
Adrian yang bangkit dari duduknya perlahan berjalan mendekati oma Jayanti yang berjalan menuju pintu utama. Disaat di ambang pintu, oma Jayanti tercengang dengan sosok Adrian yang menghalangi pintu masuk.
"Apakah, kamu tidak mengizinkan orang tua renta ini masuk ke dalam rumahmu.?" Ucap oma Jayanti dengan matanya yang sembab.
Oma Jayanti benar-benar terpukul, semenjak kejadian pertengkaran Alya dan Clara di kediaman Dharmawangsa pada waktu itu, Adrian benar -benar menjauh darinya, terutama Vera menantunya tak pernah lagi perhatian lagi padanya.
Adrian termangu , memandangi wanita yang sekarang ada didepanya begitu sangat menderita, tampak wajah dulu yang terlihat berseri , sekarang jauh berbeda kerut di wajahnya dan wajah yang terlihat sedikit agak kurus.
"Kedatangan oma memang tidak diharapkan, berikan kesempatan pada oma untuk meminta maaf pada Alya istrimu." Ucap oma Jayanti dalam isak tangisnya.
"Oma benar-benar menyesal." Ucap nya lagi.
Adrian merasakan sesak di dadanya, kemudian meraih tubuh renta itu dan membenamkan ke dalam pelukannya.
"Oma,maafkan Adrian, sudah oma jangan menangis lagi." Ucap Adrian.
"Mas, ayo kita ma…"
Alya tak melanjutkan ucapannya, tubuh Alya sangat gemetar, melihat kedatangan oma Jayanti, masih terngiang di ingatannya, begitu sangat membencinya oma Jayanti pada dirinya.
Adrian dan oma Jayanti seketika menoleh ke arah sumber suara dengan bersamaan. Oma Jayanti melepaskan pelukannya dari Adrian , berjalan perlahan menghampiri ke arah Alya yang mematung.
Ketika oma Jayanti berjalan melangkah ke arah Alya, dengan tubuh bergetar Alya perlahan memundurkan dirinya.
"Alya, tolong maaf kan jiwa yang tua renta ini, dan setelah ini jika kamu membenciku , oma dapat menerima." Ucap oma jayanti dengan deraian air mata berjalan menghampiri Alya yang masih mematung.
Alya sangat tidak tega untuk tidak memaafkan , apalagi wanita yang memohon adalah wanita yang sangat berharga dalam hidup suaminya, sama seperti hal nya , Alya sangat berharga dalam hidup Adrian.
"Oma." Ucap Alya memeluk oma Jayanti.
Tangis keduanya pun pecah, rasa sesak yang selama ini menyelimuti pikiran oma Jayanti sedikit berkurang. Terlebih setelah mereka saling memaafkan .
"Alya kenapa lama sekali.?" Ucap mama Vera menyusul dari arah belakang.
"Mama, kok kesini.?" Lirih mama Vera terkejut mendapati Alya dan mertuanya saling berpelukan.
"Vera." Ucap oma Jayanti menoleh ke arah menantunya .
Mama Vera masih membeku, ia sangat takut jika oma Jayanti membuat kekacauan, apalagi ada besan di ruang keluarga yang sedang menunggu.
"Mama kok bisa ke sini.?" Tanya mama Vera cemas.
Seolah paham yang sedang dipikirkan menantunya, oma Jayanti perlahan menghampiri mama Vera.
__ADS_1
"Vera, kedatangan ku kesini untuk meminta maaf pada Alya, kamu tidak usah cemas aku tidak akan mengacaukan acaramu." Ucap oma Jayanti.
"Mama, mama jangan bicara seperti itu, maafkan Vera ma, Vera bukan menantu yang baik." Ucap mama Vera memeluk oma Jayanti.
Akhirnya mereka pun memasuki ruang keluarga, terlihat oma Yana yang sedang bermain dengan Arjuna, oma Yana memandangi wajah oma Jayanti yang baru memasuki ruangan.
"Oma, kenalin ini oma buyut Arjuna juga." Ucap Alya menghampiri oma Yana.
"Oh, begitu." Apa kabar nyonya.?" Ucap oma Yana sembari bangkit dan mengulurkan tangannya.
"Kabar baik, maaf kedatangan saya terlambat." Ucap oma Jayanti menyambut uluran tangan oma Yana.
Mereka pun duduk dan berbincang.
Di luar , Bayu yang mengantarkan oma Jayanti memasuki rumah setelah memastikan tidak ada keributan.
"Permisi, maaf bro oma tadi datang ke kantor, dan memaksaku." Ucap Bayu cengengesan.
Adrian tersenyum , lalu menepuk bahu sepupunya.
"Masuk.!" Ada pak Anton di dalam." Ucap Adrian.
Mereka pun duduk di ruang tamu.
"Kabar baik." Jawab Anton.
"Maaf pak Anton , tadi hanya terjadi kesalah pahaman , biasa wanita." Ucap Adrian merasa tidak nyaman karena kehadiran oma Jayanti secara tiba-tiba.
"Ah , tidak apa-apa, santai saja saya tidak terlalu mengerti tentang urusan wanita." Ucap pak Anton mengulas senyum.
Tak berapa lama, acara makan bersama pun dimulai, begitu banyak makanan yang dihidangkan, makanan yang diolah secara dari kesukaan masing-masing, dan masakan daerah.
"Wah Alya, ini kamu semua yang masak, atau kamu pesan dari restoran ." Ucap oma Yana yang hobi masakan padang yaitu rendang.
"Alya berusaha belajar masak oma, sebagian dulu Alya belajar di tempat kerja." Ucap Alya.
"Ternyata masakanmu enak juga Alya." Ucap oma Jayanti memuji
"Terima kasih oma." Jawab Alya.
"Maafkan oma Alya, kamu pasti sudah melewati hidup yang tidak menyenangkan, sehingga kamu harus bekerja keras." Ucap oma Yana menghapus air matanya.
__ADS_1
Ia tak dapat membayangkan , betapa kerasnya hidup yang harus dijalani Alya, bisa jadi di saat itu Alya sudah kehilangan waktunya bermain , di saat anak-anak lain sedang asyik bermain, tapi Alya kecil sibuk bekerja keras .
"Oma, tak ada lagi yang perlu disesali, berkat itu semua Alya bisa belajar menghadapi hidup." Ucap Alya.
Adrian yang mendengar itu, bagaikan ada hantaman batu yang menghantam di dadanya, ia pun tak dapat membayangkan sesulit apa waktu itu ketika Alya yang sedang hamil besar, ia harus bekerja keras, bahkan dengan kejam Adrian malah mengancam Alya. Jika teringat itu semua Adrian sangat menyesal, tak mudah bagi Alya menghadapi hidup, di bawah tekanan dan penghinaan orang. Dalam diam Adrian sangat mengagumi sosok istrinya.
"Mas, bagaimana kalau aku buka restoran, kan masakanku enak kata oma." Ucap Alya.
"Apa.?"
Lamunan Adrian seketika buyar mendengar perkataan Alya.
"Buka restoran mas, boleh ya." Ucap Alya.
"Kita pikirkan nanti ya, sekarang habiskan makananmu dulu." Jawab Adrian lembut.
"Bay, kapan kamu menikah.?" Lihat .!" Adrian sudah punya istri, kan enak ada yang melayani." Ucap mama Vera.
Uhuk…uhuk…
Secara bersamaan Bayu dan Anton tersedak, karena pertanyaan mama Vera.
"Aduhh…, pelan -pelan dong makannya, kan jadi tersedak." Ucap mama Vera.
"Ayo, cepetan minum.!" Ucap mama Vera.
Bayu dan Anton yang terbatuk , mukanya terlihat sangat merah dengan keringat bercucuran.
"Menikah.?" Mana ada yang mau ma, calon aja gak punya dia mau jadi bujang lapuk sampai tua ." Ucap Adrian meledek Bayu karena sampai saat ini belum mendapat jawaban dari Puspa.
"Apa.?" Awas kamu ya." Ucap Bayu memberikan kepalan tangannya.
Anton hanya diam yang saat ini belum menikah, dia tidak begitu menanggapi perkataan Adrian, karena dia tahu , Adrian tidak bermaksud menyinggung perasaannya. Angan-angannya seketika terbang melayang , di mana dulu dia menjalin kasih bersama Maria, Maria begitu sangat mengerti dirinya, karena saat itu tidak mendapat restu, Maria memilih menyerah dan memutuskan menerima pinangan Burhan.
"Sudah-sudah, bercandanya ayo makan.!" Ucap oma Jayanti melerai Adrian dan Bayu.
Setelah selesai makan , mereka pun bercengkrama di ruang keluarga. Sementara para pria, duduk kembali di ruang tamu.
"Bro, polisi sudah melacak mobil yang menabrak ibu Maria waktu itu, katanya sih sudah tahap pengembangan kasus." Ucap Bayu.
"Benarkah.?" Aku ingin tahu siapa mereka dan dalang mereka.?" Jawab Adrian.
Anton menyimak perbincangan mereka, di dalam hati dia pun ikut senang, karena ia pun ingin tahu siapa dalang di balik kematian Maria. Terakhir kali melihat orang yang di dalam mobil itu, dua puluh tahun yang lalu.
__ADS_1
********