Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab.64


__ADS_3

**BISMILAHIRAHMANIRAHIM 💪


Maaf ya teman-teman baru bisa dilanjut!


Semoga suka dan tetap setia menunggu🙏


⭐⭐⭐


Dari kejauhan Rial menatap Mitha yang sedang terlihat sendiri di atas rumah yang dia juga tidak ketahui.


"Itu beneran Mitha." batin Rial.


Mitha yang masih tidak sadar akan keberadaan Rial. Cukup lama Rial menatap Mitha hanya sekedar ingin meyakinkan dirinya sendiri.


20 menit berlalu, Mitha masih saja tidak sadar hingga matanya pun tertuju pada Rial, Mitha menggosok matanya seolah ingin memastikan apa yang dilihatnya.


"Rial." ucap Mitha.


Mitha yang masih tidak percaya kembali melihat ke bawah, ingin memastikan sekali lagi apa yang dilihatnya adalah Rial atau hanya sekedar khayalan semata.


"Rial....iya itu Rial." ucap Mitha sembari tersenyum.


Rial melihat ke arah pintu, dia terburu-buru tidak sabar ingin membawa Mitha pergi dari rumah.


Langkah kaki Rial begitu cepat hingga langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara mobil yang mendekat kepadanya.


Andra turun dari mobilnya dan segera menghampiri Rial yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Andra.


"Jadi ini rumah kamu." balas Rial.


"Iya. Dan saya ingin kamu pergi dari rumah saya!"


"Jangan mimpi. Saya akan pergi dari sini dengan membawa Mitha dari sini." ucap Rial yang masih tidak sabar ingin masuk membawa Mitha segera.


"Ha ha.. kamu yang jangan mimpi." balas Andra yang tidak mau menyerah begitu saja.


Rial langsung membuka pintu dan berlari ke atas menghampiri Mitha. Andra segera menyusul masuk ke dalam rumah ingin menghalangi Rial bertemu dengan Mitha.


"Berhenti." teriak Andra namun tak dihiraukan sedikitpun oleh Rial.


Rial terus berjalan hingga dia menemukan Mitha yang sedang sendirian.


"Mitha." Rial segera menghampiri Mitha dan memeluknya begitu erat. Air matanya jatuh tak tertahan, dia begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan Mitha.


Andra melepas pelukan Rial dari Mitha dengan begitu kasar.


"Lepaskan!" teriak Andra dan menarik Mitha ke arahnya.

__ADS_1


"Sini!" Rial kembali menarik Mitha namun tetap saja ditahan oleh Andra yang begitu erat memegang tangan Mitha.


"Kamu keluar dari rumah saya!" ucap Andra sembari menunjuk Rial dengan penuh amarah.


"Tidak akan. Saya kan dari awal bilang, saya tidak akan keluar dari rumah ini sebelum Mitha ikut dengan saya." balas Rial.


"Kamu ini kan seorang polisi, kamu pasti tau kan tentang hukum masuk ke rumah orang sembarangan." pekik Andra.


Rial terdiam sejenak sedangkan Mitha hanya melihat perdebatan antara Rial dan juga Andra.


"Iya saya tau. Dan kamu pasti juga tau kan tentang hukum membawa seorang gadis ke rumah tanpa ada siapapun di rumah ini." balas Rial.


"Sudah cukup. Rial kamu pulang ya!" lerai Mitha yang sudah tidak tahan lagi.


"Saya tidak akan keluar tanpa kamu." ucap Rial.


"Saya baik-baik saja kok di sini! Andra pasti akan bawa saya pulang kalau saya sudah sembuh."


"Dia sudah janji kok!" lanjut Mitha.


"Apa kamu percaya dengan orang ini." Rial berusaha membujuk Mitha agar mau ikut dengannya.


Mitha terdiam dan dia menganggukkan kepalanya tanda dia percaya dengan Andra.


Andra tersenyum dan memeluk Mitha yang membuat Rial semakin murka. Ketika Andra yang terlena tiba-tiba Rial menarik tangan Mitha dan membawanya pergi dengan berlari.


"Lepaskan!" teriak Andra yang tidak terima dengan perlakuan Rial.


Andra berusaha mengejar Rial dan juga Mitha. Dengan sekuat tenaga dia berlari hingga bisa menahan Rial dengan menarik bajunya hingga Rial terjatuh ke tanah.


"Kamu benar tidak punya aturan." ucap Andra dengan nada tinggi.


Rial berusaha bangkit dan memukul Andra begitu keras hingga tubuh Andra pun terjatuh tanah.


Secara bergantian mereka saling menyerang, saling memukul. Wajah mereka berdua pun sudah tampak memar namun tetap saja mereka tetap saja saling mengeluarkan kekuatan masing-masing.


"Cukup." teriak Mitha.


Andra dan Rial sedang ingin saling memukul mengentikan dan menurunkan gengaman tangannya.


"Saya mohon kalian berhenti. Kenapa kalian seperti ini!" ucap Mitha dan menarik tangan keduanya masuk ke dalam rumah.


"Kamu kok bawa dia sih!" ucap Andra menatap Rial.


Mitha yang sedang berada di dapur segera menghampiri keduanya dan duduk diantara Andra dan juga Rial. Lalu tangan Mitha satu persatu mengobati luka Andra dan juga Rial.


"Aduh..." teriak Andra dah juga Rial secara bersamaan.


"Sakit kan! Makanya kalau tidak mau sakit jangan berantem terus."

__ADS_1


"Saya heran sama kalian, kenapa kalian setiap bertemu pasti ujung-ujungnya berkelahi hingga babak belur begini." pekik Mitha kesal.


Sebenarnya Mitha sudah tidak tahan dengan situasi yang dihadapinya, dia harus di hadapkan antara Rial dan juga Andra yang terobsesi kepadanya.


"Kamu pulang!" pinta Mitha sembari menatap wajah Rial dan membuat Andra tersenyum.


"Tapi....."


"Tidak ada tapi-tapian. Kamu pulang sekarang!" lanjut Mitha.


"Dengar kan! Kamu pulang sekarang." ucap Andra.


"Tapi saya kan sudah bilang, saya tidak akan pulang kalau kamu tidak ikut sama saya." ucap Rial.


"Iya kamu pulang!" ucap Andra sembari tersenyum sinis.


"Rial kamu pulang ke rumah mu sekarang! Andra kamu diam di sini." ucap Mitha.


"Terus kamu?" tanya Rial.


"Saya pulang ke rumah saya sendiri." ucap Mitha dan membuat Rial tersenyum.


"Apa....." Andra bangkit dari tempat duduknya.


"Apa kamu tidak mengerti apa yang dikatakan Mitha. Itu artinya Mitha pulang dengan saya." ucap Rial.


"Begitu kan!" lanjutnya.


Mitha menggelengkan kepalanya yang membuat Rial dan Andra semakin bingung.


Mitha lalu menarik kuping Andra dan juga Rial yang membuat keduanya teriak kesakitan.


"Begini saya jelaskan. Kamu pulang ke rumah mu sendirian dan saya pulang ke rumah saya juga sendirian tanpa diantar kalian berdua."


"Dan kamu diam di sini jaga Rial, saya pulang duluan!" ucap Mitha berlalu meninggalkan Andra dan Rial yang kaget.


Mitha berlari keluar dan menuju ke jalan raya. Dia lega bisa lepas dari Andra dan juga Rial.


"Kamu di sini saja dulu."


"Saya juga mau pulang."


Andra berlari mengambil kunci rumahnya berusaha menahan Rial yang ingin menyusul Mitha.


"Wah...berikan kuncinya." pinta Rial.


"Sudah saya bilang kan, saya tidak akan memberikan kamu kesempatan sedetik pun bersama dengan Mitha." ucap Andra.


"Mitha itu milik saya dan selamanya akan menjadi milik saya apapun yang terjadi nantinya." lanjutnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu ingat juga kata-kata saya. Saya akan mengambil Mitha dari kamu bagaimana pun yang terjadi nantinya antara kalian berdua. Saya tidak akan pernah meninggalkan dia walau hanya sedetik." ucap Rial.


BERSAMBUNG**.......


__ADS_2