Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Bab. 57


__ADS_3

BISMILAHIRAHMANIRAHIM💪⭐


Semakin hari Rial selalu membuat Andra menjadi resah tak menentu, dia yang takut kalau sewaktu-waktu Mitha akan berpaling darinya.


Rial pun tidak ingin lagi melepaskan gadis yang dicintainya itu, dia selalu membuat Andra seperti cacing kepanasan hingga Andra sendiri yang melepaskan Mitha untuknya.


"Saya mohon kalian pergi dari sini!" pinta Mitha sembari memandang 2 laki-laki yang ada dihadapannya sekarang.


"Kamu tenang dong, saya juga mau pulang kok! Terima kasih ya untuk waktu di pagi yang indah ini." ucap Rial tersenyum.


Andra mencoba menahan amarah di dadanya yang semakin memuncak, di satu sisi dia tidak ingin mempermalukan Mitha namun di sisi lain dia juga tidak bisa menahan amarahnya.


Bagi Andra harga dirinya begitu diinjak oleh Rial, kesabarannya diuji hingga ketakutan yang memuncak tak bisa dia lagi abaikan.


Rial pulang dengan wajah sumringah ibaratnya dia menang telat dari musuhnya. Kini tidak ada lagi keraguan dihatinya untuk segera memiliki Mitha di hidupnya.


Mitha dan Andra memandangi kepergian Rial, Mitha tidak tau lagi harus berbuat apa menghadapi Rial. Dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan Andra. Baginya Rial hanya masa lalu dan kini mereka hanya sekedar sahabat yang asing yang ingin kembali menghidupkan keakraban diantara mereka.


"Maaf. Saya tidak tau harus berbuat apa. Rial tiba-tiba saja muncul dan saya tidak tau bagaimana menolaknya." ucap Mitha.


Andra yang dari tadi hanya terdiam kemudian memeluk Mitha dengan hangatnya yang membuat Mitha kaget. Karena tidak biasanya Andra bersikap biasa saja.


"Kamu tidak marah kan?" tanya Mitha.


"Tidaklah. Mana mungkin saya marah sama kamu sedangkan saya tau apa yang terjadi." jawabnya.


Mitha terlihat begitu lega, dia tidak ingin semakin menambah permusuhan antara Andra dan juga Rial, dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Kamu ganteng sekali." gombalan Mitha membuat Andra melepaskan pelukannya. Baru kali ini Mitha memujinya dan dia begitu bahagia.


"Tumben."


Tangan Mitha meraih kerah baju Andra yang sedikit kurang rapi, dipegangnya dan dengan lembut Mitha memperbaikinya.


"Kok senyum." ucap Mitha.


"Siapa yang senyum."


"Kamulah!"


"Masa." Andra yang judes harus dibuat tersenyum dengan tingkah laku Mitha kepadanya. Hatinya begitu bahagia hingga dia melupakan sejenak tentang Rial.


"Inikan hari pertama kamu kerja terus!" ucapan Mitha terhenti.


"Terus apa?" tanya Andra penasaran.

__ADS_1


"Bukan apa-apa sih!" ucap Mitha malu-malu.


"Terus apa?" Andra mencubit pipi Mitha yang membuat Mitha tertawa kecil.


Tiba-tiba dengan mesranya Mitha mendaratnya ciumannya di kening Andra. Andra yang mendapat serangan tak terduga hanya bisa terdiam, matanya melotot, jantungnya berdetak begitu kencang.


Mitha dengan mesra dan lembutnya mencium kening Andra, dia ingin memberikan perhatian lebih lagi kepada Andra yang kini menjadi kekasihnya.


"Kamu ini!" ucap Andra lembut.


"Maaf. Apa kamu tidak mau saya cium." ucapnya.


"Bukan begitu, hanya saja saya kaget tiba-tiba kamu mencium saya." ucap Andra memeluk kembali Mitha.


"Ini hadiah kecil saja." ucap Mitha.


"Hadiah kecil. Kalau hadiah besarnya apa?" tanya Andra yang membuat Mitha berpikir sejenak.


"Hadiah besarnya nanti." ucap Mitha malu-malu.


"Kapan!"


"Nanti saja."


"Ya sudah saya akan tunggu. Saya pergi kerja dulu ya!" pamit Andra.


"Jam berapa kamu pulang?" tanya Mitha.


"Mungkin sekitar jam 5. Memangnya kenapa?"


"Kamu langsung ke sini ya!" Saya akan masak enak untuk kamu." Andra tersenyum begitu manis hingga membuat Mitha lega sejenak.


Andra lalu berlalu dan Mitha Kembali ke kamarnya membereskan kamar yang berantakan.


⭐⭐⭐


Sementara itu di rumah orang tua Rial, tampak pak Arif dan ibu Nia yang sedang sarapan bersama. Walaupun mereka tidak pernah melewatkan sarapan bersama namun masih saja ada yang kurang di keluarga mereka.


"Ayah, apa kita harus membujuk Rial supaya kembali ke rumah ini." ucap ibu Nia.


"Membujuk. Jangan harap saya akan membujuk anak itu, dia pasti akan pulang sendiri dan menyadari kesalahannya karena menentang keinginan saya." ucap pak Arif.


Pak Arif yang tegas dan selalu merasa benar menyimpan kerinduan yang besar terhadap putranya itu. Namun dia harus tahan ketika rasa malunya masih terasa terhadap orang tua Erna dan juga Erna.


"Ibu mohon!" pinta ibu Nia kembali.

__ADS_1


"Tidak usah dibahas lagi, sampai kapan pun saya tidak akan membujuk anak itu hingga dia mau mengikuti keinginan saya."


Pak Arif berlalu meninggalkan ibu Nia sendirian di ruang makan. Entah apa yang akan terjadi nanti ketika dia tau kalau Rial kembali berhubungan dengan gadis yang dibenci ayahnya.


Pak Arif mengambil kunci mobilnya seperti ingin bepergian.


"Ayah mau ke mana?" tanya ibu Nia khawatir.


Usia pak Arif tidak muda lagi, penyakit jantung sewaktu-waktu bisa kambuh. Dia sudah tidak bisa lagi bepergian dengan mengendarai mobil sendirian, harus ditemani sopir pribadinya.


"Ayah mau keluar sebentar."


"Tapi ayah tidak boleh bawa mobil sendirian. Ayah ditemani pak Syarif ya!" pinta kembali ibu Nia.


Namun pak Arif tidak menghiraukan kekhawatiran istrinya itu, dia naik ke mobilnya sendiri dan pergi tanpa pamit.


"Ayah tunggu. Jangan pergi." teriak ibu Nia.


⭐⭐⭐


Mitha bersiap-siap, dia sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan untuk Andra. Menurut Mitha Andra berhak mendapatkan perhatian lebih darinya. Bagi Mitha mungkin ini cara untuk menebus kesalahannya terhadap Andra.


Dengan berjalan kaki Mitha ke supermarket dekat tempat tinggalnya. Awalnya biasa saja hingga terdengar suara


"Bruk....." sebuah mobil Honda jazz berwarna hitam menabrak tiang listrik tepat dihadapannya. Mobil itupun seperti mengeluarkan asap yang membuat orang-orang disekitarnya menjauh karena takut mobil tersebut akan meledak.


Mitha berlari dan mendekati mobil tersebut, dilihatnya didalam kaca seorang laki-laki tua yang tak sadarkan diri. Mitha lalu mencoba membuka pintu mobil namun pintu mobil tersebut terkunci dari dalam.


Mitha melihat sekelilingnya tak ada satupun dari mereka yang mau membantu. Bahkan mereka berteriak menyuruh Mitha menjauh.


Mitha mengambil batu besar dan segera memecahkan kaca mobil tersebut hingga dengan sekuat tenaganya Mitha mengangkat pak Arif keluar dari mobil dan menjauh.


Dan mobil pak Arif pun meledak begitu kencang. Untung saja pak Arif dan Mitha bisa segera berlalu.


Barulah setelahnya orang-orang berlarian menghampiri pak Arif dan juga Mitha. Ambulance pun segera tiba dan membawa pak Arif yang tak sadarkan diri.


"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya salah seorang pria.


"Tidak apa-apa pak." ucap Mitha lemah. Tenaganya seperti terkuras karena menolong pak Arif.


Mitha bangkit dan ikut serta ke dalam mobil ambulance bersama dengan pak Arif. Dia merasa kasihan melihat pak Arif sendirian, dia seperti membayangkan papahnya sendiri di kampung.


Mobil ambulance berjalan begitu kencang membawa pak Arif dan juga Mitha.


Bersambung....⭐💪💪💪

__ADS_1


Jangan lupa ya teman-teman like dan baca ceritaku ini!


__ADS_2