaloka"  


       


        


          Seorang perawat yang berseragam serba putih muncul dari ruang  perawatan poli anak.


    


         


          "Saya, saya oma nya suster"


    


          


            Oma Yana mempercepat langkah kakinya mendekati perawat sedang berdiri di depan pintu ruang perawatan anak.


      


            


      


      


        "Pasien bernama Alya Pitaloka hanya 


         mengalami luka ringan ibu."


      


           


           Suster itu memberi penjelasan bahwa Alya baik -baik saja.


    


          


           " Lalu bagaimana dengan anak dan menantu saya suster."   Oma Yana menanyakan keadaan Bram dan Anita.


      


        


         "Mereka ada di ruangan ICU bu "  


      


          


         Suster itu memberikan jawaban sembari menunjuk ruangan yang dimaksud.


       


      


           Dengan langkah pelan oma Yana melangkahkan kakinya di iringi Anton dan beberapa orang di belakangnya. Tatapan pilu melihat anak dan menantu berbaring di tempat tidur, dengan peralatan medis di tempel di dada dan dan pernapasan dibantu oksigen.


    

__ADS_1


          


          Senyap.hanya terdengar isak tangis di lorong rumah sakit.


    


          


         Tak beberapa lama berjalan  dokter dan tim medis menuju ruangan dimana Bram dan Anita di rawat 


        


     


        Semua mata tertuju ke arah ruangan               tersebut  .


     


         


            "Apakah sudah ada hasil dari penyelidikan polisi Anton"  oma Yana bertanya kepada Anton yang duduk di seberangnya.


      


       


            "Belum, oma."  Jawab Anton 


    


          


           "Jika sudah keluar , berikan hasilnya kepadaku."  Ucap oma Yana menatap tajam ke arah Anton.


       


          


              "Baik, oma."   Jawab Anton mengangguk kan kepala.


     


         


          Tak beberapa lama menunggu akhirnya keluarlah dokter yang masuk ke ruangan tersebut .


     


    


           Oma Yana melihat itu bangkit dari duduknya berjalan menghampiri .


     


   


       "Apakah pasien, sudah sadar dokter?"


      


     


      Oma bertanya kepada dokter Arkand. Dokter  Arkand adalah orang kepercayaan keluarga Sudirja untuk merawat keluarganya.


    


         


           "Maafkan aku, oma." Dokter Arkand menatap lesu ke arah oma Yana.


      


       


         "Bram dan Anita tidak bisa melewati masa kritis, akibat benturan di kepala , dan banyak kehilangan darah dia …."   Dokter Arkand tidak bisa melanjutkan perkataannya.


     


        


          Mendengar perkataan dokter Arkand oma Yana langsung merasakan seluruh tubuhnya tidak bertulang jatuh pingsan.

__ADS_1


      


           Anton menangkap tubuh oma Yana dibantu beberapa ajudan langsung membawanya ke ruangan perawatan.


__ADS_2