Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
kelahiran kedua.


__ADS_3

      Ponsel Adrian berdering , ketika Adrian melangkahkan kaki menuju ruangan dimana Miranti sedang di operasi. Panggilan atas nama Dona kini menghiasi layar ponselnya.


 


       "Ya Dona, ada apa.?" Tanya Adrian setelah panggilan terhubung.


 


        "Tuan anda di mana.?" Nyonya sekarang mengalami kontraksi ." Ucap Dona panik.


 


         "Apa.?" Kontraksi bukankah masih dua minggu lagi ya.?" Ucap Adrian tak kalah panik mendapat kabar bahwa Alya mengalami kontraksi karena di waktu dia pergi Alya baik-baik saja.


 


         "Saya tidak tahu tuan, nyonya mengalami kontraksi setelah melihat ponselnya tuan." Jawab Dona .


 


         "Apa.?" Ponsel.?" Ya sudah kamu langsung bawa ke rumah sakit ya." Jawab Adrian  


 


         "Ada apa.?" Tanya Bayu.


 


          "Alya kontraksi Bay." Jawab Adrian 


 


       Adrian dan Bayu berbalik arah , mereka mengurungkan niatnya untuk mengunjungi Miranti, pikirannya sekarang sangat kalut , kenapa tiba-tiba mengalami kontraksi, sedangkan menurut jadwal dokter Alya akan melahirkan sekitar dua minggu lagi.


 


        Di dalam perjalanan menuju rumah sakit , Adrian teringat akan perkataan Dona, lalu Adrian memainkan kembali ponselnya, Adrian sangat terkejut, pemberitaan tentang Burhan kini sudah menyebar luas di media sosial, Alya yang sangat sensitif akan masalah kini mengalami kontraksi karena tertekan pikirannya, Adrian kini tahu penyebabnya.


 


       Meskipun dia tahu dan menyadari bahwa tak akan selamanya dapat menyembunyikan masalah tersebut, dengan panik Adrian menghubungi Dona kembali.


       "Ya tuan, kami sedang membujuk nyonya untuk dibawa ke rumah sakit , tapi nyonya tidak mau tuan, dia ingin menunggu kedatangan tuan." Ucap Dona di seberang telepon.


 


       "Apa.?" Ya ampun Alya." Ucap Adrian menepuk dahinya.


 


      "Bay , bisa gak lebih cepat bawa mobilnya.?" Ucap Adrian dalam kepanikannya.


 


      "Ya ampun sabar bro, kamu lihat .!" Tuh, di depan macet." Jawab Bayu sembari menunjuk sebaris kendaraan yang sedang mengantri untuk sama-sama mau jalan.


 


      Adrian yang duduk di samping kemudi semakin gelisah, pikirannya tak tenang , ia tahu Alya masih menunggunya. Adrian tak ingin melewatkan momen indah menemani sang istri untuk lahiran.


 

__ADS_1


      Perlahan kendaraan merangkak maju meskipun belum lancar, karena padatnya kendaraan di jam sibuk siang, di jam dua belas dimana waktu anak sekolah waktunya pulang, dan orang kantor mencari makanan jika tidak membawa bekal.


 


     Tidak terasa mobil pun memasuki kawasan elite milik Adrian, dengan sempurna Bayu memarkirkan mobil mewah itu. Adrian dengan terburu-buru membuka pintu mobil, lalu berlari kecil menuju rumahnya.


        "Alya." Ucap Adrian mendapati istrinya terbaring di ranjang dan menyeringai menahan rasa sakit.


 


        "Mas, katakan pada ku, kamu habis dari rumah sakit kan, bagaimana kabar oma .?" Tanya Alya mencecar suaminya ketika Adrian masuk ke dalam kamar.


 


       Dona dan Rima yang menemani Alya, pergi dari ruangan itu,karena Adrian sudah pulang.


 


       "Sayang , sebaiknya kita ke rumah sakit dulu, kamu jangan banyak pikiran ya..?" Ucap Adrian berusaha membujuk Alya.


 


      "Mas, kenapa kamu sembunyikan ini dari aku, aku sangat mengkhawatirkan oma mas." Ucap Alya mulai terisak tangisnya.


 


     "Sayang , percayalah aku tidak bermaksud untuk tidak memberitahumu, hanya aku ingin memastikan oma baik-baik saja." Ucap Adrian mengusap lembut kepala Alya yang kini ia benamkan dalam pelukannya.


 


       Tangis Alya seketika pecah, seiring rasa sakit yang kini terus mendorong di perutnya, setelah membaca berita di media, Alya langsung mengalami kontraksi,rasa sakit yang terus menyerangnya diabaikan, karena Alya tak ingin kehilangan lagi orang yang paling berharga dalam hidupnya.


 


 


 


       Tiba di rumah sakit, Dona yang terlebih dulu turun dan meminta bantuan petugas rumah sakit , kini ia berjalan dengan petugas rumah yang membawa kursi roda.


 


       Adrian yang sudah siap, kini membopong tubuh Alya  keluar dari mobil dengan perut buncitnya , lalu dengan pelan mendudukkannya.


 


       "Biarkan saya saja suster." Ucap Adrian mengambil alih kursi yang akan didorong oleh petugas rumah sakit.


 


       Petugas rumah sakit itu pun menyerahkannya, lalu berjalan beriringan menuju ruang bersalin.


      


 


       Dona yang sudah mempersiapkan dan meminta ruangan khusus untuk majikannya, kini berdiri di depan pintu ruang operasi, memasuki ruang operasi tubuh Alya seketika merasakan hal yang berbeda , ia teringat bagaimana dulu ia juga harus di operasi di saat waktu mau melahirkan Arjuna.  Perasaan yang sama di rasakan Adrian , Adrian yang waktu itu menolong Alya yang akan melahirkan mendadak, akibat didorong oleh Baron, terpaksa membawa Alya ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan.


 


      Dengan lembut Adrian menggenggam erat tangan Alya, Alya yang merasakan tangan Adrian mengulas senyuman walau rasa sakit menderanya.

__ADS_1


 


        Memasuki ruangan operasi ,beberapa dokter sudah mempersiapkan alatnya, ada beberapa petugas perawat kini sudah di samping dokter.


 


        Setelah melakukan pengecekan tensi darah dan memastikan normal,  dokter memulai pekerjaannya,  Adrian yang menemani Alya tak henti berdoa, jantung Adrian berpacu hebat saat dokter itu memulai operasinya. Karena seumur hidup , Adrian baru kali ini menyaksikan bagaimana proses melahirkan caesar. 


 


       Berlinang air mata Adrian tak terasa membasahi pipi, ingatannya kembali saat Arjuna lahir ke dunia , karena saat itu Arjuna sangat membutuhkan dirinya, seperti ikatan batin Adrian yang saat itu diminta dokter melakukan metode skin to skin seperti kangguru, Adrian tidak menolak.


 


       Oeeekk…oekk…


 


      Lamunan Adrian seketika buyar, ketika mendengar tangisan seorang bayi yang memecah keheningan itu. Dokter yang menolong persalinan tersebut langsung membalutkan kain pada bayi yang baru lahir.


 


        "Selamat ya pak , bayinya perempuan." Ucap dokter tersebut sembari memberikan bayi yang ada dalam gendongannya.


 


      Adrian meraih bayi yang diberikan oleh dokter itu, tiada kata yang terucap dari bibirnya selain menatap wajah cantik mungil yang dalam gendongannya. Kini Adrian bersiap mengadzaninya, dengan tangis bahagianya Adrian mengumandangkan adzan di telinga bayi cantiknya.


 


      Tak hentinya Adrian mengucap syukur, kini dia sudah mendapatkan sepasang anak, baginya tak ada lagi keinginan selain berkumpul dengan anak dan istrinya.


 


        "Bay, bagaimana keadaan Alya.?" Tanya mama Vera yang baru saja sampai dengan ditemani oleh oma Jayanti.


 


       "Alhamdulilah , bayi nya perempuan tante." Jawab Bayu dengan mimik muka bahagianya.


 


       "Ya allah, syukurlah aku sangat bahagia mendengarnya." Ucap mama Vera dan oma Jayanti hampir bersamaan.


 


     Tak berapa lama , keluar Adrian dengan wajah bahagia nya dengan senyum mengembang.


 


      "Selamat ya, kamu sudah menjadi seorang ayah lagi." Ucap oma Jayanti menghampiri Adrian lalu memeluknya.


      "Terima kasih oma , mama." Ucap Adrian sembari bergantian memeluk dirinya.


 


      "Selamat ya bro." Ucap Bayu sambil mengulurkan tangannya.


 


      "Terima kasih." Jawab Adrian menyambut uluran tangan Bayu lalu memeluknya.

__ADS_1


 


        Diluar ruangan itu , hanya terdengar isak tangis bahagia menyambut kelahiran anak kedua  Adrian.


__ADS_2