Doaku Berbeda Dengan Doamu

Doaku Berbeda Dengan Doamu
Ungkapan hati andra


__ADS_3

Hari berganti hari Mitha tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik. Dia mulai tau cara merawat wajahnya.


Dia sadar kalau dia memiliki pacar yang sangat tampan. Kecantikan yang terpancar diwajahnya semakin membuat Andra jatuh cinta.


"Itu anak makin hari makin cantik." Guman Andra dalam hatinya, dia begitu terpesona memandang Mitha dari kejauhan.


"Lihat apa sih?" Tanya Ibnu sambil memukul bahu Andra.


Andra kaget,dia tidak ingin kalau teman-temannya mengetahui kalau dia sedang memperhatikan Mitha dari kejauhan.


"Bukan apa-apa. Kamu sendiri ada urusan apa sampai bolos di kelas?" Tanya Andra kembali. Dia tau kalau masih jam pelajaran.


"Bosan di kelas.Jadinya saya keluar ikut kamu." Ucap Ibnu.


Mereka termasuk anak yang suka bolos dalam hal pelajaran. Terutama Andra, selama dia mengenal Mitha. Dia akan diam-diam melihat mitha dari kejauhan.


Tidak berselang lama, bel sekolah pun berbunyi. Anak-anak akan mulai keluar dari kelas menuju ke kantin.


"Mitha, kamu mau ke kantin?" Tanya Rini menghampiri Mitha yang sedang membereskan pakaian olahraganya.


"Kamu duluan saja Rin. Saya mau ganti baju terlebih dahulu." Ucap Mitha. Rini pun berlalu dari Mitha yang masih asyik membereskan pakaiannya.


Mitha pun menuju ke salah satu toilet di sekolahnya. Tapi, alangkah terkejutnya dia melihat Andra sudah ada di depan pintu seperti sedang menunggu seseorang.


Mitha ingin sekali menghindar dari Andra namun dia tidak punya cara. Mitha tau apabila mereka bertemu Andra akan mengganggunya.


Mitha pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Dia memberanikan dirinya, Andra tersenyum melihat orang yang ditunggunya perlahan-lahan mendekatinya.


"Kenapa kak Andra ada di depan toilet wanita?" Tanyanya yang disambut cubitan pipi dari Andra.


Setiap kali bertemu Mitha, Andra akan mencubit pipi Mitha atau sekedar mengelus rambutnya.


Mitha segera melepaskan tangan Andra dari hidungnya.


"Sakit tau. Lama-lama hidung saya panjang kalau setiap hari ditarik seperti ini."pekik Mitha dengan kesal.


Andra begitu senang membuat Mitha cemberut, dia begitu menyayangi Mitha.

__ADS_1


"Minggir, saya mau masuk." Ucap Mitha sembari mendorong tubuh andra menjauh darinya.


Andra hampir saja terjatuh karena dorongan Mitha yang begitu keras. Mitha kaget, karena hampir saja mencelakai Andra.


"Maaf ya kak." Ucapnya sambil memegang tangan Andra.


Andra langsung mengengam tangan Mitha begitu keras yang membuat Mitha menjerit kesakitan.


"Sakit..Lepaskan." Ucapnya, ada penyesalan dalam hatinya karena membantu Andra.


Andra sama sekali tidak menghiraukan perkataan Mitha, dia terus mengengam tangan Mitha.


"Saya mau ganti baju kak. Sebentar lagi bel akan berbunyi." Ucap Mitha dengan manja memohon kepada Andra.


Andra memandang Mitha begitu dalam, dia ingin mengungkapkan perasaannya ditambah lagi kurang dari 1 Minggu dia akan mengikuti ujian nasional.


Setelah lulus,dia tidak akan bertemu Mitha setiap hari.


"Saya ingin mengatakan sesuatu." Ucap Andra .


"Saya ingin kamu menjadi pacar saya." Ucap Andra dengan bibir yang sedikit gemetaran yang membuta Mitha menjadi salah tingkah. Dia tidak tau harus bicara apa kepada Andra yang baru saja menyatakan cinta kepadanya.


"Tapi,kak." Ucap Mitha dengan terbata-bata.


"Kamu tidak perlu jawab sekarang. Saya akan tunggu jawaban kamu pada saat kelulusan saya nanti." Ucap Andra kembali.


Mitha tiba-tiba tertawa lepas yang membuat Andra heran dengan apa yang ditertawakan Mitha.


"Kamu kenapa tertawa." Ucap Andra sambil mencubit pipi Mitha kembali.


"Bagaimana saya tidak ketawa. Memangnya kakak yakin kalau akan lulus. Kak Andra kan selalu bolos di kelas." Ucap Mitha.


"Wah.Kamu meremehkan aku." Ucap Andra kesal sambil mengencangkan tangannya kepada Mitha.


Mitha terlihat meringis kesakitan karena semakin mempererat memegang tangannya.


"Kamu lihat saja, saya pasti akan lulus dengan nilai terbaik." Ucap Andra yang merasa tidak terima kalau Mitha meremehkannya.

__ADS_1


"Ya sudah.Buktikan!" Ucap Mitha menantang Andra.


Andra pun tersenyum kepadanya dengan senyuman yang sangat manis. Yang membuat Mitha terpesona melihat senyum manis Andra.


Selama ini, dia beluk pernah melihat Andra tersenyum. Hanya muka seram yang dipasang Andra apabila bertemu dengan Mitha.


"Kalau begitu lepaskan tangan saya. Saya mau ganti pakaian." Ucap Mitha dengan nada memelas.


Andra pun tidak punya pilihan lain selain melepaskan tangan mitha. Mitha pun segera berlari masuk ke kamar mandi dan segera menguncinya.


Andra pun berlalu dari Mitha. Dia begitu lega karena mengungkapkan perasaannya kepada Mitha. Tapi, berbeda dengan Mitha yang merasa kesal kepada Andra. Dia tidak tau apakah Andra jujur atau hanya mempermainkannya.


************


Andra semakin hari semakin rajin masuk ke kelas, dia tidak pernah lagi bolos yang membuat Ibnu, Dirga, dan Nurul menjadi heran dengan perubahan sikap Andra.


"Bro...kamu kok akhir-akhir ini menjadi rajin ya!" Ucap Nurul. Dirga dan Ibnu ikut mengiyakan ucapan Nurul.


"Kita kan mau ujian.Jadi, kita harus belajar." Ucap Andra sambil membaca buku dihadapannya.


Mereka bertiga langsung tertawa seolah mengejek Andra yang menjadi rajin belajar.


"Kamu tenang saja Andra. Kita semua pasti lulus kok!" Ucap Dirga sambil menarik buku yang dibaca Andra.


"Kalian pergi saja. Tidak usah menganggu saya." Ucap Andra mengambil bukunya yang direbut Dirga.


Mereka bertiga semakin tidak percaya dengan apa yang dilakukan Andra. Mereka pernasaran,bagaimana bisa Andra bisa berubah begitu cepat.


******************


Sesampainya di rumah, mitha menyimpan sisa uang jajannya untuk ditabung. Dia merebahkan tubuhnya sambil mengingat kejadian di kamar mandi.


"Masa sih, Andra suka sama saya." Guman Mitha dalam hatinya, rasanya dia masih tidak percaya.


Mitha pun tertidur,dia tidak ingin memikirkan Andra lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2