Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Kebahagiaan Mitha bag.7


__ADS_3

"Maaf ya Bu." ucap Mitha kepada ibu yang menggendong anaknya.


"Tidak dek,seharusnya saya yang minta maaf karena menggangu." Mitha tersenyum.


"Tidak apa-apa kok Bu." Mitha mengeluarkan sebungkus biskuit di tasnya dan memberikan kepada anak ibu yang menangis".


"Berapa Bu?" Mitha menanyakan biaya telepon kepada ibu Mira.


"Rp 20.000 saja Mitha." Ucap ibu Mira.Dalam hati Mitha untung saja ibu memberi tadi uang jajan kalau tidak mana cukup uangku.


Tampaknya Mitha masih kesal kepada Andra dan teman-temannya.Dan tanpa sengaja Mitha melihat Andra dan teman-temannya menuju ke tempat ibu Mira.


Di samping rumah ibu Mira,ada warung yang sangat ramai dikunjungi warga.


"Jangan sampai deh.jangan sampai."Mitha bergumam di hati.


"Saya harus bagaimana pulangnya nanti pasti mereka akan melihat saya."


Dan benar saja Andra dan teman-temannya berhenti tepat di samping rumah ibu Mira.Andra memarkirkan motornya dan melihat motor Mitha.


"Itukan motor Mitha..tapi orangnya tidak ada.Mungkin orang tuanya yang memakai itu motor." pikir Andra.


Mitha segera bersembunyi di balik pintu agar tidak terlihat Andra.


"Andra ayo masuk,kenapa kamu melamun saja." ucap Dirga sambil menarik tangan Andra.


"Oh iya....Andra masuk ke warung bersama teman-temannya dan Mitha mengetahui itu.


Mitha langsung keluar dan ingin segera pergi dari tempat itu dan sialnya Mitha,motornya malah tidak bisa dinyalakan membuat Mitha semakin panik.


Karena masih penasaran,Andra keluar dari warung dan alangkah senangnya dia melihat Mitha lagi kesusahan karena motornya tidak bisa dinyalakan.


"Bisa saya bantu?" Andra menghampiri.


Mitha semakin panik dan mulut yang gemetar .


"Tidak usah,kamu masuk saja ke warung pasti makanannya sudah siap.Kamu pasti lapar kan jadi cepat kamu pergi dari sini." Mitha mengusir Andra dari sisinya sambil tangannya mendorong dada Andra.


Tiba-tiba tangan Mitha ditarik oleh Andra dan memaksa Mitha ikut masuk ke warung.Mitha mencoba berteriak tapi sesampainya di dalam Mitha diam karena banyaknya pengunjung dan dia tidak mau terjadi keributan.


"Ada adik kelas nih!kebetulan kami lapar kamu ya traktir kami lagi.Mitha terkejut mendengar Ibnu berbicara seperti itu.


"Maaf ya kak saya sudah tidak punya uang lagi pula kalian ke sini duluan pasti masing-masing dari kalian punya uang."


Sambil memegang tangah Mitha,Andra menyuruh Mitha untuk duduk.Dengan wajah yang memelas Mitha memohon kepada Andra untuk melepaskan tangannya sesekali Mitha berusaha melepaskan tangannya dari tangan Andra tapi apa daya tangan Andra sangat erat memegang tangan Mitha


"Saya bilang duduk ya duduk." Andra berupaya sekali lagi agar Mitha duduk tapi Mitha tetap tidak mau untuk duduk.


"Kak saya mau pulang." ucap Mitha kepada Andra tapi sekian kali usaha Mitha gagal dan akhirnya Andra menarik paksa tangah Mitha yang membuat Mitha duduk di samping Andra.


"Itukan cantik.Kenapa tidak dari tadi." ucap Dirga yang selalu membuat Mitha semakin kesal.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" Tanya Andra kepada mitha.


"Aaya tidak lapar."


"Masa." ucap Dirga lagi.


Dengar suara yang cukup keras Mitha menjawab. "Saya tidak lapar saya mau pulang".Membuat pengunjung lain menoleh ke arah mereka.


"Ada apa dek?" Tanya ibu yang mejanya tidak terlalu jauh dari meja mereka.


"Tidak ada apa-apa kok Bu." ucap Andra kepada ibu yang bertanya tadi.


Tangan Andra semakin erat memegang tangan Mitha.


"Aduh sakit." Karena eratnya gengaman tangan Andra membuat tangan Mitha kesakitan.


"Makanya kamu diam saja dan duduk manis saja." ucap Andra yang membuat Mitha semakin ketakutan.


"Iya duduk saja ucap Dirga lagi."


"Sekarang saya tanya lagi Mitha kamu mau makan apa?" ucap Andra.


Dengan nada suara yang gemetar apa saja yang penting bikin kenyang itu saja tapi,


"kak..tapi apa lagi Mitha?saya tidak punya uang untuk mentraktir kalian."


Uang saya sudah habis dari wartel tadi.Karena penasaran Andra bertanya


"Memangnya kama menelpon siapa?"


"Orang spesial."


"Cie.. cie...cie." Ibnu,Dirga dan Nurul tampaknya menggoda Mitha.


"Memangnya siapa?" tanya Andra kepada Mitha.


Mitha tidak menjawab pertanyaan Andra.Andra memandangi wajah Mitha yang tadi kesal sekarang tersenyum.


"Ini makanannya dek."


"Iya.. Bu terima kasih." ucap Mitha".


"Kak lepaskan."


"Lepaskan apa?" Andra belum melepaskan genggaman tangannya.Andra tampaknya penasaran sambil mengamati wajah Mitha yang duduk di sampingnya.


Dengan sadar Mitha langsung melihat ke arah Andra yang dari tadi memandanginya.


"Saya mau makan kak..bagaimana saya bisa makan kalau tangan saya masih di pegang seperti ini.Apa kamu mau menyuapi saya." Ucap Mitha kepada Andra.


"Ide bagus."

__ADS_1


"Maksudnya ide bagus." Andra langsung menyuapi Mitha membuat ketiga temannya merasa heran atas perlakuan Andra kepada Mitha.


"Sudah Andra lepaskan saja supaya dia bisa makan sendiri." Ucap Nurul.


Tapi ucapan Nurul tidak dihiraukan oleh Andra.


"Apa kamu takut dia kabur."


Andra hanya mengangguk.


"Ya sudah pegang saja terus." Ucap Ibnu.


Andra tidak ingin melepaskan tangan mitha bukan karena takut Mitha akan kabur tapi Andra sangat suka Mitha ada didekatnya dan menyuapinya.Mitha pun pasrah disuapi oleh Andra.


Setelah selesai makan,Mitha semakin panik kalau nanti dia yang di suruh membayar makanannya.Andra memanggil ibu yang melayani mereka dan bertanya.


"Berapa Bu?"


"Totalnya Rp.50.000 dek." Andra mengeluarkan uang di saku bajunya.


Dalam hati Mitha mengucapkan


"Alhamdulillah,untung bukan saya yang membayar."


Dirga tampaknya terkejut melihat Andra membayar makanannya mereka.


"Jadi bukan dia." Sambil menunjuk Mitha.


"yang membayar semua ini."Ucapan Dirga di iyakan oleh Ibnu.


"Jadi untuk apa kamu membawanya kesini?" tanya Ibnu kepada Andra.


"Sudahlah." Andra tidak menjawab pertanyaan teman-temanya yang penasaran itu.


"Ayo kita keluar dari sini." Andra menarik tangan Mitha dan mereka pun keluar dari warung tersebut.


"Terima kasih ya kak." Mitha tersenyum kepada Andra.


"Kenapa kamu suka sekali tersenyum?"


"Memangnya kenapa?" tanya Mitha.


"Senyum kan ibadah." sambil tersenyum lagi


"Jadi sekarang lepaskan tangan saya,saya mau pulang."


Dengan sangat terpaksa Andra pun melepaskan tangan Mitha dan tidak mungkin juga tangan Mitha akan digengam terus menerus.Malu juga sih di lihat orang.


"Ya sudah pulang sana." Mitha pun segera berlari ke motornya dan entah kenapa kali ini motornya bisa nyala tanpa harus susah payah seperti tadi.


"Ini mau...aneh.Dari tadi kek sehingga saya tidak harus bertemu mereka lagi tapi ada hikmahnya juga sih saya bisa makan gratis."

__ADS_1


Mitha sangat senang selain karena makan gratis tapi juga karena dia bisa mendengar suara Rial


Lanjut lagi....!


__ADS_2