Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab. 49.


__ADS_3

BISMILAHIRAHMANIRAHIM💪


⭐Flash back⭐


Sembari menunggu ibu Nia mencoba masuk ke ruang kerja Rial. Dia ingin mencari tau di mana putranya itu tinggal selama ini.


Satu per satu dia menyusuri ruangan kerja Rial, tak ada satupun dia tinggalkan untuk mencari tau. Laci, buku hingga lemari dia buka hingga akhirnya di balik buku terlihat sebuah brosur rumah.


Dia lalu mengambil brosur tersebut dan kalau firasaatnya benar Rial pasti tinggal di salah satu rumah yang ada dibrosur tersebut.


⭐⭐⭐


"Ibu bagaimana dia tau saya ada di sini?" tanya Rial dalam hati.


Karena tidak ada jawaban, ibu Nia kembali memencet bel yang terletak dibalik pokok pintu.


Dengan penuh keraguan Rial terpaksa membuka pintu rumahnya. Alangkah senangnya ibu Nia melihat Rial tampak di hadapannya.


"Ibu, bagaimana ibu tau rumah saya?" tanyanya.


"Itu tidak penting. Apa kamu tidak mau mempersilahkan ibu masuk." jawabnya.


Begitu bahagianya ibu bisa menemukan alamat Rial yang selama ini dia cari. Dia melihat sekeliling ruangan dimulai dari ruang tamu yang tersusun rapi hingga alangkah kagetnya dia melihat wanita yang pernah menolongnya sedang asyik duduk di meja makan.


"Kamu." ucap ibu Nia.


Mitha memalingkan pandangannya kepada ibu Nia, dia tidak menyangka akan bertemu kembali.


"Ibu kenal?" tanyanya kembali.


"Iya dong sayang. Anak ini yang menolong ibu waktu di supermarket kemarin." jawab ibu Nia. Dia lalu menghampiri Mitha, sementara itu Mitha menjabat dan mencium tangan ibu Nia.


"Tunggu dulu. Apa kalian tinggal bersama." ibu Nia yang tanpa sengaja menemukan Mitha berada di rumah putranya bahkan berduaan dalam satu rumah.


Mitha kaget begitu pula Rial." Tidak kok Tante. saya cuma mampir saja." balas Mitha gugup.


"Tinggal berdua juga tidak apa-apa kok!" lanjutnya.


Rial tersenyum seolah sependapat dengan ibu sambungnya itu. Tapi Mitha tampak tidak terima, dia tidak ingin di cap sebagai perempuan tidak benar.


"Bukan begitu, saya bersumpah saya tidak tinggal berdua dengan Rial kok. Kami hanya teman saja waktu di desa." ucap Mitha yang berusaha menjelaskan kepada ibu Nia.


"Desa." guman ibu Nia.


"Jadi ini gadis yang membuat Rial tergila-gila. Pantasan saja, sudah cantik baik pula." guman ibu Nia kembali dalam hati.


Ibu Nia memeluk begitu mesra Mitha yang membuat mata Mitha melongo.

__ADS_1


Rial hanya memperhatikan saja kekompakan 2 wanita yang berarti dalam hidupnya. Ibu Nia semakin erat memeluk Mitha hingga tanpa sengaja ibu Nia memegang luka lebam Mitha.


"Aduh." Mitha meringis kesakitan dan ibu Nia cepat melepaskan pelukannya.


"Kamu kenapa nak?" tanyanya.


"Ini semua gara-gara ibu. Badan Mitha sampai sakit ketika menolong ibu." ucap Rial.


"Ah masa sih. Makanya waktu itu seharusnya ibu bawa ke rumah sakit." ucap ibu Nia.


"Tidak apa-apa kok Tante. Nanti juga akan sembuh."


Rial kemudian menyuapi Mitha karena Mitha harus meminum obatnya kembali.


Ibu Nia yang melihatnya begitu bahagia, andai saja suaminya bisa melihat cinta anaknya untuk gadis ini. Dia pasti tidak akan keras kepala dan tentunya kami akan bahagia.


Namun hati pak Arif sekeras batu, siapapun tidak bisa melunakkan hati suaminya.


Ibu Nia lalu mengambil makanan yang dipegang oleh Rial.


"Kenapa diambil Bu. Anak ini harus segera makan." pinta Rial.


"Apa kamu memberikan Mitha makanan seperti ini." ucapnya.


"Memangnya kenapa." Rial merasa tidak ada yang salah dengan makanan yang diberikan kepada Mitha.


Ibu lalu mengeluarkan sebuah makanan di dalam kantin plastik yang dibawanya. Dan kemudian meletakkan di depan Mitha.


"Kamu pilih yang mana. Tante pastikan semuanya enak." lanjutnya.


"Iya Tante." Mitha merasa malu dan tidak enak hati diperlakukan seperti ini.


"Rial kamu ambilkan dong terus kamu suapi Mitha."


"Tidak usah, saya bisa sendiri kok!" Mitha lalu mengambil nasi ditangan Rial dan segera mengambil sepotong ayam goreng yang dibawa oleh ibu Nia.


Mereka bertiga begitu bahagia, Rial memandang Mitha dan juga ibu dengan penuh senyuman. Ingin rasanya dia menghentikan waktu agar bisa bersama seperti ini.


Lamunannya buyar ketika suara hp ibu Nia berdering. Di balik layar tertera nama ayahnya dan itu adalah pak Arif.


"Ibu angkat dulu ya!" Kamu lanjutkan makan dulu." Ibu Nia lalu menuju ke ruang belakang rumah Rial.


"Halo."ucap pak Arif di balik telepon.


"Iya Yah."


"Kamu di mana, saya bangun kamu sudah tidak ada di rumah?" tanyanya.

__ADS_1


Ibu Nia sebenarny tidak ingin membohongi suaminya namun kalau sampai suaminya tau, dia pasti akan melarangnya menemui Rial.


"Saya lagi keluar sebentar Yah. Ada sesuatu yang saya harus beli tapi tidak akan lama." ucapnya.


Dengan sedikit kesal pak Arif lalu menutup teleponnya. Dia hanya ingin memastikan keberadaan istrinya.


Terlihat betul kegelisahan di wajah ibu Nia, Rial yang menyadari itu segera menghampiri ibunya yang tampak begitu tegang setelah menerima telepon.


"Itu ayah yah?" tanyanya.


"Iya." balasnya singkat.


Ibu Nia mengengam tangan lembut Rial. "Kamu tidak usah khawatir, ibu janji tidak akan memberitahu keberadaan kamu kepada ayahmu." ucapnya.


"Makasih ya Bu!"


Ibu Nia menoleh ke arah Mitha yang sedang asyik menyantap makanannya.


"Jadi itu dia." ucap ibu Nia.


"Hmm." Rial mengangguk.


"Pantasan saja kamu tergila-gila sama dia, dia begitu cantik dan juga terlihat sangat baik."


Rial terdiam lagi, dia tau begitu banyak perjuangan agar bisa mendapatkan Mitha kembali. Ada penolakan yang harus dia hadapi dan juga Andra.


"Ibu ke sana dulu ya!" Ibu Nia meninggalkan Rial yang masih saja memikirkan rintangan yang harus dia hadapi. Tapi dia juga tidak ingin menyerah, baginya sekarang Mitha adalah dunia yang harus dia gapai.


⭐⭐⭐


Kala itu dunianya serasa runtuh ketika harus meninggalkan Mitha, hatinya begitu sakit. Hingga akhirnya dia punya keberanian untuk meninggalkan rumah dan meninggalkan Erna sendirian di pesta pertunangan mereka.


Dia bertekad tidak ingin mengikuti keinginan ayahnya lagi. Dunianya sepi, hatinya kosong sampai takdir mempertemukan dia kembali dengan dunianya yang hilang.


Mitha dunia yang selama ini dia cari yang mampu mengisi kekosongan dihatinya kembali.


Dan hari ini ketika dia bangun ada Mitha di sampingnya, tertidur begitu damai.


"Ayo sini!" teriak Mitha sembari melambaikan tangannya.


Rial pun segera menghampiri Mitha dan ibunya yang sedang asyik bercanda. Keraguannya hilang seketika.


"Ayo makan." kini berbalik Mitha yang menyuapi Rial walaupun tanpa sengaja. Mitha sepertinya terbawa suasana yang begitu hangat.


Hingga akhirnya ibu Nia harus menungalkan mereka berduaan di rumah. Sepeninggal ibunya Rial hanya terdiam, dia takut kalau sampai ada yang mengikuti ibunya.


Hingga dia teringat dengan seseorang yang mengikutinya dengan Mitha dari kemarin.

__ADS_1


"Jadi itu bukan orang suruhan ayah. Kalau orang suruhan ayah pasti ayah akan datang ke sini. Lalu siapa dia?" tanyanya sendiri dalam hati.


Bersambung💪⭐👍


__ADS_2