
Mitha berlari sangat kencang meninggalkan Andra dan teman-temannya.
"Ada apa sih?" Tanya Andra kepada ketiga teman-temannya.
"Begini Andra,bagaimana kalau kita ke kantin sekarang." Ucap Nurul.
"Terus masalahnya kami ini tidak punya uang untuk jajan.Jadi..."
"Maksud kami anak ini saja yang membayar makanan kita di kantin.Saya yakin kamu juga pasti lapar,kamu kan tidak pernah sarapan." Ucap Dirga
"Aduh Dirga bagaimana Andra mau sarapan,ibunya kan sibuk terus di rumah tidak ada orang." Ucap Nurul menggoda Andra.
"Apa...." Dengan nada yang sangat marah Andra menarik leher baju Nurul.Membuat Dirga,Ibnu kaget bukan main.Mereka tidak pernah menyangka reaksi Andra.
"Andra...!Saya minta maaf,saya tidak bermaksud untuk membuat kamu marah." Nurul meminta maaf kepada Andra tapi Andra terlanjur sakit hati hingga memukul pipi Nurul.
Dirga dan Ibnu langsung melerai mereka.
"Sudah...sudah kenapa jadi begini sih! Nurul kan sudah minta maaf jadi di maafin dong lagian kita ini sahabat.Kamu juga Nurul sudah tau kalau Andra sensitif kalau berhubungan dengan keluarganya."
"Iya deh saya minta maaf tadi saya cuma bercanda."
"Ya sudah lain kali jangan di ulangi lagi ya." Walaupun masih emosi tapi karena mengingat Nurul sudah minta maaf dan mereka berteman sudah lama akhirnya membuat emosi Andra sedikit reda.
'Sekarang kita ke kantin." Tanpa disadari mereka tenyata Mitha sudah lari ke kelas.
"Nah...Kamu..." Andra,Ibnu,Dirga, dan Nurul menoleh ke belakang ternyata Mitha sudah tidak ada dari tadi.
"Ke mana anak itu.Itukan jadi kabur,aduh...bagaimana dong Andra mana saya lapar lagi." Dirga memegang perutnya
"Ya sudah kita ke kelasnya." Ucap Andra.
"Memangnya kamu tau dia kelas berapa?" Tanya Nurul.
"Iya saya tau kok tadi saya bertanya."
"Jadi dia kelas berapa?"
"Kelas 1A.Oh Pantasan kita tidak pernah melihatnya."
"Ayo kita ke sana sekarang."
Mereka bergegas ke kelas Mitha.Dari kejauhan mitha melihat Andra dan teman-temannya.
"Mereka memang nekat sampai mengejar saya ke sini tapi untung saja Saya sudah di kelas,Ibu ayu pun sudah ada jadi mereka tidak akan berani." Sambil tersenyum.
"Kenapa kamu senyum-senyum." Ucap Rini.
"Ha..tidak kok Rin,Ada aja yang lucu." Ucap Mitha.
"oh begitu,kirain apa deh."
Mereka berempat berjalan ke kelas Mitha.Semakin dekat dan semakin dekat,walaupun Mitha sangat santai karena dia yakin tidak akan berani tapi dilubuk hatinya dia sangat deg-degan.
Semakin dekat lagi,apa mereka tidak ke kelas.Ini kan sudah jam pelajaran,kenapa mereka tidak ke kelas.Andra dan teman-temanya terkenal sangat nakal,mereka sering bolos tapi kepala sekolah dan guru tidak bisa berbuat apa-apa karena Andra adalah anak salah satu pejabat di daerahnya.
Orang tua Andra termasuk di segani sehingga anak-anak yang lain,guru bahkan kepala sekolah tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aduh....Mereka semakin dekat lagi." Seketika Mitha menjadi gelisah.
__ADS_1
"kamu kenapa lagi Mitha? tadi senyum-senyum sendiri sekarang kamu gelisah."
Sambil menunjuk ke luar kelas Mitha memberikan kode kepada Rini.
"Itukan kak Andra dan teman-temannya kenapa mereka ke sini dan tampaknya menuju ke kelas kita."
"Kamu ada masalah apa dengan mereka."
Mitha terdiam.
"Mitha jangan sampai kamu berurusan dengan mereka akan panjang urusannya nanti."
Mitha tidak menjawab pertanyaan Rini satupun.Dan benar saja Andra langsung masuk ke kelas membuat ibu Ayu yang dari tadi duduk manis di kursinya kaget.
"Ada apa Andra,kenapa kamu masuk ke kelas saya tanpa permisi." Ucap ibu Ayu kepada Andra.
"Saya ada urusan dengan salah satu siswa di kelas ini."
Mitha langsung menunduk,dia berharap Andra tidak melihatnya.
"Kenapa juga tadi saya bilang kalau saya kelas 1A.Mitha kamu memang bodoh. Guman Mitha sambil memukul kepalanya sendiri.
"Memangnya siapa?" tanya ibu Ayu.
"Kalau kamu ada urusan bisa kan di selesaikan kalau jam istirahat lagi pula mereka semua ini kan adik kelasmu jadi tidak baik kamu memusuhi mereka sambil menunjuk ke arah siswa."
"Ibu tidak usah ikut campur.Dan langsung saja Andra menuju tempat duduk Mitha yang dari tadi tertunduk seakan bersembunyi."
Tapi apalah daya Mitha dengan sigap Andra langsung menarik tangan Mitha yang membuat Mitha kaget.
"Kamu ada apa urusan dengan Mitha?" Tanya ibu Ayu kembali.
Mitha baru mu menjawab tapi langsung saja Mitha ditarik paksa keluar dari kelas yang membuat seisi kelas menjadi ribut.
"Duduk semuanya."
"Tapi Bu."
Rini terlihat khawatir begitu juga dengan siswa yang lain.
"Kalian tenang saja Mitha tidak mungkin di apa-apakan sama Andra."
Andra memegang tangan Mitha sangat erat sehingga membuat Mitha tidak bisa kabur dari mereka.
"Kak saya mau di bawa ke mana?Saya betul-betul minta maaf kak,saya janji saya akan ganti rugi soal motor kakak."
Tapi perkataan Mitha tidak dihiraukan oleh Andra.
Mitha ditarik dengan sekencang-kencangnya diikuti Dirga,Nurul,Dan Ibnu di belakang mereka.
"Asyik nih makan gratis kita."
"Dalam hati Mitha maksud mereka apa sih!Tangan saya sakit lagi."
"Kak tolong dong kak,lepaskan saya!" Mitha merengek".
"Sampai juga deh."
"Ini kan kantin." Sambil melihat sekelilingnya.
__ADS_1
"Iya ini kantin."
Dan langsung saja Ibnu. "Mba saya pesan mie pake komplik." Diikuti Dirga dan Nurul.
"Jadi mereka mau makan."
"Terus maksudnya ini kak saya mau ditraktir,kenapa tidak bilang dari tadi." Celotehan Mitha membuat Andra tersenyum.
"Traktir." Mereka tertawa terbahak-bahak.
"Iya traktir kak." Ucap Mitha tersenyum.
"Kamu yang mentraktir kami." Mitha kaget mendengar ucapan Ibnu.
"Kenapa saya.Hei kalian bertiga kalian pikir saya ini ibu kalian yang harus memberi kalian makan.Lagi pula ini kan masih pagi kenapa kalian sudah lapar."
"Makanya sarapan di rumah jadi sampai di sekolah tidak ke kantin tapi ke kelas belajar."
"Aduh ini anak Ibnu berani melawan kita."
Jadi dari tadi Mitha bertengkar dengan Dirga.Andra memperhatikan Mitha bertengkar dengan Dirga membuat Andra tersenyum dan ternyata Nurul sadar akan hal itu.
"Baru kali ini saya melihat Andra tersenyum." Nurul pun langsung menyelah pertengkaran mereka.
"Stop.....kalau kalian bertengkar terus kita kapan makannya."
"Kak masa saya sih yang harus membayar makanan mereka ditambah lagi mereka pesannya yang komplik lagi,mahal dong kak."
"Ini tidak seberapa atas kerusakan motor Andra."
"Iya kan Andra." Ibnu melihat ke arah Andra tapi Andra tampaknya fokus ke Mitha.
"Kak Ibnu kalau saya harus mentraktir makan itu dia." Mitha menunjuk Andra bukan kalian bertiga.
"Ini makanannya." Asyik Ibnu tersenyum kerena makanan yang dipesan sudah datang dan itu artinya Mitha tidak bisa berbuat apa-apa.
"Andra kamu mau makan apa?" Tanya ibu kantin kepada Andra.
"Seperti biasa bu."
"Dalam hati Mitha berapa yang harus saya bayar, saya sudah susah payah mengumpulkan uang untuk menelpon Rial tapi masa larinya ke makanan sih. "
"Kamu mau makan apa?tanya Andra kepada Mitha.
Dengan kesalnya Mitha menjawab saya
"Saya masih kenyang."
Sekitar 30 menitan mereka di kantin,dan waktunya membayar.Mitha mendekati ibu kantin dan bertanya.
"Berapa Bu?"
"Totalnya semua Rp 40.000."
"Apa." Mitha terkejut,tidak apa-apa lah yang penting tidak berurusan dengan mereka lagi.
Terpaksa deh uang untuk menelpon Rial besok harus berkurang.
"Mana sisanya cuma Rp 10.000 lagi." Ucap Mitha Dalam hatinya masih bisalah menelpon Rial walaupun dengan uang pas-pas an dan yang paling penting bisa mendengar suara Rial walapun cuma sebentar.
__ADS_1
Nantikan lanjutannya