Dijadikan Taruhan Judi

Dijadikan Taruhan Judi
Kedatangan oma.


__ADS_3

         Satu bulan telah berlalu,Adrian yang disibukkan dengan pekerjaan yang telah lama ditinggalkan, membuatnya begitu lelah, ditambah begitu banyaknya masalah yang datang bertubi-tubi membuat pekerjaan menumpuk.


 


         Puspa yang dulu diturunkan jabatannya menjadi OB,  sekarang dikembalikan lagi ke posisi awal menjadi sekretaris, karena jasanya yang sudah menyelamatkan Alya dari penikaman Baron.


 


        Puspa yang dulu berpenampilan glamour dan bermake up tebal, berbeda dengan penampilannya sekarang. Sekarang penampilan Puspa berpakaian sopan, bahkan Puspa merias wajahnya dengan make up dan lipstik yang tipis terlihat natural tapi tidak menghilangkan raut wajah cantiknya.


 


         Adrian yang berada di dalam ruangan nya sudah beberapa kali memijat kepalanya yang terasa berdenyut sakit.


 


          Tok..tok..tok..


 


          "Ya masuk!." Sahut Adrian.


 


          Muncul Bayu dari balik pintu dengan beberapa map di tangannya. Bayu menarik kursi lalu duduk di depan Adrian. Mata Bayu memandangi Adrian yang sedang duduk di depan laptopnya tampak begitu kusut.


 


         "Pengantin baru kok kusut." Ucap Bayu menyindir.


 


        Adrian tak menanggapi celotehan Bayu, ia hanya melirik sekilas Bayu yang duduk di depannya.


 


          "Bay , bagaimana perkembangan proyek kerjasama kita dengan perusahaan milik Sudirja, aku ingin kamu memantaunya." Ucap Adrian.


 


         "Alhamdulilah berjalan lancar, sudah berjalan dua puluh lima persen, tapi kamu perlu ke lapangan juga bro agar kamu tahu kualitas kerjanya." Jawab Bayu.


 


         Adrian menganggukkan kepala, ia sedang tengah berpikir, proyek yang sekarang bekerja sama dengan perusahaan Sudirja, ia ingin menyelidiki siapa orang yang bisa dipercaya, dan Adrian ingin mendekatkan diri pada keluarga Sudirja. Karena Adrian ingin tahu, kenapa sampai detik ini dari pihak Sudirja tidak ada tanda mencari tahu bahwa pewaris Sudirja masih hidup.


 


          


          "Bay utus seseorang untuk menyelinap ke perusahaan Sudirja, berapa persen saham milik Sudirja." Ucap Adrian menatap ke arah Bayu.


 


        Bayu mengerutkan alisnya  dia tak mengerti kenapa Adrian memintanya untuk menyelidiki.


 


         "Untuk apa.?" Tanya Bayu.


 


         "Aku ingin tahu Bay, Alya memiliki beberapa persen saham di perusahaan Sudirja , karena di data yang kumiliki tidak sesuai dengan grafik saham milik Burhan." 


 


         "Iya, besar kemungkinan ada kecurangan bro, sedangkan Alya tidak mengetahui sampai detik ini identitas dirinya." Jawab Bayu


 


        "Benar." Aku ingin kamu menyelidikinya.!" Ucap Adrian.


 


         "Baiklah kalau begitu , aku suruh Jonathan mencari seseorang yang bisa menyelinap ke sana." 


 


         "Hem." 


 


          Bayu bangkit dari duduknya ,lalu pergi meninggalkan Adrian dalam ruangannya.Adrian yang duduk seorang diri itu kini pikirannya melayang memikirkan Alya.


 


        Adrian berharap Alya bisa menerima dirinya dan hubungan baru yang telah terbina. Sudah satu bulan hubungan rumah tangga Adrian dan Alya belum ada kemajuan. Alya masih menutup diri dari Adrian, mungkin sulit bagi Alya untuk beradaptasi.


 


             Adrian meraih ponselnya beberapa kali Adrian menggeser naik turun kan ponsel miliknya.Ia memandangi foto pernikahannya bersama Alya. Gambar yang sempat diabadikan oleh fotografer itu obat mujarab lelah Adrian.


 


           "Maafkan aku Alya, aku belum bisa mengungkapkan siapa diri mu , aku butuh waktu untuk tahu segalanya"Gumam Adrian.


 


          Adrian memandangi foto Alya, tampak senyum manis terlukis di bibirnya. Di dalam foto pernikahan itu terlihat sekali Alya sangat bahagia.


 


              ******

__ADS_1


 


           Tok… tok…tok…


 


          Terdengar pintu diketuk dari luar, Dona yang sibuk memainkan ponselnya bergegas bangkit dari duduknya. Dona yang diberi tugas untuk menjaga keamanan Alya dan anaknya, kini berjalan mendekati pintu. Setelah pintu terbuka.


 


        "Mana Adrian.?" Aku ingin menemuinya." Ucap oma Jayanti .


 


         "Maaf nyonya , anda tidak diizinkan masuk." Ucap Dona sopan.


 


         "Apa.?" Ini adalah rumah cucuku , siapa kamu berani melarangku.?" Jawab oma Jayanti ketus.


 


          "Panggil dia.!"Aku ingin bicara padanya." Ucap Oma Jayanti membentak Dona.


          "Tuan sedang beristirahat nyonya." Jawab Dona.


 


           "Adrian…Adrian…"Keluar.! Oma ingin bicara." Teriak oma Jayanti.


 


            Adrian yang berada di dalam kamarnya pun bergegas keluar, kedua alis Adrian bertautan memandangi oma Jayanti yang berdiri berhadapan dengan Dona yang berusaha menghalangi.


 


            Adrian menghampiri oma Jayanti, terlihat jelas dari raut wajahnya oma Jayanti memendam amarahnya.


    


            "Ada apa oma.?" Tanya Adrian.


 


            Alya muncul dari kamarnya karena mendengar keributan dari luar.


 


        Sorot mata oma Jayanti menatap tajam ke arah Alya. Kemarahannya seketika melambung tinggi melihat Alya. Oma Jayanti berjalan melangkah ke arah Alya, Adrian dengan sigap menarik tubuh Alya kebelakang tubuhnya guna untuk melindungi Alya dari kemarahan omanya.


 


           "Oma , ada apa ini, kok tiba-tiba datang langsung marah -marah.?" Tanya Adrian.


 


 


           "Cukup.!" Oma , apa tidak bisa bicara baik-baik .?" Bujuk Adrian.


         Alya yang bersembunyi di balik tubuh Adrian seketika memejamkan matanya, ia berusaha menahan air mata yang akan jatuh karena mendengar hinaan oma Adrian. 


 


         "Berani-beraninya, kamu tinggal bersama perempuan rendahan ini di apartemen mu.?" Ucap oma Jayanti dengan nafas naik turun.


 


          Adrian menarik nafas kasar berusaha menahan amarah yang hampir meledak,jika saja bukan oma sekarang ini di depannya dan menghina Alya yang sudah sah menjadi istrinya, mungkin Adrian sudah melemparnya ke laut merah detik ini juga. Mengingat oma Jayanti orang yang paling dia segani setelah ibunya, dia berusaha untuk tidak melakukan tindakan bodoh.


 


          "Oma, siapa yang oma maksud dengan perempuan rendahan itu, dia adalah istriku dan aku sudah menikahinya karena Allah oma." Ucap Adrian mengepalkan kedua tangannya.


 


          "Tapi aku tidak akan pernah memberikan restuku pada mu Adrian." Teriak oma Jayanti lantang.


           Adrian menggenggam erat tangan Alya, seolah ada kekuatan yang mengalir dari tubuh Adrian, Alya meresapi genggaman tangan Adrian ia merasa seakan terlindungi dari Adrian. 


 


          Perdebatan dengan oma Jayanti benar-benar menguras pikiran Adrian, Adrian menarik nafasnya untuk mengurai kemarahan yang ditahan sejak tadi. 


 


         Oma Jayanti sangat geram dengan  pembelaan Adrian untuk Alya, oma Jayanti melangkahkan kakinya maju ke arah Adrian , disaat oma Jayanti ingin meraih Alya, Adrian maju ke depan seperti tameng melindungi Alya. Alya yang ketakutan hanya diam dengan tubuh bergetar.


 


            "Minggir.!" Kamu apa-apan sih Adrian." Ucap oma Jayanti kesal.


 


            "Oma , mari kita bicara baik-baik." Bujuk Adrian lagi.


 


           "Bicara baik-baik,tidak perlu." Ucap oma Jayanti mengalihkan pandangannya menatap sinis ke arah Alya di balik tubuh Adrian.


 


         "Kamu benar-benar gila Adrian, kamu tidak memikirkan kehormatan keluarga Dharmawangsa, harus menikahi perempuan seperti ini." 

__ADS_1


 


         "Oma, memangnya Alya perempuan seperti apa.?" 


 


          "Apa kamu lupa.?" Wanita ini sudah menjual tubuhnya pada kamu, bisa jadi dia hanya mau numpang hidup enak.?" 


 


                 Degh.


 


               Hancur sudah hati Alya mendengarkan hinaan dari oma, Alya meremas ujung baju , tak terasa kini air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya jatuh juga.


 


            "Oma.!" Pekik Adrian meradang.


 


            "Dengan atau tidak restu oma , Adrian tetap akan menjadi suami Alya, hingga maut yang akan memisahkan kami berdua." Ucap Adrian lantang.


   


           "Sebaiknya oma pulang.!" Sebelum aku panggil keamanan." Ucap Adrian .


 


             Sekujur tubuh oma Jayanti meremang ketika mendengar Adrian cucu satu-satunya, telah berani mengusirnya. Oma Jayanti dengan langkah menghentak pergi meninggalkan Adrian yang tanpa ekspresi.


 


              ******


           Suasana rumah jauh lebih tenang setelah kepergian oma Jayanti. Adrian masih menggenggam tangan Alya. Alya yang ketakutan menurut saja saat Adrian menggiring Alya memasuki kamar , Adrian lalu mendudukkannya di tepi tempat tidur.Adrian duduk di samping Alya.


           "Alya , tolong maafkan oma ya, oma sebenarnya orangnya baik, hanya saja dia belum mengenal dirimu lebih dekat." Ucap Adrian 


      


          Alya tidak menyahut , ia diam dalam isak tangisnya , hatinya benar-benar terluka, hidupnya bagai tak berarti dan tak berharga.


 


           "Maaf tuan, apakah saya boleh bertanya.?" Ucap Alya tersendat-sendat dalam tangisnya.


 


          "Hey, aku ini suamimu, apa kamu lupa kita sudah menikah.?" Ucap Adrian gemas.


 


         "Ma..maafkan saya." Seketika Alya mengatupkan bibirnya rapat -rapat. Ia takut Adrian akan menggigit bibirnya. 


 


         "Katakanlah!" Kamu mau tanya apa.?" Jawab Adrian.


 


          "Kenapa anda harus menikahi saya, anda tahu saya ini wanita hina seperti yang dikatakan oma." Ucap Alya.


 


          Adrian menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya melalui hidung.


 


        "Alya , menikah itu hukumnya wajib, untuk kita berkembang biak menambah keturunan, masalah aku menikahimu , kamu sudah tahu jawabannya, aku tidak ingin menjadi laki-laki pengecut."


 


        "Saat ini kamu belum bisa menerima aku sebagai suamimu, tapi aku akan menunggu hingga waktunya tiba , aku tahu suatu saat kamu pasti bisa mencintaiku." Ucap Adrian panjang lebar.


 


          Alya terkesima mendengar jawaban dari Adrian , ia tidak menyangka jika laki-laki ini tidak mempermasalahkan statusnya dari mana dia berasal. 


        Ada ketenangan batin tersendiri  bagi Alya setelah dia mendengar perkataan Adrian.


      


        "Kita bina rumah tangga ini , demi anak kita biar menjadi keluarga yang lengkap, aku janji tidak akan menyentuhmu sebelum kamu mengizinkannya." Ucap Adrian kembali


 


         "Bagaimana.?" Apa kamu setuju.?" 


 


         Alya menganggukan kepalanya pelan.  Adrian ingin membuka jalan pikiran Alya, agar tidak terlalu takut untuk menghadapi segala  sesuatu apapun, untuk sementara ini mereka akan hidup dalam satu atap dalam naungan rumah tangga .


      


         *****


         


        


            

__ADS_1


__ADS_2