Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab 32. Sesal


__ADS_3

Andra mengikuti pak Haris dari belakang, dia terlihat begitu khawatir mengetahui Mitha jatuh sakit karena dirinya.


penyesalan lah yang muncul dihatinya, bagaimana mungkin dia menyakiti gadis yang dicintainya.


Dari balik jendela, dia melihat Mitha merintih menahan kesakitan ditubuhnya.Sesekali di terlihat muntah, dibantu ibunya Mitha memuntahkan semua yang ada di mulutnya


Mitha seolah tidak bisa menahan gejolak diperutnya yang membuatnya setiap jam harus muntah.


"maaf." pekik Andra dalam hati. ingin rasanya dia menggantikan rasa sakit yang dialami Mitha.


andra terlalu takut untuk masuk menemui Mitha, dia yakin kedua orang tua Mitha akan memarahinya.


Andra hanya berdiam diri dan menunggu di luar ruangan Mitha, sesekali dia akan berdiri melihat keadaan Mitha.


******


Rial dan Erna tiba juga di sekolah mereka. Rial pun langsung menuju ke kelasnya meninggalkan Erna sendirian, dia masih saja memikirkan Mitha.


"Ada apa dengan Mitha!" Guman Rial dalam hati, Dia terlihat begitu khawatir setiap kali memikirkan Mitha.


selama pelajaran berlangsung pun dipikirannya hanya ada Mitha. Gadis desa yang berhasil membuatnya taklut.


kini Rial menyadari betapa berharganya Mitha dihatinya. yang awalnya hanya tidak ingin menyakitinya kini berbalik kalau dia begitu menyukainya.


Erna tampaknya dari tadi memperhatikan Rial di dalam kelas, dia begitu penasaran tentang apa yang dipikirkan Rial.


"Siapa dia?" Tanya Erna dalam hatinya. dia ingin sekali bisa berdekatan dengan Rial namun Rial masih saja terlihat dingin padanya. terlebih lagi, kini Rial mengakui kalau dia menyukai wanita lain.


"Saya tidak akan tinggal diam, saya harus tau." pekik Erna kesal. dia masih tidak percaya kalau Rial akan menolaknya.


Andra yang begitu menyesal terlihat menunggu di luar ruangan Mitha dirawat, dia sama sekali tidak ingin meninggalkan Mitha dalam keadaan kesakitan.


malam yang dingin Andra masih bertahan, rasa lapar dan kantuknya pun dia tahan. pak Haris yang mengetahui keberadaan andra mencoba menghampiri Andra.

__ADS_1


"Kamu di sini rupanya." Ucap pak Haris. Andra kaget ketika dia tau pak Haris ada di sampingnya.


"Iya om. saya minta maaf." Ucap Andra. pak Haris tersenyum,dia tampaknya sudah tidak marah lagi kepada Andra.


"Kamu pulang saja, dari tadi siang kamu sudah di sini." lanjutnya.


Andra tertunduk tidak tau apa yang harus dilakukannya.


"Tidak apa-apa om, saya di sini saja menunggu. om masuk saja." Ucap Andra. pak Haris makin kagum kepada Andra yang berani bertanggung jawab tentang kesalahan yang dia perbuat.


"Baiklah kalau begitu. kamu masuk saja ke dalam." Ucap pak Haris sembari menarik tangan Andra.


kini Andra sudah berada di dalam ruangan Mitha di rawat, diam-diam dia memperhatikan Mitha yang tertidur pulas karena obat yang diberikan dokter kepadanya.


"Ini siapa pah?" Tanya ibu Mila.


"Ini Andra." ucap pak Haris.


"kenapa kamu ke sini? lebih baik kamu pulang saja, orang tuamu pasti sedang menunggu." ucap ibu Mila lembut.


"saya juga suruh begitu tapi, anak ini bersikeras . jadi papah suruh masuk saja. lagi pula kasihan dia kedinginan di luar." Ucap pak Haris menyakinkan istrinya.


Mitha pun bangun mendengar suara orang tuanya.


"mah.." Panggil Mitha dengan sedikit lemah.


"iya nak. mama ada di sini sayang." ucapnya.


Mitha kaget melihat sosok yang tak begitu asing.


"kamu kenapa ada di sini." Ucap Mitha. Andra dari tadi hanya terdiam saja.


"Jangan kasar begitu, dia mau menjenguk kamu." ucap pak Haris yang membuat Mitha makin bingung melihat ayahnya membela orang yang membuatnya harus masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


"Kamu tidur saja." Ucap ibu Mila. Mitha pun menuruti apa yang dikatakannya ibunya, dia sadar kalau tubuhnya begitu lemah dan tidak ingin membuang tenaga karena meladeni Andra.


"kamu pulang saja nak. orang tua mu pasti khawatir." ucap ibu Mila kembali membujuk Andra.


"saya di sini saja om..tante.lagi pula di rumah tidak ada siapa-siapa kok. cuma ada saya sendiri." ucap Andra.


mendengar itu membuat ibu Mila dan pak Haris terenyuh. begitu juga dengan Mitha yang tampaknya belum tidur.


dia mendengar apa yang dikatakan Andra,dia yang tadinya marah berubah menjadi rasa kasihan dalam hatinya.kini dia tau kenapa Andra bisa nakal karena sebenarnya Andra ingin mendapatkan perhatian dari orang di sekelilingnya.


Pak Haris dan ibu Mila pun tidak bisa lagi berbuat apa-apa, kebulatan tekad Andra begitu kuat dan mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa.


"kamu tidur di sini." ucap pak Haris sembari membersihkan karpet untuk mereka tempati tidur malam ini.


Andra begitu terharu, baru kali ini dia merasakan kasih sayang dari orang tua. timbul rasa iri di hatinya melihat keluarga Mitha yang begitu harmonis dan saling menyayangi.


"iya om." lanjutnya.


tepat pukul 12 malam, pak Haris dan ibu Mila tampak tertidur nyenyak. mungkin mereka begitu capek harus merawat Mitha.


Andra membolak balikkan badannya, matanya enggan terpejam walaupun hanya sedetik. Andra memandangi Mitha dengan wajah yang begitu Pucak.


"maaf." guman Andra, hanya itu kata-kata yang dia ucapkan.


Andra duduk di samping Mitha dan tidak sekalipun tatapannya lepas dari Mitha.


****


Rial pun masih terlihat gelisah, dia belum mendapatkan kabar apapun dari Mitha.


Hati dan pikirannya hanya tertuju kepada Mitha.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2