Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab. 72


__ADS_3

**BISMILAHIRAHMANIRAHIM 💪👍


Senyum merekah memancar dari wajah Mitha, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Rial. Sambil memandang wajah sendiri di depan cermin


"Tok...tok..tok.." bunyi suara ketukan pintu di depan kamar Mitha.


"Itu pasti Rial." Batin Mitha segera membuka pintu namun apa yang dilihatnya.


"Kamu sudah siap!" Ucap Andra.


"Andra."


"Iya. Kamu tau aja kalau saya akan mengajak kamu ke suatu tempat." Lanjut Andra kembali menahan rasa sakit hatinya.


"Tapi, saya ada." Belum selesai Mitha melanjutkan kata-katanya, Andra menarik tangan Mitha menuju ke dalam mobilnya.


Mitha yang dalam keadaan terpaksa harus mengikuti keinginan Andra. Dia juga tidak tau harus berkata apa, bibirnya terdiam sembari otaknya memikirkan cara untuk mengatakan sejujurnya.


"Kok diam!" Ucap Andra.


"Ha...bukan apa-apa, saya hanya kaget saja. Sebenarnya kita mau ke mana?" Tanya Mitha.


"Nanti kamu akan tau, yang jelas kita akan menikmati malam ini." Jawab Andra sembari memegang tangan Mitha.


Sementara Rial yang sudah berada di depan pintu kamar Mitha tampak tidak sabar untuk segera bertemu.


"Mit..Mitha..." Panggil Rial. Beberapa kali Rial memanggil nama Mitha namun tak ada jawaban dari dalam kamar hingga Rial memberanikan diri membuka pintu dan ternyata pintu kamar Mitha tidak terkunci.


"Mitha..kamu di mana?" Panggil Mitha sembari mencari ke beberapa ruangan.


Rial mencoba menelpon Mitha namun hp Mitha tampak ketinggalan. Karena Andra yang buru-buru membawa Mitha hingga hpnya pun ketinggalan.


"Hpnya ada di sini!" Ucap Rial.


"Sudah sampai!" Ucap Andra memarkirkan mobilnya.


Mitha melihat ke sekelilingnya. " Inikan hotel." Ucap Mitha.


"Iya, ini hotel sayang!"


"Kita mau ngapain ke sini?" Tanya Mitha kembali.


"Yah makan lah. Di sini juga ada restoran dan saya ingin mengajak pacar saya ini ke tempat paling indah." Andra berusaha agar Mitha tidak curiga dengan apa yang direncanakannya.


"Ayo turun sayang!" Walau tampak ragu Mitha tetap saja mengikuti Andra.

__ADS_1


Andra mengandeng tangan Mitha masuk ke dalam hotel bintang lima dan juga terkenal di kota Makassar. Rial yang mulai cemas berusaha mencari tau keberadaan Mitha dengan bertanya ke salah satu teman satu kost Mitha.


"Hey tunggu. Kalian lihat Mitha?" Tanya Rial.


"Oh Mitha, kalau tidak salah tadi pacarnya menjemput dia ke sini." Jawabnya.


"Itu pasti Andra." Batin Rial.


"Tapi, kalau saya lihat tadi Mitha seperti ditarik-tarik begitu sama pacarnya. Sepertinya mereka lagi berantem deh karna saya lihat wajahnya merah gitu seperti sedang marah." Sambungnya.


Mendengar itu Rial semakin khawatir dengan keadaan Mitha, dia takut Andra akan berbuat sesuatu yang akan menyakiti Mitha.


Rial yang begitu cemas mencoba mencari keberadaan Mitha, sesekali dia menelpon Andra namun tak ada jawaban.


"Kita duduk di situ yuk!" Ucap Andra.


"Iya." Diikuti dengan anggukan kepalanya.


Mitha kembali melihat sekelilingnya, seumur hidupnya baru kali ini dia makan di tempat semewah ini. Kecemasannya seketika hilang melihat orang-orang yang makan di tempat itu.


"Apa kamu suka?" Tanya Andra kembali.


"Iya. Tapi, kita tidak harus ke sini kan. Makanan di sini pasti mahal." Ucap Mitha.


"Tidak apa-apa, sekali-kali menyenangkan wanita yang paling saya cintai di dunia ini."


"Mau makan apa?" Tanyanya sambil memberikan secarik kertas berisi menu makanan yang tersedia.


"Ini saja ya mbak dua porsi dan minumannya orange jus saja." Ucap Andra.


"Baik pak, silahkan di tunggu!" Sambungnya meninggalkan Mitha dan juga Andra


Erna yang sudah lebih dulu berada di hotel tersebut langsung menjalankan rencananya, dia sudah tidak sabar dan kali ini dia tidak mau gagal lagi.


Obat tidur yang dia siapkan kini sudah berada di dalam minuman Mitha dan tinggal menunggu obat itu bereaksi.


Tanpa curiga sedikit pun Mitha meminumnya dan dalam sekejap Mitha tak sadarkan diri.


"Kamu kenapa?" Tanya Andra dengan tersenyum sinis. Rencananya dengan Erna berjalan sesuai dengan keinginan mereka.


Andra membawa tubuh Mitha yang terkulai masuk ke dalam kamar dan Erna segera memotret mereka dan mengirimkannya kepada Rial.


"Erna kirim foto apa?" Gumamnya dalam hati.


Rial serasa tidak percaya ketika dia membuka foto yang dikirim Erna tampak Mitha dan juga Erna saling berpelukan masuk ke dalam kamar hotel. Rial segera menarik gas mobilnya dan meluncur ke hotel tempat Andra membawa Mitha.

__ADS_1


*******


"Tidak....." Teriak Mitha ketika dia melihat dirinya sudah dalam keadaan telanjang tertutup selimut hotel dan di depannya terlihat Andra yang hanya memakai baju mandi.


"Andra. Apa yang kamu lakukan?" Ucap Mitha dengan wajah yang begitu marah.


Andra menaruh minumannya di meja dan menghampiri Mitha.


"Kamu jangan histeris gitu dong sayang. Ini biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. Kita kan ini sepasang kekasih jadi wajarlah." Ucap Andra tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Saya benci sama kamu!" Ucapnya.


"Saya pasti akan bertanggung jawab kok!"


"Lagipula saya itu sangat mencintai kamu dan saya tidak akan meninggalkan kamu." Lanjutnya namun Mitha tampaknya sudah terlanjur marah, dia menangis begitu kencang.


Mitha merasa dunianya hancur dihancurkan oleh pria yang selama ini dia percayai dan melindunginya.


Hingga....


Sepertu dugaan Andra, Rial sudah berada di depan pintu kamar mereka.


Andra langsung membuka pintu dan Prakkkk. Pukulan menghujam wajah Andra.


"Mana Mitha, apa yang kamu lakukan kepada Mitha!" Tanya Rial sembari tetap memukul Andra.


"Tidak...." Teriakan Mitha membuat Rial menghentikan pukulannya kepada Andra.


"Mitha."


Rial mendekati Mitha yang menangis. "Kamu kenapa?" Tanya Rial yang sepertinya dia sudah tau apa yang sedang terjadi.


"Kamu tenang, saya akan bawa kamu pergi dari sini." Rial menggendong tubuh Mitha yang tertutup selimut.


"Tunggu. Kamu mau bawa Mitha ke mana?" Tanya Andra.


"Selama ini saya pikir kamu laki-laki yang bisa menjaga Mitha, dan asal kamu tau saya hampir menyerah dan ikhlas merelakan Mitha untuk kamu. Tapi, setelah apa yang kamu lakukan kepada Mitha saya yakin tidak akan menyerahkan Mitha untuk kamu." Ucap Rial tegas yang membuat Andra terdiam sejenak.


"Tapi, kamu harus ingat sekarang Mitha itu sudah menjadi milik saya setelah apa yang barusan kami lakukan. Kamu tidak punya hak untuk membawa Mitha dari sini." Ucap Andra namun Rial seolah tidak peduli, dia tetap membawa Mitha sesekali dia melihat Mitha yang menahan tangisannya.


"Kamu tenang ya! Kita akan segera keluar dari tempat ini." Ucap Rial, dia segera melajukan mobilnya begitu cepat.


"Kita akan segera sampai kok!" Ucapnya lagi.


Mitha hanya terdiam, dia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Tangisannya tak pernah henti membasahi wajahnya ketika dia mengingat apa yang dilakukan Andra kepadanya.

__ADS_1


Bersambung**....


__ADS_2