
BISMILAHIRAHMANIRAHIM💪
🌺🌺🌺
Mitha hanya duduk terdiam melihat dua laki-laki dalam hidupnya saling berhadapan memandang tajam satu sama lain. Rasanya begitu malu ketika di sekelilingnya orang-orang seperti melihatnya dengan rasa tidak percaya.
Suara kicauan terdengar jelas ditelinga Mitha, para gadis memandang Mitha dengan rasa iri ataupun rasa sinis. Mereka serasa tidak percaya kalau gadis sepertinya bisa didampingi oleh dua pria tampan. Begitu pula dengan para pria yang membicarakan Andra dan juga Rial.
Dipikirannya sekarang Mitha ingin segera lepas dari situasi yang membingungkan nya, namun karena letak tempat duduknya yang berada dipojok sulit rasanya Mitha bisa kabur.
"Mau makan apa dek?" tanya seorang wanita yang tidak terlalu tua menghampiri mereka. Seketika lamunan Mitha buyar.
"Lebih baik saya pesankan mereka makan nanti setelah itu saya bisa cari cara untuk kabur." guman Mitha dalam hati.
"Dek, mau makan apa?" tanyanya kembali.
"Dua mie goreng dan satu porsi nasi goreng. Minumnya air putih saja." ucapnya. Wanita itu terlihat mencatat di kertas apa yang dipesan oleh Mitha dan segera berlalu.
"Tunggu." panggil Rial yang membuat wanita itu menghentikan langkahnya.
"Ada apa dek?" tanyanya.
"3 mie goreng." ucap Rial.
Mitha kaget, dia tau betul kalau Rial tidak terlalu suka dengan yang berbau makanan mie terlebih lagi Rial akan alergi.
Andra hanya tersenyum, dia tau kalau Rial hanya mencoba menyamakan apa yang dia dan Mitha sukai.
"Kamu yakin." ucap Mitha lembut.
Kurang beberapa menit makanan sudah tersedia di meja, Rial melihat makanan yang ada di depannya. Dia sedikit ragu karena pasti akan ada resiko yang harus dia tanggung.
"Kalau kamu tidak mau, kamu bisa ganti makanan lain." ucap Mitha kembali.
Andra masih berusaha menahan dirinya ketika melihat Mitha menaruh perhatian lebih kepada Rial. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja hanya karena hal sepele seperti ini.
Perlahan-lahan Rial memasukkan makanan ke mulutnya, sedikit ragu namun dia tetap saja memakannya.
Dan....
Rial berlari keluar, mulutnya mengeluarkan cairan seperti muntahan mie. Mitha ikut dari belakang ingin memastikan keadaan Rial.
Andra memukul meja, dia semakin tidak terima dan segera menarik Mitha menjauh.
__ADS_1
"Tunggu dulu Andra!" ucap Mitha memohon.
Mitha melepaskan tangannya dan membatu Rial yang masih saja muntah.
"Kamu tidak kenapa-kenapa!" ucap Mitha panik dan segera mengambilkan air minum untuk Rial.
Andra yang semakin tidak terima kembali menghampiri Mitha dan juga Rial.
"prakk." Andra mengambil dan tanpa ragu membuang air yang ada ditangan Mitha yang membuat Mitha kaget. Matanya terbelalak melihat air yang sudah jatuh ke tanah.
"Kamu lihat kan perbedaan kita sekarang. Saya dan Mitha seleranya sama sedangkan kamu hanya ingin ikut-ikutan saja." ucap Andra.
Dan kini Andra menarik paksa Mitha yang membuat Rial tidak terima namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Perutnya terasa begitu bergejolak, Mitha pun hanya ikut saja. Sesekali dia menoleh ke belakang sekedar memastikan keadaan Rial yang masih saja tertunduk.
Semakin menjauh dan dengan kasarnya Andra mendorong Mitha ke dalam mobilnya.
Andra melajukan mobilnya dan sampailah mereka tepat di depan rumah Mitha.
"Bagaimana kamu tau kalau saya tinggal di sini sedangkan saya tidak pernah memberitahu kamu." ucap Mitha penasaran.
"Saya tau semua apapun tentang kamu, jangankan soal di mana kamu tinggal, semua yang berhubungan tentang kamu saya tau semuanya. ucap Andra.
Mitha terlihat panik, berarti selama ini Andra juga tau tentang pertemuannya dengan Rial.
"Ayo turun. Saya capek mau istirahat." lanjutnya.
"Kamu kenapa diam saja, ayo buka cepat." Mitha segera mengeluarkan kunci kamarnya, tangannya terlihat gemetaran dan Andra tau itu.
"Akhirnya saya bisa ke kamar ini juga." ucap Andra dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur Mitha, tubuh dan hatinya begitu lelah.
Karena tidak ingin ada kesalahpahaman Mitha pun berinisiatif membuka pintu kamarnya dengan begitu lebar sehingga siapa pun yang lewat pasti akan melihatnya.
"Kok kamu buka pintunya, saya tidak bisa tidur karena terganggu." ucap Andra.
"Tapi kan Andra." belum selesai Mitha melanjutkan ucapannya Andra langsung bangun dan menutup pintu itu sendiri.
⭐⭐⭐
Rial terlihat begitu kesal meniggalkan kampus Mitha, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia juga tidak tau ke mana Andra membawa Mitha pergi.
"Semoga saja kamu tidak kenapa-kenapa." guman Rial dalam hati. Dia tau betul sifat Andra yang sedikit tempramental.
Sementara itu, Andra tertidur pulas. Mitha seolah merasa risih ketika ada laki-laki di kamarnya. Dia mencoba mencari kesibukan lain sambil menahan rasa kantuknya, Mitha membuka laptopnya dan menyelesaikan beberapa tugas dari kampusnya.
__ADS_1
Hingga akhirnya tubuhnya sudah berada di atas kasur empuknya, dia tidak sadar tertidur di depan meja belajarnya.
Dibukalah matanya dan melihat seisi kamarnya, tidak terlihat Andra di kamarnya. "Andra ke mana?" tanyanya dalam hati.
Rupanya Andra sudah pulang karena tidak tega melihat Mitha harus tertidur seperti itu, mungkin butuh waktu baginya agar Mitha beradaptasi dengannya. Walaupun selama ini dia dan Mitha tampak nyambung di hp tapi dunia nyata tidak seperti itu.
Mitha bangkit dan ingin menelpon Andra namun terhenti ketika dia melihat sebuah surat di kertas putih pas di letakkan di bawah hpnya.
"Kamu siap-siap. Saya akan jemput kamu jam 08.00 malam." tulis Andra.
Sedikit lega namun Mitha masih penasaran tentang Andra yang tau semuanya, dia belum sempat bertanya kepada Andra tentang semuanya.
"Kring..kring.." Terlihat dibalik layar tertera nama Rial.
"Halo." ucap Mitha.
"Halo. Kamu tidak kenapa-kenapa kan! Apa Andra melakukan sesuatu yang buruk sama kamu." ucap Rial ketakutan dibalik telepon genggamnya.
"Saya tidak kenapa-kenapa kok! Andra tidak akan mungkin menyakiti saya." ucapnya.
"Saya tau mungkin hanya saya saja yang terlalu khawatir. Saya juga tau kalau sekarang kamu adalah milik Andra." ucapan Rial membuat Mitha sedikit merasa aneh.
Pertemuannya kembali dengan Rial hampir membuatnya lupa akan komitmen yang dibuatnya dengan Andra. Dia lupa diri ketika Rial hadir kembali dalam hidupnya setelah beberapa tahun tidak bertemu.
Timbul rasa bersalah dalam hatinya dan sikapnya yang kaku pasti membuat Andra sedih.
"Terima kasih telah mengingatkan ku!" ucap Mitha yang membuat Rial sedih.
"Maksud kamu apa?" tanyanya.
"Saya selama ini lupa kalau saya sudah menjadi milik Andra. Dan kini Andra sudah di sini dan saya begitu bahagia." ucap Mitha.
"Apa kamu yakin."
"Iya saya yakin dan saya berharap kita tidak akan ketemu lagi." Mitha segera menutup teleponnya.
Rial terdiam sembari menghembuskan nafasnya yang sesak ketika mendengar langsung permintaan Mitha kepadanya.
Dadanya sesak, otaknya tidak bisa berpikir namun hatinya tidak berhenti sedikitpun berdenyut kencang untuk Mitha.
***Bersambung....
Jangan lupa like, komen tentang cerita saya agar saya semakin bersemangat nulisnya.
__ADS_1
Terima kasih!
Alhamdulillah❤️💪***