Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
menyingkirkan Alya.


__ADS_3

      


           Adrian memasuki ruangan kantornya dengan tergesa-gesa. Sudah beberapa kali ia berjalan mondar-mandir di dalam ruangan itu seperti setrikaan. Pikirannya kini mulai menerka apakah anak yang ada di dalam kandungan Alya itu anak nya atau bukan.


 


            Adrian mencoba menghubungkan rentetan kejadian aneh yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Keinginan nya yang datang secara tiba-tiba, dan kadang mual yang tak terelakkan. Masih terngiang jelas ocehan Bayu yang mengatakan dirinya mirip orang hamil yang sedang ngidam.


 


          Adrian mengambil HP di dalam saku baju nya lalu mencari kontak yang bernama Jonathan.


 


             "Halo, Jo kamu kemana aja sih.?" 


  


         Adrian berbicara setelah panggilan tersambung.


              Puspa yang berjalan menuju ke arah ruangan Adrian sejenak ia berhenti di depan pintu, ia mengurungkan niat nya yang hendak mengetuk pintu. 


 


             "Bagaimana, apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang aku minta.! 


           Adrian langsung memberondong beberapa pertanyaan begitu teleponnya tersambung.


 


              "Iya bos sabar." Ujar Jonathan yang berada di seberang telepon.


 


           "Kamu kenapa susah dihubungi.?" Tanya Adrian lagi


 


 


            " Begini bos, disini banyak kendala yang gak bisa saya jelaskan." Ucap Jonathan.


 


              "Ah..sudah-sudah aku tidak mau mendengar drama mu.!"  Katakan saja yang jelas.!" Bagaimana info tentang wanita yang aku sewa malam itu.!" Ucap Adrian menekan


 


              "Baiklah bos sebentar lagi ini sudah sampai kantor." Ucap Jonathan.


 


            Puspa yang berdiri sejak tadi di depan itu mendengar semua perkataan Adrian. Mata Puspa seketika membelalak, ia mengatupkan bibirnya takut mengeluarkan suara.


 


             "Wah, ternyata si bos ini doyan juga dengan perempuan, tapi siapa perempuan sewaan yang dia maksud.?"  


     


           Puspa tak ingin menyia- nyiakan kesempatan ini, jiwa kepo nya seketika meronta-ronta ingin tahu. Ia segera berlari ke ruangan nya dia ingin tahu siapa yang datang menemui bos nya itu.


 


          Di dalam ruangan Puspa menunggu siapa yang akan berjalan menuju ruangan Adrian. Karena ruangan nya dengan Adrian satu lorong dengan ruangan nya. Puspa tampak gelisah beberapa kali mata nya ia edarkan ke arah luar ruangan.


 


            Selang beberapa menit berjalan lelaki tinggi jangkung berkacamata hitam, penampilan yang seksi ala aktor bollywood.


 


              Setelah memastikan lelaki itu memasuki ruangan Adrian, Puspa segera melancarkan aksi nya untuk menguping pembicaraan Adrian dengan tamunya. Kebetulan pintu tidak tertutup sempurna. Puspa bisa mendengar dengan jelas pembicaraan kedua lelaki itu.


 


              


              "Kan , sesuai permintaan bos. Saya harus menyelidiki sedetail mungkin." 


 


             "Lalu bagaimana info yang kamu dapatkan.?" Tanya Adrian penasaran.


 


             "Menurut info, wanita itu dijadikan taruhan judi dengan bapaknya, karena bapaknya sudah berhutang banyak dengan bos Marco." Ujar Jonathan .


 


              "Lalu kemana uang dua milyar yang aku transfer waktu itu Jo.?" 


 


              "Seberapa banyak hutang bapaknya hingga harus menjual anaknya sendiri.!" Dasar kejam .!" Adrian mengepalkan tangannya lalu menghempaskan ke meja.


 


            Jonathan memandang heran ke arah bos nya kenapa tiba-tiba, Adrian peduli dengan perempuan yang sudah di sewa nya.


 


             "Yah Sudahlah bos , kenapa bos harus peduli dengan perempuan itu, kan bos sudah membelinya." Ucap Jonathan tanpa rasa bersalah .


              "Diam kamu.! Bentak Adrian 


 


        Jonathan yang duduk di depan Adrian seketika terkesiap.


 


              "Kamu tau Jo.? Bisa jadi itu kecebong ku Jo.! 


 


           Adrian beberapa kali mengusap kasar wajahnya ia tampak frustasi dengan pikirannya sekarang. Apalagi sebentar lagi dia akan segera bertunangan dengan Raisa wanita pilihan mamanya. 

__ADS_1


 


         Hening. Jonathan tidak berani lagi mengeluarkan suaranya.


 


            "Aku ada tugas untuk mu lagi Jo." 


          Adrian akhirnya berbicara memecahkan keheningan sesaat.


 


             "Siap bos.!" Katakan saja apa yang harus saya lakukan.!" Ucap Jonathan.


 


              "Aku terakhir kali melihat wanita itu bekerja sebagai pelayan cafe Jo. Tolong kamu awasi dia ,pastikan dia aman dan jika dia memerlukan sesuatu katakan pada ku.! 


         


                 "Ini alamat cafe nya."


 


                  "Dan ini untuk mu." 


 


        Adrian mengeluarkan amplop dan secarik kertas.


 


          "Ingat.! Jo jangan sampai ada yang tau . Dan pastikan dia aman." Ucap Adrian mengintimidasi.


 


             "Baik bos." Ucap Jonathan.


 


            Puspa yang sejak tadi mendengar percakapan Adrian dan Jonathan, seketika tidak percaya dengan pernyataan Adrian. Wanita yang dimaksud Adrian di cafe itu bukankah kakak angkatnya Alya. Mengetahui Jonathan akan beranjak dari tempat duduknya Puspa segera pergi menuju ruangannya.


 


               "Apakah benar , kak Alya wanita yang di jual bapak ke tuan Adrian.?" 


      


                "Tapi masuk akal juga, bapak waktu itu mendapat uang dua milyar dari mana.?" 


   


               Di ruangan nya Puspa tampak berpikir keras mencari jawaban.


 


                 "Jika memang benar kak Alya hamil anak tuan Adrian, ah..tidak- tidak.!" 


 


     


           


             Puspa sangat gelisah, ia selama ini sudah jatuh cinta dengan Adrian. Tapi selama itu pula Adrian tidak pernah meliriknya. Harapan Puspa ingin menjadi nyonya Adrian Dharmawangsa kini ia menemui jalan buntu, jika benar yang dikatakan bosnya bila Alya mengandung anaknya bisa jadi dia tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk mendekati Adrian.


 


                 *****


 


                 *****


 


              GUBRAK…


     


          Clara membanting pintu kamarnya. Ia melampiaskan kemarahannya, di dalam kamar ia membanting semua barang yang ada. Seakan tak rela kalau Adrian akan menikah dengan wanita lain.


               


 


          "Aku tidak akan membiarkan Adrian akan menikah dengan wanita lain, Adrian hanya milikku.!"Hahaha….aaaaa." Clara tertawa sambil menangis.


     


              Berita pertunangan Adrian dan Raisa menyebar dengan begitu cepat. Disisi lain banyak anak gadis teman mama Vera yang patah hati,karena tidak bisa merebut hati seorang Adrian.


 


             "Adrian dulu begitu mencintaiku, tidak mudah baginya untuk melupakan aku, aku harus membuat Adrian kembali kepadaku.!" Ucap Clara dengan mata nyalang .


 


          Kejadian lima tahun lalu saat pertunangan Adrian dengan Clara. Clara lah yang meninggalkan Adrian karena Clara pergi dengan Bryan orang yang lebih kaya dari Adrian. Di waktu itu karena Adrian baru menyelesaikan studinya di luar negeri , Adrian belum siap menerima perusahaan  orang tuanya yang dikelola orang kepercayaan Dharmawangsa. Hingga akhirnya Adrian tahu Clara pergi dari nya karena dia lebih mementingkan kehidupannya yang glamour. Demi dipandang orang terhormat ia rela meninggalkan Adrian saat hari pertunangannya.


           *****


 


           ***** 


            Alya yang bekerja di cafe. Sebagai petugas OB , ia sedang mengelap meja dan menyapu lantai. Sesekali ia beristirahat sejenak karena sesak nafas nya menahan beban di perutnya.


 


            "Kamu yang kuat  ya, nak . Kamu gak boleh nakal di dalam sana.


            Alya mengelus perutnya karena di dalam perutnya bayi nya sedang aktif menendang -nendang, itu lah Alya sering kelelahan.


 


           Dari kejauhan sepasang mata tengah mengawasi semua pergerakkan Alya.

__ADS_1


 


           "Alya kamu dipanggil bos tuh." Lyra menghampiri Alya yang sedang bekerja.


 


       


            "Benarkah, ada apa ya.?" Tanya Alya heran.


 


             


           "Ih…kamu lupa ya.?" Hari ini kan , kita gajian.!" Ucap Lyra bersemangat.


 


            


           "Oh ya, aku lupa." Kalau begitu aku kesana ya, aku nitip ini." 


 


         


             Alya berjalan perlahan meninggalkan temanya. Ia berjalan menuju ruangan manager. Disana sudah duduk perempuan cantik yang sedang menunggu dengan amplop putih di atas meja.


 


               Dok  dok  dok


 


               "Iya masuk.!" 


    


               "Silahkan duduk." 


              "Terimakasih bu, ibu memanggil saya.?" 


              "Alya , ini uang gaji kamu. Dan mohon maaf , kamu saya pecat.!" Ucap manager itu.


 


              "Apa.? " saya di pecat.!" Alya terperanjat.


          


              "Tapi salah saya apa bu.?" 


 


           


            "Apakah kamu masih ingat keributan yang kamu buat tempo hari.?" Pelanggan cafe kita mengadakan komplain karena tindakkan mu yang ceroboh.!" 


 


            " Dia tidak puas dengan pelayanan di cafe kita, saya tidak mau pelanggan saya pada kabur karena kamu.!" 


 


            "Sudah , saya tidak mau berdebat dengan kamu.Lagi pula saya tidak mau mempekerjakan kamu lagi dalam keadaan hamil begini, apa kata orang." Ucap manager itu menatap tajam ke arah Alya.


 


            Alya hanya bisa diam mendengar perkataan bos nya, dalam diam Alya sangat membenci Adrian . Karena pertemuan waktu itu dia harus kehilangan pekerjaan nya.


 


             "Baiklah bu, saya pamit." 


    


             Alya mengambil amplop berwarna putih yang di sodorkan bosnya. Ia berjalan keluar matanya sudah basah dibanjiri air mata yang terus mengalir.


 


             "Kamu kenapa Alya.?"  


        


          Lyra berjalan menghampiri Alya yang baru keluar dari ruangan bosnya.


 


                 "Aku dipecat Lyra." Ucap Alya sendu.


 


                  "Dipecat kenapa.?"  Lyra bertanya heran.


    


      


             "Gara- gara keributan tempo hari." 


               Di ruangan  manager Puspa tersenyum puas ia mengintip setiap pergerakkan Alya 


 


              "Ini untuk kamu , terima kasih kerjasamanya." 


 


            Puspa meletakkan amplop diatas meja. Dengan berbekal nama besar Dharmawangsa , Puspa mampu menyingkirkan Alya. Karena Puspa tak ingin Adrian menemukan Alya. Sebisa mungkin dia harus menjauhkan Alya dengan Adrian.


      


                *****


          


             Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2