
Di dalam sel tahanan Baron sedang tertidur meringkuk, semenjak Baron di gugat cerai oleh Maria , mempengaruhi iwa dan mentalnya. Badan yang dulu terlihat gagah dan bengis, berubah drastis dengan fisiknya sekarang, Baron sekarang sakit-sakitan, dan tak jarang jatah makannya sering diambil oleh tawanan lainnya.
"Saudara Baron ada kunjungan untuk anda." Suara sipir membangunkan Baron.
"Heh, Baron tuh ada kunjungan buat kamu." Suara teman satu sel membangunkan Baron.
Baron yang masih tertidur , karena dalam keadaan sakit ia pun berusaha bangun dari tidurnya. Ia pun berjalan dengan tertatih -tatih menghampiri sipir yang sudah berdiri di depan pintu sel tahanan.
Di ruang tunggu besuk tahanan tengah duduk seorang lelaki sedang menghisap cerutunya, asap dari cerutu itu mengepul di udara memenuhi ruangan itu. Samar -samar, Baron mengerjapkan pandangannya dari jarak jauh , untuk memastikan siapa orang yang datang mengunjunginya.
Baron berharap seseorang yang datang mengunjunginya adalah Maria, setelah gugatan cerai dilayangkan oleh Maria, semenjak itu pula Maria tidak pernah datang mengunjunginya.
Dari kejauhan pria itu mengembangkan senyumnya , lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri Baron yang tengah kesulitan berjalan karena tubuhnya dalam keadaan sakit.
Ck..ck..ck..
"Apa kabar sobat , lama tak jumpa , apakah kamu masih mengenaliku.?" Tanya Burhan.
Ciih..
"Mau apa kamu ke sini.?" Tanya Baron menatap tajam Burhan yang berdiri di hadapannya.
"Santai, lama kita tidak bertemu , kamu tidak berubah Baron, kamu tetap pemarah, ayo kita ngobrol dulu , aku sangat merindukanmu." Ucap Burhan.
"Tidak usah berbasa-basi, katakan saja apa mau kamu.?" Ucap Baron ketus.
Baron duduk berhadapan dengan Burhan , Burhan menghidupkan cerutu yang sudah menempel di bibir Baron.Baron menghisap dalam -dalam cerutu itu menikmati setiap hisapan.
Hening.Mereka hanya saling pandang memperhatikan keadaan sekitar untuk memulai perbincangan . Karena padatnya pengunjung yang membesuk keluarganya masing-masing , sehingga Burhan menunda perbincangan yang akan di utarakan.
Setelah memastikan pengunjung sudah sepi , Burhan pun mendekati Baron dengan duduk di sampingnya.
"Baron , tentu kau tahu maksud kedatanganku kesini .?"
"Aku ingin menanyakan , apakah pewaris tunggal Sudirja sudah kau lenyapkan.?" Tanya Burhan berbisik pelan.
Baron menghela nafas dalam , ia terdiam mendengar perkataan Burhan yang menanyakan tentang keberadaan Alya. Memori Baron berputar beberapa tahun yang lalu.Baron yang pada waktu itu dia seorang kepercayaan Bram , Baron dipercaya oleh Bram untuk mengawasi bagian lapangan , Baron yang memergoki kecurangan Burhan , hingga dipaksa kerjasama untuk tidak melaporkan kecurangan di lapangan.
__ADS_1
Baron yang dijanjikan akan mendapat tempat posisi yang tertinggi di perusahaan Sudirja, Baron mengikuti semua permainan Burhan, sehingga suatu hari Bram mengetahui kecurangan Burhan, Bram mengumpulkan semua bukti kecurangan Burhan dan Baron dan akan membawanya ke ranah hukum, pada kunjungannya ke suatu proyek yang bertepatan dengan Anita mengajak untuk berlibur, disitulah Burhan melancarkan aksinya dengan bekerja sama dengan Baron untuk membuat mobil yang ditumpangi Anita dan Bram beserta anak dan pengasuhnya , mengalami kecelakaan tunggal dengan mobil remnya blong.
Lama Baron terdiam , ia menyesali semua perbuatannya , di sisa hidupnya yang mungkin tak akan lama lagi dia tak ingin menyakiti Maria , Maria yang pada waktu itu memohon untuk tidak membunuh Alya, karena sebuah amanah dia ingin melindungi Alya sehingga pada waktunya tiba , Maria bertekad akan menyerahkannya pada keluarga Sudirja.
"Burhan , kenapa kau tanyakan itu , tidakkah kau lihat keadaan ku sekarang.?"
"Orang yang kamu maksud itu sudah lenyap dari dulu, untuk apa kau tanyakan lagi.?"
"Bohong.!" Katakan .!" Siapakah perempuan yang akan kamu lukai , hingga kau di jebloskan di penjara." Ucap Burhan dengan tatapan menghunus.
"Ck..ck..,Burhan,Burhan, ya.. aku melakukan kebodohan dengan ingin membunuh Alya istri Adrian , asal kamu tahu , aku melakukan itu karena Alya adalah wanita simpanan ku , dia sudah menguras semua harta ku."
"Lalu wanita yang melindungi dari penusukan yang kau lakukan itu siapa.?" Aku tahu semuanya , Baron jangan kau bohongi aku." Ucap Burhan kesal.
Degh.
Seketika jantung Baron berdetak kencang, ia memikirkan keselamatan Puspa, Baron tahu bagaimana kejamnya Burhan , dia sanggup melakukan sesuatu yang lebih sadis jika dia ingin mendapatkan sesuatu. Pikirannya seketika bingung memikirkan jawaban yang tepat.
"Dia adalah anak selingkuhan Maria,dia bekerja di perusahaan Dharmawangsa." Jawab Baron berusaha menetralkan dirinya.
"Percayalah , aku tidak pernah menghianatimu, jika kau tidak percaya tanyakan sendiri pada Adrian dari mana dia mendapatkan istrinya itu, sampaikan salamku padanya jika aku merindukan istrinya." Ucap Burhan tersenyum licik.
"Aku tidak semudah itu mempercayaimu Baron, aku akan menghabisimu jika kau membohongiku."
"Lalu kemana berkas yang diberikan oma Yana , pada malam itu.?"
"Aku tidak tahu Burhan , karena pada saat kami melarikan diri malam itu, kami di serang oleh kawanan rampok, semua barang kami di sita."
Hening . Burhan menatap lekat Baron yang kini terlihat menyedihkan , pikiran Burhan berusaha mencerna semua yang dikatakan Baron , rasa tak percaya menghinggapi pikiran Burhan , untuk membuktikan itu ia butuh waktu untuk menyelidiki sendiri.
********
Di sudut ruangan Jonathan menikmati hisapan rokoknya , sesekali ia meraih gelas yang berisi minuman . Tatapan matanya menikmati lalu lalang wanita yang menjajakan tubuhnya dengan laki-laki hidung belang.
"Hay.., apakah aku boleh gabung.?" Suara seorang wanita berdiri di hadapan Jonathan.
Di bawah cahaya lampu yang berkedip, dan suara hentakkan musik Disjoki Jonathan berusaha mengingat wanita yang yang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Masih ingat aku.?" Tanya wanita itu lagi.
Jonathan hanya diam ketika wanita itu duduk di sampingnya , ia berusaha mengingat wanita yang kini duduk di sampingnya.
"Maaf malam itu , aku lupa mengucapkan terima kasih ."
Jonathan seketika terperanjat , ingatannya berputar pada kejadian malam itu, dimana seorang wanita tengah menenggak minuman keras hingga mabuk tidak sadarkan diri , beruntung dirinya pada malam itu ada di tempat kejadian, jika tidak mungkin sudah menjadi korban pelecehan laki-laki yang tidak bertanggung jawab.
"Apakah bisa kita bicara di luar saja.?" Ucapnya kembali
Tidak ada sahutan, Jonathan mengikuti langkah Raisa keluar ruangan itu. Tiba di luar ruangan mereka memilih duduk dibawah pohon dengan pencahayaan lampu yang lebih terang.
"Katakan , kenapa menemuiku.?" Tanya Jonathan menatap lekat Raisa.
"Maafkan aku ya, waktu itu aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak, kedatangan ku mencarimu karena aku mau ucapin terima kasih."
"Terima kasih untuk apa.?" Tanya Jonathan.
"Terima kasih sudah menyelamatkan aku." Jawab Raisa
"Oh itu, sama-sama"Ucap Jonathan.
"Oh ya kamu kerja di mana .?" Kok jam segini belum pulang.?" Tanya Raisa.
Jonathan terdiam sesaat memikirkan jawaban yang tepat , hal yang tak mungkin mengungkap identitas dirinya bahwa dia adalah seorang bodyguard.
"Saya kerja buruh bangunan nona.?" Ucap Jonathan.
Raisa yang berdiri di hadapan Jonathan memindai tubuh atletis Jonathan. Tidak menelan mentah-mentah jawaban yang diberikan oleh Jonathan.
"Oh , begitu."
"Oh ya, kenalkan nama ku Raisa.?" Ucap Raisa mengulurkan tangan .
"Jonathan."
Mereka pun berbincang dengan akrab layaknya seorang teman , ada rasa kebahagiaan tersendiri bagi Jonathan , tapi itu semua ia tepis jauh -jauh , Jonathan tidak ingin kecewa , dan tidak ingin berharap lebih , rasa trauma terhadap wanita membuatnya beku, tak ingin memulai yang akan menimbulkan rasa sakit yang mendalam, seperti yang dialami ayahnya, ibunya Jonathan pergi meninggalkan ayah Jonathan dengan laki-laki lain , hanya karena ayah Jonathan dalam kesulitan ekonomi, sebuah penghianatan yang dilakukan ibunya Jonatahan , kini Jonathan sangat takut dengan makhluk yang namanya wanita.
__ADS_1
******