Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab.62


__ADS_3

**BISMILAHIRAHMANIRAHIM💪


***


Andra membopong tubuh Mitha yang masih lemah keluar dari rumah sakit. Secara diam-diam Andra melewati kamar demi kamar yang ada di rumah sakit itu. Dia tidak ingin seorang pun tau ke mana dia membawa Mitha termasuk Rial.


"Kamu kuat kan?" tanya Andra kepada Mitha.


"Iya." jawabnya lemah.


Andra lalu membawa Mitha ke rumah mewahnya, dia tidak ingin meninggalkan Mitha dalam keadaan sakit sendirian di kamar kostnya.


Andra tersenyum bahagia melihat ke arah rumah sakit, dia senang ketika bisa membawa Mitha menjauh dari Rial apalagi ketika Rial tau kalau Mitha sudah tidak ada di kamarnya.


Dan benar saja, Rial kaget ketika Mitha sudah tidak berada di kamarnya, di sekeliling ruangan Rial mencari Mitha namun dia tidak menemukan Mitha. Kecurigaan tertuju kepada Andra, dia segera mengambil hp di sakunya celananya dan bergegas menelpon Andra.


"kring..kring.." suara panggilan dari Rial yang membuat Andra kesenangan.


"Kurang ajar, kenapa dia tidak angkat teleponnya!" pekik Rial kesal.


Rial mencoba kembali menelpon Andra dan tetap saja tidak ada jawaban.


Andra menoleh ke arah Mitha yang tertidur lemah di mobilnya, tanpa sadar pun Mitha di bawa Andra ke rumahnya.


"Sayang, kita sudah sampai!" Andra membangunkan Mitha dengan begitu lembut.


"Kita sudah sampai?" tanya Mitha melihat ke sekelilingnya, tempat yang begitu asing baginya dan rumah yang tak pernah dilihatnya.


Dalam keadaan lemah,Mitha bangkit dan menoleh ke arah Andra yang sudah bersiap turun dari mobilnya.


"Kita di mana ini?" tanyanya kembali.


Mitha yang ketakutan berusaha ditenangkan oleh Andra. "Ini di rumah saya dan nantinya akan menjadi rumah kamu." ucap Andra.


"Rumah kamu!"


"Iya. Ini rumah saya."


"Tapi, saya ingin kembali ke rumah saya saja!" pinta Mitha.


Andra keluar dari mobilnya dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Mitha. Mitha yang kelihatan ragu-ragu terpaksa ikut keluar dari mobil Andra.


"Andra, saya pulang ke rumah saya saja!" pinta kembali Mitha namun tetap saja tidak ada jawaban yang diperolehnya.

__ADS_1


Andra tetap saja membawa Mitha ke dalam rumahnya, Mitha melihat isi rumah Andra yang dianggapnya begitu mewah. Perabot dan semua yang ada dalam ruangan itu begitu mewah.


"Ini benar rumah kamu!" Mitha serasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Selama ini dia tidak tau tentang keluarga Andra.


"Iya ini rumah saya. Kamu tenang saja, kamu aman kok di sini." ucap Andra sembari tersenyum menyakinkan Mitha.


Mitha lalu di bawa ke dalam sebuah ruangan yang membuat Mitha semakin dibuat takjub. Andra membaringkan Mitha di kasur dan direbahkannya tubuh Mitha yang lemah tak berdaya.


"Kamu istirahat di sini dulu!" ucap Andra.


"Tapi Andra!" Mitha masih saja berusaha memohon kepada Andra agar membawanya pulang namun Andra seolah tak mendengar apa pun.


"Untuk sementara kamu di sini saja dulu, kamu kan masih sakit. Dan saya tidak tega kalau kamu sendirian di kamarmu tanpa ada yang merawat." ucap Andra dengan tegas.


Kali ini Mitha pasrah, dengan kondisinya sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia lalu merebahkan tubuhnya dan membuat Andra bahagia. Dia bisa lebih dekat lagi dengan Mitha yang begitu di rindukannya.


Selama kepulangannya, dia tak pernah berduaan sekalipun dengan Mitha selalu saja ada pengganggu.


Andra membiarkan Mitha beristirahat sendirian di kamarnya, dia pun berlalu dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tanpa mereka sadari jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Perlahan-lahan Mitha memejamkan matanya begitu juga Andra yang bisa tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan Mitha.


"Kring...kring..." hpnya kembali berdering dan Rial kembali mencoba menghubungi Andra.


"Sial. Kenapa tidak diangkat juga, di mana kamu Mitha." guman Rial dalam hati.


Rial melajukan mobinya dengan begitu kencang, dia seolah tidak peduli dengan keselamatannya. Dia menyusuri rumah kost Mitha namun dia tidak menemukan keberadaan Mitha.


⭐⭐⭐


Sampai matahari terbit, Rial tetap mencari Mitha, Tubuhnya sudah mulai kelihatan lelah begitu juga dengan mata yang mulai mengantuk.


Mitha bangun dalam keadaan segar bugar, tubuhnya mulai pulih. Dia beranjak dan keluar dari kamarnya secara diam-diam.


"Kamu sudah bangun." suara Andra mengejutkannya. Dia tak menyadari kalau Andra sudah berada di belakangnya.


"Iya. Sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Mitha.


Andra lalu berlalu diikuti Mitha di belakangnya.


"Kamu mau makan apa? biar saya yang buatkan." ucap Andra yang dibarengi gelak tawa Mitha.


"Kenapa tertawa! apa ada yang lucu." ucap Andra kembali.


"Iyalah lucu. Memangnya kamu bisa masak!" tanya Mitha ragu.

__ADS_1


"Wah kamu meragukan aku. Di Jakarta saya masak sendiri."


"Iya masak sendiri tapi palingan masak mie instan." ucap Mitha sembari tertawa lepas.


Andra memegang tangan Mitha dan memberikan kursi tepat di belakangnya. Di dudukannya Mitha oleh Andra.


"Lihat saja, kamu pasti akan ketagihan dengan masakan saya." ucap Andra.


Dengan lincahnya Andra memainkan pisau dah juga wajan yang membuat Mitha terperanjat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Sejak kapan Andra bisa masak, mana mungkin laki-laki dengan penuh amarah ini bisa memasak. Tanya Mitha dalam benaknya sembari tetap menatap Andra yang memasak untuknya


"Ini siap. Silahkan kamu makan!" dengan tatapan kaget Mitha melihat makanan yang sudah berada di hadapannya.


Diambilnya sendok dan perlahan-lahan mulai memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Huh. Enak juga." guman Mitha dalam hati. Andra yang menunggu dari tadi merasa lega ketika Mitha kembali memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya hingga dengan begitu lahapnya.


"Enak kan!" ucap Andra.


Karena rasa lapar yang begitu dahsyat, dia sampai tidak menghiraukan ucapan Andra. Dia masih fokus dengan nasi goreng buatan Andra.


Saking lahapnya hingga membuat Mitha tersedak, dengan sigapnya Andra mengambilkan air minum untuk Mitha.


"Pelan-pelang dong sayang!" ucap Andra lembut.


"Maaf. Kamu sendiri makan apa?" tanya Mitha.


"Kamu saja yang makan, saya masih kenyang!" lanjutnya.


Mitha lalu mengambil sisa nasi goreng yang masih ada di piringnya dan menyuapi Andra. Kali ini Andra tidak bisa menolak, ini pertama kalinya Mitha bersikap hangat kepadanya.


"Kita makan sama-sama ya! biar saya yang suapi." ucap Mitha.


Mitha menatap wajah Andra dengan penuh rasa iba. Andra yang sudah begitu baik dan perhatian kepadanya.


"Ini. Satu suap lagi habis!" lanjut Mitha.


Pagi yang indah dan begitu berkesan bagi Andra yang sudah lama menantikan masa seperti ini. Perhatian Mitha yang semakin yakin membuatnya tidak bisa melepaskannya.


Bersambung....


Maaf ya teman-temab baru bisa update lagi.

__ADS_1


Semoga suka dan senang dengan episode kali ini.


⭐⭐⭐⭐**


__ADS_2