
Adrian yang kini sedang di dalam ruangannya tampak gelisah , apapun yang dilakukan menjadi serba salah , pikirannya selalu melayang memikirkan pernikahannya yang belum ada kemajuan, hingga terdengar ketukan pintu dari luar .
Tok…tok…tok…
"Ya masuk.!" Sahut Adrian
Muncul dibalik pintu tubuh Jonathan yang menjulang tinggi berdiri di hadapannya.
"Bos memanggil saya.?" Tanya Jonathan.
"Hem, duduklah." Jawab Adrian.
"Jo, ada yang ingin kutanyakan , tapi ini sebuah rahasia." Ucap Adrian serius.
Jonathan kini mengerutkan dahinya, sekilas memperhatikan tingkah Adrian yang terlihat aneh.
"Rahasia, apaan bos.?" Tanya Jonathan dengan alis bertautan.
Adrian sejenak diam , dia tengah berpikir tangannya memegang pena dan mengetuk-ketukan di atas mejanya.
"Jo, bagaimana cara menaklukkan hati wanita.?" Tanya Adrian menatap ke arah Jonathan.
"Hah." Apa bos, menaklukkan hati wanita.?" Ucap Jonathan mengerutkan kembali dahinya.
"He eh." Jawab Adrian menganggukkan kepala.
Jonathan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, heran dengan tingkah bos besarnya, secara Adrian adalah seorang laki-laki sempurna di mata setiap wanita dan tidak diragukan lagi masalah materi, tapi kenapa tiba-tiba menanyakan hal sepele kepada dirinya.
"Maksudnya bos , wanita yang mana yang mau di taklukan.?" Ucap Jonathan memandangi Adrian.
"Maksud kamu apa, ya istri ku lah Jo." Ucap Adrian kesal.
Jonathan mengatupkan bibirnya rapat-rapat menahan tawa, tidak menyangka seorang Adrian yang terkenal ganas dan kejam , arogan, tidak bisa menaklukan hati istrinya sendiri
"Bos , simpel aja kalau soal wanita, wanita itu kan makhluk yang lembut dan tidak seperti laki-laki, untuk menaklukannya bisa dengan shopping, beliin dia tas branded , ajak ke restoran mewah atau traveling, berikan dia bunga ,gimana.?" Ucap Jonathan memberikan pendapat.
Adrian menganggukkan kepalanya, mencoba mencerna pendapat Jonathan.
"Tapi Alya tidak seperti itu Jo."
"Dia wanita aneh , tidak seperti wanita lainnya, fasilitas yang aku berikan saja , dia tidak pernah menggunakanya." Ucap Adrian.
"Bos, sebenarnya inti permasalahan bos itu apa,jika saya bisa bantu mungkin kasih jalan keluarnya." Ucap Jonathan.
"Tapi ini rahasia ya, Jo." Ucap Adrian.
Adrian akhirnya menceritakan inti permasalahannya, karena Jonathan adalah laki-laki dewasa sama seperti dirinya, dia meminta solusi , bagaimana cara mengatasi dinding pembatas antara dia dan Alya. Karena walaupun sudah menikah ,pernikahan mereka yang sudah beberapa bulan ini belum ada kemajuan hingga membuat hati Adrian tidak tenang. Seiring waktu yang berjalan Alya memang sudah tidak canggung lagi bila di hadapan Adrian , benih cinta yang tumbuh dalam hati Adrian semakin hari semakin bersemi. Hingga tidak diragukan lagi , jika Adrian sekarang benar-benar mencintai Alya.
"Bos , gini aja bos gimana kalau malam ini ajak nyonya makan dan jalan -jalan, atau nonton mungkin." Ucap Jonathan memberi saran.
"Boleh kalau nonton Jo, booking tempat itu kalau sudah siap kabari segera." Jawab Adrian bersemangat.
"Oke bos siap." Ucap Jonathan.
"Jika ini nanti berhasil, nanti ku tambah bonus untuk mu , Jo." Ucap Adrian tersenyum tipis.
*****
Alya yang sudah satu bulan lebih mengikuti sekolah privatnya , kini merasakan kebosanan tersendiri , karena menurut Alya semua kelas yang diikutinya hanya membuang waktunya saja.
"Nyonya, bagaimana sejauh ini perkembangan materi yang sudah saya ajarkan.?" Tanya mrs Saqueena.
__ADS_1
Mrs Saqueena memandangi wajah Alya yang sangat gelisah , terlihat jelas Alya tidak menyukai kelas privatnya.
"E..semua berjalan lancar miss." Jawab Alya canggung.
"Baiklah, kalau begitu kita akan memasuki inti materi kita, selain membuat suami betah di rumah, kini trik cara menyenangkan suami dan harus dipraktekkan , jika anda bisa lulus dari ujian ini , mungkin saya bisa memberikan nilai seratus pada anda nyonya."
Mrs Saqueena yang mendapatkan telepon secara pribadi oleh Adrian , untuk memberikan materi khusus kepada Alya akan menambah gajinya dua kali lipat bahkan lebih dari itu jika misinya berhasil.
Dengan semangat empat lima, mrs Saqueena membawa sebuah majalah dewasa, di mana di sana semua gambar dirancang khusus untuk dewasa, mrs Saqueena dengan terang-terangan menjelaskan bagaimana cara melayani suami dan membuat betah suami di rumah.
Alya yang mendengarkan penjelasan dari mrs Saqueena merasa merinding sekujur tubuhnya, bagaimana tidak semua digambar majalah itu terlihat vulgar dan erotis tidak sedap dipandang mata.
"Kok jadi begini materinya." Gumam Alya dalam hati.
"Bagaimana nyonya, apakah anda sudah memahami materi yang saya sampaikan.?" Tanya mrs Saqueena mengerutkan dahinya.
"Baiklah kalau begitu , sekian dari materi yang saya berikan , apakah ada pertanyaan.?" Tanyanya kembali.
"Tidak ada, saya sudah paham." Jawab Alya mengusap wajahnya.
"Kalau begitu , tolong di praktekkan di rumah." Ucap mrs Saqueena menatap lekat ke arah Alya.
Tiga jam pembelajaran materi dari mrs Saqueena , benar -benar membuat Alya memijat kepalanya, karena semua materi itu di luar nalarnya. Hingga kelas privatnya pun berakhir , Alya melangkahkan kakinya keluar ruangan mrs Saqueena, Alya terkejut mendapati Adrian sudah menunggu di parkiran. Alya pun berjalan menghampiri Adrian yang sudah berdiri bersiap membukakan pintu mobil untuk Alya.
"Hari ini jonathan keluar kota, makanya aku yang jemput." Ucap Adrian tersenyum tipis.
Alya menganggukan kepala, lalu memasuki mobilnya. Disepanjang perjalanan Alya sangat gelisah , memikirkan materi yang diberikan mrs Saqueena tidak seperti biasanya.
"Bagaimana kelas privat mu hari ini, apakah ada PR dari mrs Saqueena.?" Tanya Adrian.
"Kamu mau makan , atau nonton.?" Tanya Adrian.
"Kita pulang aja." Jawab Alya kikuk.
Adrian yang paham dengan pikiran Alya , mencoba mencari tahu apakah misi yang diberikan mrs Saqueena benar-benar akan membuat Alya menyadari pentingnya berumah tangga. Adrian tersenyum memperhatikan Alya yang tampak canggung, karena dia tahu materi yang diberikan hari ini , mengusik pikirannya.
"Kita nonton aja ya, hari ini ada jadwal film bagus loh." Ucap Adrian melirik sekilas ke arah Alya.
"Terserah aja deh, gak apa-apa ninggalin Arjuna lama?" Tanya Alya.
"Kan ada Rima.?" Jawab Adrian.
Alya hanya pasrah saja mengikuti permintaan Adrian, karena sejak menikah baru kali ini mereka jalan keluar bersama,Adrian yang sudah membooking bioskop di sebuah gedung itu, kini memarkirkan mobilnya di parkiran. Mereka berjalan bersama memasuki gedung itu, sampai di dalam gedung mereka diarahkan seorang petugas untuk memasuki sebuah ruangan yang sudah di pesan sebelumnya.
"Kok sepi, tidak ada orang.?" Tanya Alya .
Mata Alya berotasi mengelilingi setiap sudut ruangan, tidak ada satupun penonton di ruangan itu kecuali mereka berdua.
"Sengaja aku pesan untuk mengosongkan ruangan ini, karena aku tidak suka berbaur dengan keramaian." Jawab Adrian beralasan.
Mereka pun duduk, Adrian yang sudah mempersiapkan cemilan sebelumnya kini ia letakkan cemilan itu di antara mereka berdua.
Lampu pun padam, film pun dimulai, di awal film diputar semua berjalan lancar, akan tetapi di pertengahan film setiap adegan dewasa di mulai , Adrian melirik Alya yang menonton film tersebut , terlihat sekali Alya sangat tegang dia tidak berani menoleh ke arah Adrian yang kini tengah memperhatikannya.
Terlihat sekali badan Alya menegang karena film yang disajikan begitu vulgar dan tanpa sensor. Beberapa kali Adrian memperhatikan Alya menelan salivanya, Adrian tersenyum tipis menyaksikkan tingkah Alya yang serba salah.
Setelah menonton film di bioskop , Adrian mengajak makan di sebuah restoran.
"Bagaimana kamu suka film tadi , bagus ya, kapan -kapan nanti kita nonton lagi." Ucap Adrian
__ADS_1
"Uhuk…uhuk."
Alya yang sedang mengunyah makanannya seketika tersedak mendengar perkataan Adrian.
"Ya ampun , hati -hati dong , makannya pelan -pelan." Ucap Adrian sembari mengusap punggung Alya.
Raut wajah Alya seketika memerah, akibat tersedak makanan yang sedang di kunyahnya.
"Ini minum."Adrian memberikan air mineral pada Alya.
Mereka pun melanjutkan makannya kembali, Adrian sekilas memperhatikan Alya yang dengan sedikit grogi dengan pertanyaan Adrian mempertanyakan tentang film yang telah mereka tonton tadi.
Setelah menyelesaikan pembayaran , mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pulang . Tidak ada bahasan , terlihat jelas wajah lelah Alya. Sesampainya di rumah , Arjuna yang di dalam gendongan Rima sedang rewel.
"Arjuna kenapa mbak " tanya Alya panik.
"Gak tau nih nyonya , dari tadi menangis " jawab Rima .
"Tunggu ya mbak, saya bersihkan badan dulu." Ucap Alya.
Tak lama Alya muncul dari dalam kamarnya yang sudah terlihat segar karena sudah mandi. Alya meraih tubuh Arjuna ke dalam pelukannya. Berharap Arjuna akan tenang setelah digendong, tapi tangis Arjuna semakin menjadi.
"Arjuna kenapa, apa dia sakit .?" Tanya Adrian yang sudah berdiri di samping Alya .
"Gak tau nih mas, kata mbak Rima sejak tadi Arjuna nangis terus. Jawab Alya.
Adrian memandangi Alya, Alya yang tampak kelelahan karena menenangkan Arjuna yang sejak tadi sedang rewel.
"Sini sama papa, kamu istirahat aja nanti kalau Arjuna sudah tidur , biar ku antar ke kamar mu." Ucap Adrian.
Adrian meraih tubuh Arjuna dari gendongan Alya, Alya yang sudah kelelahan pun berjalan menuju ke kamarnya, hingga hari sudah menjelang pagi tanpa di sadari sebuah tangan besar memeluk tubuh Alya, dengan tangan di posisi mendekap gunung kembar milik Alya.
Aaaa…
Adrian yang sedang tidur memeluk Alya pun terbangun , suara teriakkan yang hampir memecahkan gendang telinganya membuat Adrian langsung melompat dari tempat tidur Alya.
"Ada apa.?" Tanya Adrian
Alya tidak menyahut, kedua tangannya menutupi bagian dadanya.
"Tanganmu mas nakal, kenapa kamu tidur di sini.?" Ucap Alya dengan wajah merona.
"Memangnya tangan ku kenapa, semalam aku nidurin Arjuna , makanya aku ketiduran di sini." Ucap Adrian
"Tanganmu menyentuh gunung kembarku." Ucap Alya dengan kepala tertunduk.
"Maaf aku tidak sengaja." Ucap Adrian.
Adrian pun berlalu pergi meninggalkan kamar Alya, kedua bibirnya pun menyunggingkan senyum bahagia.
*****
__ADS_1