Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
Dia mantanku.


__ADS_3

     Sang surya mulai menampakkan diri cahayanya menghangatkan bumi, Adrian membuka mata perlahan  dari tidurnya , pagi ini berbeda di pagi hari sebelumnya , jika pagi sebelumnya dia bangun sendiri , tapi kali ini  berbeda Adrian dan Alya masih berpelukan seolah tak mau lepas . Terlihat jelas wajah Alya yang kelelahan, Adrian tak ingin membangunkan istrinya. Adrian duduk menyandarkan punggungnya.


 


         Adrian pelan -pelan melepaskan tangan Alya yang memeluk dirinya, Alya tertidur lelap karena lelah habis berperang semalaman. Kedua bibir Adrian menyunggingkan senyum , ia sejenak memandangi wajah Alya lalu menarik selimut menutupi tubuhnya. 


           Adrian bangkit dari tempat tidurnya, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Adrian meraih ponsel yang terletak diatas meja tangannya bergerak ke atas ke bawah menggeser tengah mencari sesuatu  aplikasi di ponselnya.


 


          Tak berapa lama pintu diketuk dari arah luar. Adrian bergegas berjalan menuju pintu utama, berdiri seorang pria membawa beberapa kotak makanan yang dipesan Adrian, setelah menyelesaikan pembayaran dan memberikan tips  kepada kurir Adrian meletakkan makanan tersebut di atas meja.


          Alya menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal , beberapa kali mengerjapkan matanya , ia tersenyum mendapati dirinya yang kini bisa mengerjakan tugas dari mrs Saqueena. Rasa penasaran yang tadinya menjadi angan-angan kini menjadi sebuah kenyataan.


 


         "Akhirnya aku bisa mengerjakan materi miss Saqueena, apakah aku bisa mendapatkan nilai seratus.?" Gumam Alya.


 


         "Sudah bangun sayang.?" Tanya Adrian yang sudah berdiri di pintu.


 


           Adrian berjalan mendekati Alya yang masih duduk di ranjang tempat tidur. Mendapati Alya yang masih dalam keadaan bayi baru lahir. Hasrat Adrian kembali tersulut , dengan penuh gairah Adrian mendaratkan bibirnya yang mengarah ke Alya yang tak dapat menolak permintaan Adrian dia pun berusaha untuk mengimbanginya , Alya yang pagi itu masih belum siap, dengan semangat seolah tak mengenal rasa lelah,  Alya mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri tak ingin Adrian kecewa padanya . Mengingat begitu banyak wanita yang menginginkan suaminya.


 


         "Mas…" 


   


         "Hemm." 


 


         "Bilang sama miss Saqueena , biar nilaiku seratus." Ucap Alya .


 


          "Ada syaratnya." 


 


           "Apa.?" 


 


           "Praktekkan semua materi yang diberikan mrs Saqueena, biar nanti dapat nilai seratus." Ucap Adrian .


 


        Sembari mengimbangi  permainan Adrian  sang suami,  Alya berusaha mengingat materi yang diberikan mrs Saqueena trik bagaimana cara membuat suami betah di rumah. Ia tak ingin  membuat suami nya kecewa . Tak menunggu lama mereka menyudahi permainan tersebut.


 


              


 


         Tubuh Alya terkulai di samping tubuh Adrian. 


 


           "Sayang, terima kasih atas semua  yang kamu berikan , aku mencintaimu." Bisik Adrian di telinga Alya.


        Tak ada sahutan Alya yang terkulai di samping Adrian nafasnya tersengal naik turun . Setelah selesai melakukan tugasnya , mereka pun membersihkan diri di kamar mandi.

__ADS_1


          Dengan menggunakan baju yang masih tertinggal di apartemen itu ,  kini mereka menikmati makanan yang sudah dipesan Adrian melalui aplikasi online.Alya yang masih terbakar api cemburu , menatap lekat ke arah Adrian yang duduk di hadapannya. Pikirannya yang masih penasaran tentang Clara , kini tergelitik ingin menanyakan tentang siapa Clara sebenarnya .


         "Mas , siapa Clara.?" Tanya Alya di sela mereka sedang makan.


 


        Adrian yang masih menikmati makanannya sekilas melirik raut wajah Alya yang terlihat sekali mimik mukanya sedang cemburu. Adrian yang masih diam mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan istrinya.


 


          "Kamu janji , gak akan marah kalau aku jawab." Ucap Adrian memandang ke arah Alya.


 


          "Iya , aku janji ." Jawab Alya.


 


          Sebelum Adrian memberikan jawaban, ia menarik nafasnya dalam untuk mengurai ketegangan yang mulai menjalari tubuhnya.


 


          "Dia adalah mantanku, kami dulu sempat mau menikah tapi gak jadi." Ucap Adrian .


 


          "Kenapa.?" Tanya Alya.


 


          "Ya , gak jodoh aja." Jawab Adrian singkat.


 


        Raut wajah Alya seketika murung, ia mengingat bagaimana Clara yang begitu cantik dengan penampilannya ia sangat pandai merawat diri , berbeda dengan dirinya yang suka berpenampilan seadanya, bahkan jangankan untuk memakai bulu mata , menggariskan alisnya saja dia tidak bisa, hati Alya berdesir  nyeri teringat kata-kata Clara bahwa dia akan membuat Adrian kembali kepadanya. 


 


 


       "Aku tidak punya perasaan apapun padanya, yakinlah aku sangat mencintaimu." Ucap Adrian.


 


      Alya hanya diam , dia tak ingin percaya begitu saja perkataan suaminya, kembali pikiran yang penasaran pun ingin bertanya.


 


        "Mas, aku  mau tanya tapi kamu jangan marah." 


 


        "Hemm." 


 


         "Apakah kamu pernah melakukan hubungan suami istri dengan Clara seperti yang kamu lakukan padaku.?" Tanya Alya polos.


 


         Seketika mata Adrian terbelalak mendengar perkataan Alya yang sangat jujur itu, Adrian tidak menyangka Alya akan menanyakan hal itu.


 


           "Kok gak dijawab.?" Tanya Alya.


 

__ADS_1


           "Jujur aku jawab, pertama kali aku melakukannya malam itu hanya dengan dirimu, sumpah." Ucap Adrian penuh keyakinan.


         Hati Alya seketika bernafas lega, hatinya yang diselimuti keraguan terbayar lunas dengan jawaban Adrian yang menceritakan masa lalunya.Adrian berusaha menyakinkan Alya , untuk hidup saling percaya karena cinta saja tidak cukup, kepercayaan adalah pondasi membangun rumah tangga. Alya memeluk erat suaminya tak ada lagi rasa canggung seperti hari-hari yang sudah terlewati.


 


 


 


          ******


          Clara yang berjalan menyusuri lorong -lorong  rumah sakit , ia mencari ruangan dokter kulit kecantikan tempat dimana biasa dia sering berkonsultasi tentang masalah skincare atau sejenisnya.  


         Di depan ruangan dokter Cantika , Clara mengetuk pintu ruangan itu, karena sudah ada janji temu  sebelumnya Clara tidak harus memakai nomor antri lagi.


 


         Tok..tok…


 


        "Ya, masuk.!" Sahut dokter Cantika dari dalam ruangan.


 


        "Silahkan duduk.!" 


 


        Clara membuka penutup kepala dan wajahnya, ia tampak menyeringai kesakitan .


 


        "Dokter silahkan lihat, bagaimana dengan luka ku ini , apakah membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya.?" Ucap Clara sembari mengibas-ibaskan tangannya.


 


       Dokter Cantika mengerutkan dahinya, dengan menggunakan sarung tangan karet yang masih baru dan steril ia memeriksa luka bekas cakaran kuku itu yang mendarat sempurna di kedua pipi Clara, selain bekas cakaran kuku , ada beberapa lebam yang membiru di bagian kedua pipinya, dengan sangat teliti dan hati-hati dokter cantika memeriksa.


 


         "Maaf bu, bekas luka cakaran ini sepertinya sangat serius dan akan meninggalkan jejak , seperti keloid, untuk penyembuhan mungkin akan dibutuhkan beberapa minggu ." Ucap dokter Cantika.


 


       "Apakah gak seharusnya dioperasi plastik saja dok.?" Ucap Clara yang tampak menahan pedih.


 


      "Sebaiknya jangan dulu bu, nanti saya akan berikan beberapa resep untuk diminum dan salep untuk di oleskan di luka itu biar cepat kering." 


 


        "Setelah itu nanti baru kita putuskan , mau dioperasi atau bagaimana." Ucap dokter Cantika sambil menuliskan resep yang dibutuhkan.


 


        Setelah mendapatkan resep dan berkonsultasi dengan dokter Cantika, Clara kembali mengenakan penutup kepalanya hingga menutupi wajahnya, ia benar-benar geram atas kejadian yang telah menimpanya, Clara bahkan tidak menyangka jika Alya yang terlihat lugu itu berani melakukan itu padanya.


       "Tunggu pembalasan ku, setelah ini kamu akan tahu siapa diriku." Ucap Clara.


 


       Raut wajah di balik  penutup kepala itu kini menyimpan kebencian dan dendam yang mendalam.


 

__ADS_1


            ******


__ADS_2