
Alya tiba di rumah nya . Ia duduk di teras tangannya mengelus perut yang terasa kram. Karena perjalanan pulang tadi di angkot penuh penumpang jadi dia duduk berhimpitan dengan penumpang lain.
"Kamu harus kuat sayang , ibu akan membesarkanmu dengan penuh kasih sayang." Alya berbicara sendiri dengan anak di dalam kandungannya.
"Kak Alya udah pulang.?"
"Kok tumben kak pulang cepat.?"
Rani tiba -tiba muncul dari dalam rumah.
"Kamu sendiri kenapa sudah pulang dari sekolah. Kamu bolos ya.?"
"Gak kak, tadi ada rapat di sekolahan makanya Rani pulang cepat."
"Ini buat kamu .! " Alya menyodorkan bungkusan plastik ke Rani.
"Ini apa kak.?" Rani memandangi bungkusan plastik tersebut.
"Ayo dibuka , kamu pasti suka.?" Alya tersenyum .
Alya sebelum pulang ke rumah tadi dia teringat dengan Rani, Rani menginginkan makanan pizza, karena selama ini Alya mau membelikan selalu di halangi oleh ibu Lastri dengan alasan berhemat karena akan menghadapi persalinan.
"Wah…, kakak sudah gajian ya.? Terimakasih ya kak."
Rani tampak bahagia sekali karena keinginan memakan pizza akhirnya kini terkabulkan.
Alya dan Rani berjalan memasuki rumah. Dengan cekatan Rani membuka bungkusan plastik dan melahapnya. Alya memandangi Rani , jauh di lubuk hatinya Alya sangat bahagia. Ia berjanji dalam hatinya ia ingin bekerja keras untuk membesarkan anaknya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.
Suara Alya dan Rani hampir bersamaan.
"Wah , kalian lagi ngapain.?" Dari mana makanan ini.?" Ibu Lastri memandangi kotak makanan yang terletak diatas meja.
"Kak Alya udah gajian bu, makanya dia belikan makanan ini buat Rani."
"Alya bukankah ibu sudah bilang.kamu harus mengumpulkan uang untuk biaya persalinan mu." Ucap ibu Lastri.
"Ini ibu juga bawa makanan."
Ibu Lastri meletakkan bungkusan plastik di atas meja. Ia berjalan ke arah dapur membawa beberapa mangkok dan piring. Lalu membuka bungkusan plastik dan meletakkan makanan dan sayuran di mangkok dan piring.
"Ini tadi sisa makanan dari rumah majikan ibu, sayang kalau dibuang."
"Kalian sudah makan.?" Ayo kita makan bersama." Ibu Lastri mengambil piring dan beberapa lauk yang ia bawa dari rumah majikannya.
"Begini ya bu, kalau orang kaya padahal makanan ini masih enak. Kenapa harus dibuang.?" Lirih Alya.
"Namanya orang kaya , dia tidak suka dengan makanan, yang sudah ia makan dan memakannya lagi . Dalam satu hari harus ganti sayur dan lauk nya. Bosan, kalau makan itu lagi." Ucap ibu Lastri.
__ADS_1
Mereka sangat menikmati hidangan yang dibawa oleh ibu Lastri. Jarang sekali mereka menikmati hidangan enak seperti ini. Makanan yang dibawa oleh bu Lastri sayur asem, ikan bakar nila , dan sambal nanas. Makanan yang jarang sekali mereka temui.
"Kok kamu sudah pulang Alya.?" Tanya ibu Lastri.
"Alya diberhentikan dari pekerjaan bu." Jawab Alya tampak murung.
Alya menceritakan semua kejadian insiden yang terjadi pada saat itu, hingga dia harus kehilangan pekerjaan nya.
"Kamu yang sabar ya, ingat.! jaga kesehatanmu. Kamu tidak boleh banyak pikiran apalagi usia kandunganmu sudah mendekati mau lahiran." Ujar ibu Lastri.
Alya menganggukkan kepala nya. Mulai sekarang ia harus hemat. Sebelum ia mendapatkan pekerjaan baru. Karena untuk saat ini dia tidak tahu harus bekerja apa dalam keadaan hamil besar seperti ini.
****
"Adrian tunggu."
Suara mama Vera seketika menghentikan langkah Adrian yang sedang berjalan menuju kamarnya.
"Ya ma. Ada apa.?" Jawab Adrian
Adrian menghembuskan nafas beratnya ke udara . Sebenarnya Adrian sangat malas sekali berurusan dengan mamanya. Karena yang dibahas pasti masalah pernikahan.
"Kamu gimana sih , kok belum mengajak Raisa ke boutique.?"
"Kalian mau bertunangan loh, kok belum siap-siap.?" Ucap mama Vera.
Adrian berlalu tanpa memperdulikan mama Vera yang masih berbicara. Adrian menuju kamar mandi, setelah membersihkan badan nya ia merebahkan tubuhnya, mata nya menatap langit- langit kamar nya. Sejenak Adrian terdiam pikiran nya berputar dia menghitung kejadian malam itu. Ya. Delapan bulan berlalu.
Pikiran Adrian menerawang malam itu.
Dimana Adrian dan Bayu malam itu menghadiri sebuah pesta undangan yang diadakan Sudirja Corp. Awalnya nya berjalan biasa-biasa saja, meskipun Adrian saat itu tidak ingin menghadiri pesta itu, karena paksaan dari Bayu ia menuruti permintaan sepupunya.
Adrian teringat malam itu setelah seorang pelayan memberikan soft drink, minuman rendah alkohol. Ia merasakan seperti sedang mabuk berat. Tubuh Adrian terasa panas, jantungnya berdebar kencang, Adrian merasakan sesak di dada,kepala nya berdenyut. Dan bukan hanya itu tonggak ampuh yang bersemayam di balik segitiga bermuda pun tiba-tiba berdiri seperti tiang bendera yang siap mengadakan upacara.
Pikiran Adrian semakin kalut. Ia mengajak Bayu pulang. Akan tetapi pada saat itu acara baru dimulai.Adrian pun memutuskan pulang sendiri ke apartemennya. Tiba di apartemennya ia mencoba menenangkan diri, akan tetapi tonggak ampuhnya semakin keras, siap berperang.
Adrian mencoba mengalihkan pikirannya ia mencoba makan, dan minum tetapi semua itu tidak membantu.Adrian semakin gelisah,penglihatan Adrian semakin buram. Seperti orang yang habis minum obat perangsang dalam dosis tinggi. Adrian saat itu menebak bahwa seseorang pasti sudah menjebaknya.Akan tetapi siapa.?
Adrian mengambil ponselnya.
"Jo , carikan aku wanita yang bisa melayani ku malam ini juga secepatnya.!" Suara perintah Adrian.
"Seorang wanita, bos.?"
"Maksudnya bos, wanita panggilan begitu.?" Jawab Jonathan.
__ADS_1
"Terserah Jo.! Aku akan bayar berapapun, asal orangnya ada malam ini juga.!"
"Ba..baik bos, itu mudah buat saya, saya ada kenalan seorang mucikari."
"Tapi aku mau yang masih perawan, Jo.!" Aku tidak mau wanita yang sudah bekas pakai."
Hening.Jonathan tampak berpikir keras dia tidak menjawab.Jonathan sangat terkejut dengan perintah aneh Adrian. Perawan.? Dimana bisa mendapatkan perawan malam ini.? Kemana mencari perawan malam begini yang masih segelan.
"Hey, kamu dengar tidak, Jo.!
"Ba..baik bos, tapi kemana saya mencari malam ini.? Jawab Jonathan bingung.
Mudah bagi Jonathan untuk mencari perempuan malam , karena dia menyukai dunia malam hampir setiap wanita sudah ia tiduri. Tapi perawan.? Kemana dia akan mencari.
"Sekarang juga Jo.!"
Bentak Adrian mengakhiri panggilan.Tanpa memperdulikan Jonathan yang tengah kebingungan dengan permintaan Adrian.
Adrian merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur. Ia mencoba menenangkan diri , semakin lama ,semakin semangat jiwa nya yang bergelora tonggak ampuh nya semakin di tegangan tinggi seperti terbakar api hasratnya tak tertahankan lagi.
Puluhan kali ponsel Adrian berdering dari Bayu. Mungkin Bayu mencari keberadaannya , karena di saat Adrian pergi Bayu masih menikmati acara yang baru dimulai.
Satu jam berlalu ponsel Adrian kembali berdering panggilan dari Jonathan. Segera Adrian meraih ponselnya.
"Bos, saya sudah menemukan wanita seperti yang anda inginkan."
"Cepat bawa kemari.!" Perintah Adrian tidak sabar.
"Tapi dia minta seratus lima puluh juta, bos.?" Ucap Jonathan.
Ucapan Jonathan membuat Adrian habis kesabaran , jika saja dia berada di depannya mungkin sudah melemparnya ke pulau terpencil di dunia.
"Aku tidak peduli.!" Mau dua milyar pun akan aku berikan, yang penting dia masih perawan.!" Dan bisa memuaskanku malam ini juga.!" Teriak Adrian murka.
"Baik bos, kami sedang mengadakan kesepakatan harga dengannya. Saya akan segera membawanya kepada anda.!" Ucap Jonathan.
Adrian yang kesal membanting ponselnya ke tempat tidur. Kemudian merebahkan tubuhnya kembali sambil menunggu. Adrian tak pernah membayangkan akan menghabiskan malam dengan wanita bayaran. Selama ini dia selalu menjaga diri dari sentuhan wanita.
Jika saja Oma dan Mamanya tahu ia melakukan hal ini , kehormatan keluarga Dharmawangsa akan hancur.Adrian akan memastikan wanita bayaran ini harus tutup mulut.
Hingga akhirnya Alya hadir di hadapan nya malam itu. Sosok wanita polos pakaian lusuh tidak begitu cantik, namun manis. Adrian tidak begitu memperdulikan keadaan Alya saat itu. Alya yang begitu ketakutan matanya yang sembab karena menangis. Karena hasrat sudah di ubun-ubun dan tak bisa ditahan lagi. Ketika Alya keluar dari kamar mandi ia tampak sexy dan menggoda. Hingga malam itu lah Adrian sudah merenggut kesucian Alya.
Lamunan Adrian seketika membuyar ketika ponselnya berdering panggilan masuk dari Jonathan.
"Iya Jo, kirimkan saja alamatnya." Ucap Adrian mengakhiri panggilan.
****
****
__ADS_1