
Mitha bangun pagi-pagi sekali.Ia bergegas keluar dari kamarnya dan mengerjakan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya di hari Minggu.
'Ma.....saya mandi duluan ya."
"Kamu mau kemana nak,biasanya kalau hari Minggu kamu mandinya sore."
"Iya ma...saya mau ke rumah teman ada kerja kelompok." ucap Mitha kepada ibunya.
"Iya Nak, yang penting semua pekerjaan yang ibu berikan sudah selesai."
"Siap bos." Mitha melangkahkan kakinya ke kamar mandi sambil tersenyum.
Mitha senang sekali karna mau menelpon Rial.Banyak yang ingin dia sampaikan kepada Rial.Rindunya sudah tidak bisa terbendung lagi kepada Rial.
"Assalamualaikum ma. Mitha pergi dulu ya."
Ibu Mitha yang sedang sibuk di dapur.
"Iya nak.hati-hati kamu di jalan dan kalau sudah selesai langsung pulang ya."
Mitha menaikkan jempolnya.Sebenarnya Mitha merasa bersalah karena membohongi orang tuanya tapi sampai sekarang Mitha tidak bisa menemukan alasan yang pas,makanya Mitha terpaksa berbohong.
Seperti biasa Mitha mengendarai sepeda motornya.Mitha begitu senang sekali.
"Rial.ayo bangun.Inikan hari Minggu kita mau jalan-jalan keluar."
__ADS_1
Ibu Rial membangunkan Rial yang masih tertidur pulas.
"iya ma. Tapi,Rial tidak ikut ya. Ucap Rial.
"Rial,memangnya kenapa?"
"Saya cuma mau beristirahat ma.Seminggu ini Rial capek karena harus mengejar ketinggalan pelajaran sekolah Rial.'
"Iya nak."
"Tapi, kamu bangun ya, sarapan sudah tersedia."
"Iya ma." Sambil menguap Rial menjawab ibunya.
Rial memang anak yang baik dan penurut kepada orang tuanya.Itu sebabnya Rial rela mengikhlaskan apa pun agar keluarganya bisa senang.
Setelah sarapan,,Rial duduk di dekat telepon.Dia sudah tidak sabar menunggu deringan telepon yang ada di sampingnya.
Di tempat lain,Mitha memarkirkan motornya tepat di rumah yang menyediakan telepon umum.Karena di desa..orang-orang hanya berhubungan dengan sanak saudaranya dengan melalui telepon umum.
Bu Mira adalah pemilik wartel tersebut.
"Hai Mitha...Ada apa?"
"saya mau menelpon Bu!"
__ADS_1
"Tapi,kamu antri ya,sekarang lagi banyak orang."
"Kok tiba-tiba banyak orang Bu,biasanya juga sepi,Mitha sudah tidak sabar."
"Sabar Mitha." Ucap ibu Mira sambil menenangkan Mitha yang serasa tidak sabar untuk segera menelpon.
"Ini kan tanggal baru,banyak orang-orang desa menelpon keluarganya di perantauan."
Di desa Mitha,hampir semua masyarakatnya pergi merantau.Jadi setiap tanggal baru pasti keluarga di kampung akan menelpon sekedar menanyakan kabar begitu juga tentang kiriman hasil perantauan mereka
Rial tampaknya sudah tidak sabar,banyak juga yang ingin dia bicarakan kepada Mitha.Tapi jam sudah menunjukkan pukul 11.00 tidak ada tanda-tanda telepon berbunyi.
"Mitha kenapa lama sekali sih!Tapi tidak apa-apa juga kan rumah sepi terus saya tidak ada pekerjaan yang harus saya selesaikan jadi saya akan menunggu.Saya yakin Mitha pasti menelpon,dia sudah janji."
Mitha sudah sangat gelisah,antrian di depannya masih ada dua orang.Untung saja di tempat ini disediakan tempat duduk jadi saya tidak perlu capek-capek berdiri.
Setelah 1 jam menunggu Akhirnya tiba giliran Mitha.Mitha sekarang giliran mu ucap ibu Mira kepada Mitha yang dari tadi sudah tampak gelisah.
"Kamu ibu perhatikan gelisah terus?"
"Bagaimana saya tidak gelisah ini sudah jam 12 terus Mitha belum menelpon.Padahal Mitha janjinya jam 10.00."
Dngan tersenyum ibu Mira sekarang giliranmu dan kamu tenang saja kamu pasti kebagian kok.
"Iya sih Bu...."
__ADS_1
Akankah mereka berbicara!